Thursday, December 22, 2016

Romantika Kerja dan Keluarga

Kerja dan Keluarga merupakan kata yang berbeda makna namun sangat erat sekali hubungannya. Kita Kerja untuk Keluarga dan Keluarga bangga karena kita bekerja. Menurut Supriyadi (2003) Kerja adalah beban, kewajiban, sumber penghasilan, kesenangan, gengsi, aktualisasi diri, dan lain lain. Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga (Duvall dan Logan, 1986). Dari dua pengertian diatas terdapat hubungan antara kerja dan keluarga dimana kerja berkaitan dengan beban dan kewajiban yang harus dipikul untuk keberlangsungan budaya dan sosial dari anggota keluarga.
Ilustrasi oleh DOTS happy family cartoon
Pertanyaan yang sering timbul berkenaan dengan kata "Kerja" dan "Keluarga" diantaranya adalah:
Berapa gajimu sehingga engkau lupakan keluargamu?
Kenapa jauh-jauh cari kerja, memang tidak ada kerjaan yang dekat keluarga?
atau
Kenapa nggak minta sama boss biar bisa penempatan dekat keluarga?
Beberapa pertanyaan diatas pasti sering anda dengar bagi yang bekerja dan jauh keluarga. Beberapa hal berkenaan dengan pertanyaan diatas sudah saya analisa dan berikut ini kira-kira jawabannya.
Pertama, kenapa bekerja hingga jauh dari keluarga. Berapa sih gajimu? 
Dalam bekerja memang gaji adalah yang dicari sampai ada yang bilang "kerja ya nyari duit bukan nyari muka" heehee.. namun daripada itu beberapa faktor menjadi pertimbangan bagi sebagian orang memilih bekerja di luar kampung halaman.
  1. Gaji
    Gaji merupakan pertimbangan paling logis, Anda tidak mungkin rela meninggalkan keluarga jika gaji anda di perantauan sama dengan (=) gaji anda di kampung halaman;
  2. Prestise,
    Bekerja jauh bagi sebagian orang juga menjadi hal yang prestise (terhormat, berbeda, istimewa). Ibarat tukang bangunan di kampung dan tukang bangunan di Kota akan lebih bangga tukang bangunan di kota. Jika ditanya sama tetangga, kerja dimana mas? di Jakarta!!!;
  3. Berkembang,
    Selain itu ada sesuatu yang dapat diraih bekerja jauh dari keluarga yaitu perkembangan. Baik perkembangan karir maupun ilmu. Jauh dari keluarga akan membuat anda semakin berkonsentrasi dalam melaksanakan tugas dari pekerjaan dan dapat menggunakan waktu luang setelah bekerja dengan mengisi pengetahuan lain seperti melanjutkan sekolah, belajar musik atau menjalankan hobby yang disuka. Hal ini tentu saja menjadi sesuatu yang positif;
  4. Pengalaman,
    Pengalaman merupakan harta yang sangat sulit dicari, bahkan Anda tidak akan mendapatkan pengalaman dari bangku sekolah. Keluar dari kampung halamanlah yang akan menambah pengalaman, wawasan, relasi dan sebagainya. Pengalaman tidak akan cukup dari cerita teman atau sahabat, Anda haru mengalami sendiri untuk mendapatkan pengalaman itu sendiri.
Kedua, Siapa yang peduli dengan kerja dan keluarga?
Memang tidak akan ada yang peduli dengan pekerjaan dan keluarga selain kita sendiri. Apalagi bagi Anda seorang pria, bekerja adalah kewajiban Anda. Karena bekerja adalah salah satu kewajiban untuk menafkahi anak dan istri. Walaupun ada yang bilang "buat apa saya kerja jika tidak bisa bersama keluarga!" Pernyataan ini ada benarnya namun banyak juga salahnya. Benarnya adalah memang kita harus dekat keluarga karena kita harus tau keadaan kelaurga. Namun dengan anda dekat keluarga maka kesempatan untuk mendapatkan gaji yang layak, prestise, perkembangan dan pengalaman tidak akan diperoleh. Oke, Anda bekerja dan dekat keluarga, namun jika gaji Anda tidak cukup apa kamu akan lembur untuk mendapatkan gaji lebihi? itu juga Anda akan terbatas bertemu keluarga karena pergi pagi buta dan pulang gelap gulita. Paling juga korupsi atau pungli untuk mendapatkan uang lebih!! Astagfirullah... 
Alangkah lebih mulianya jika kita dapat melaksanakan pekerjaan sesuai tugas dan tanggungjawab dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai anggota keluarga bukan? Ingattt.. saat bekerja, kita sudah akad bahwa siap ditempatkan dimana saja dan berkewajiban melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggungjawab.

Ketiga, Jikapun harus bekerja jauh dari keluarga, dimana tempat seharusnya?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, seharusnya kita telah berpikir ada resiko ketika kit atelah akad dengan perusahaan atau instansi, termasuk penempatan dalam melaksanakan pekerjaan. Banyak orang yang juga memikirkan mengenai hal ini. Salah satu contoh orang yang bekerja di PT KAI, dia bilang "Nggak apa-apalah kerja di KAI kan cuman Jawa Sumatera". Padahal sekarang ini kereta api sedang expansi di pulau sulawesi, kalimantan bahkan papua. Saya pikir, tidak perlu mengeluh soal penempatan kerja yang penting daerah tersebut ada listrik dan internet. Itu akan membuat anda mudah berkomunikasi dengan keluarga Anda. Jika daerahnya terpencil, maka keputusan besar harus dibuat antara membawa keluarga ke daerah tempat kerja atau Anda Resign.

Keempat, Sampai kapan Anda akan jauh-jauhan dengan keluarga?
pertanyaan ini sangat penting, kenapa? karena pertanyaan ini merupakan sebuah goal yang harus diraih. Anda dapat membuat batasan/ goal mengenai pertanyaan tersebut. Seperti: sampai dapat modal buat usaha sendiri, sampai saya jadi direktur, sampai batas kemampuan saya, sampai pensiun dan sebagainya. Goal tersebut dapat Anda tentukan secepatnya!!

Kelima, Apa solusi buat yang kerja jauh dari keluarga?
Solusi dari semua ini adalah transportasi. Usahakan pekerjaan Anda dekat dengan Stasiun, terminal atau bandara sehingga Anda cepat sampai dirumah. Pastikan anda bertemu keluarga secara reguler dan kualitaskan pertemuan tersebut. Selalu pantau keluarga Anda melalui telpon, whatapp, atau video call, tanya kabar, kondisi dan bercanda dengan keluarga Anda. Maksimalkanlah waktu yang Anda punya ketika dapat berjumpa dengan keluarga. Ambil cuti karena itu hak dari setiap bekerja.

Bekerja dan keluarga merupakan romantika yang tiada tara. Dengan Anda bekerja untuk keluarga itu merupakan sesuatu yang sangat mulia karena bekerja dan bekerja akan mengangkat derajat dari keluarga Anda baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Tetap bekerja dan jangan lupakan keluarga karena keluarga akan mengurusimu disaat perusahaan sudah tidak memerlukan tenagamu. 
Salam hangat untuk keluarga Anda dirumah!! 

Saturday, December 10, 2016

Kertas Kerja Audit

Menurut SA Seksi 339 Kertas Kerja paragraph 03 dalam Mulyadi (2002:100) mendefinisikan:
“Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya dan kesimpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.”

Kertas kerja pemeriksaan merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan klien dengan laporan audit. Oleh karena itu, kertas kerja pemeriksaan merupakan alat penting dalam profesi auditor.

Adapun tujuan dari dibuatnya kertas kerja pemeriksaan, Arens terjemahan Wibowo (2004:197) mengemukakan tujuan kertas kerja pemeriksaan secara menyeluruh “untuk membantu auditor memberikan keyakinan yang memadai bahwa audit yang layak telah dilakukan sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.”

Jenis kertas kerja audit adalah sebagai berikut:

a. KKA Utama adalah KKA yang berisi simpulan hasil audit untuk keseluruhan/suatu segmen/bagian/kegiatan yang diaudit. KKA utama sering juga disebut sebagai top schedule atai lead schedule. KKA utama dibuat untuk setiap segmen/bagian kegiatan yang diaudit.

b. KKA Ikhtisar adalah KKA yang berisi ringkasan informasi dari KKA yang berisi informasi yang sejenis/sekelompok tertentu. KKA ihktisar tidak harus ada dalam susunan KKA. KKA ikhtisar hanya disusun jika diperlukan untuk membantu pemahaman permasalahan agar menjadi lebih sederhana.

c. KKA Pendukung (supporting Schedul) adalah KKA yang berisi data daasar yang digunakan untuk mendukung KKA utama. KKA pendukung merupakan bukti audit yang diperoleh langsung selama pelaksanaan kegiatan audit, sehingga KKA pendukung berisi informasi rinci dari setiap permasalahan. KKA pendukung dibuat setiap lembar untuk suatu permasalahan. KKA pendukung disusun selama proses audit dilaksanakan dengan mengikuti PKA dan menuliskan referensi PKA-nya.

Kertas Kerja Audit



Daftar Pustaka:
  • Arens, Alvin A.,et al, 2004, Auditing dan Pelayanan Verifikasi Pendekatan Terpadu, Terjemahan oleh tim Dejacarta, Edisi Kesembilan, Jilid 1 dan 2, Jakarta, Indeks.
  • Ikatan Akuntan Indonesia, 2001, Standar Profesional Akuntan Publik, Jakarta, Salemba Empat.

Monday, October 3, 2016

Perencanaan Audit - Program Kerja Audit

Program Kerja Audit (PKA) adalah rancangan prosedur dan teknik audit yang disusun secara sistematis yang harus diikuti/dilaksanakan oleh auditor dalam kegiatan audit untuk mencapai tujuan audit. PKA disusun setelah auditor telah memiliki pemahaman yang cukup tentang tujuan audit di setiap tahap. Pemahaman ini diperoleh sebelum penugasan, saat survey pendahuluan. Saat evaluasi Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) dan setelah pengembangan temuan sampai pada firm audit objectives

Konsep PKA disiapkan oleh ketua Tim. Kemudian, pengendalian teknis (PT) mereviu untuk memberikan tambahan informasi dan arahan. Setelah itu, PKA direviu kembali oleh pengendali mutu (PM) untuk disetujui. PKA ibarat peta bagi turis yang menunjukan tempat-tempat penting yang harus didatanginya. Bila turis tidak membaca peta, ia tidak mungkin memilih objek wisata yang paling baik dengan ekonomis, efesien dan efektif.

Tujuan dan manfaat PKA adalah sebagai berikut:
  1. Sarana pemberian tugas kepada tim audit.
  2. Sarana Pengawas pelaksanaan audit secara berjenjang mulai dari ketua tim sampai dengan pengendalian mutu.
  3. Pedoman kerja/pegangan bagi auditor.
  4. Landasan untuk membuat ikhtisar/ringkasan hasil audit.
  5. Sarana untuk mengawasi mutu audit.
Foto oleh: projectsmart.co.uk

Sebuah audit harus direncanakan sedemikian rupa agar sebagian besar kegiatan audit berfokus pada area-area yang memiliki faktor-faktor risiko tertinggi. Ada tiga jenis risiko dalam melakukan audit, yaitu:
  1. Risiko Inheren adalah toleransi atas risiko yang material dengan mempertimbangkan ketidakberadaan pengendalian. Contohnya, sebuah system yang menerapkan pemrosesan on-line, jaringan, software database, telekomunikasi,’ dan bentuk teknologi canggih lainnya, memiliki lebih banyak risiko inheren daripada suatu sistem pemrosesan batch yang tradisional.
  2. Risiko Pengendalian adalah risiko yang timbul dari kesalahan penyajian yang material dan berdampak hingga ke struktur pengendalian internal serta ke laporan keuangan. Sebuah.perusahaan yang memiliki pengendalian internal lemah memiliki lebih banyak risiko pengendalian daripada perusahaan dengan pengendalian internal yang kuat. Risiko pengendalian dapat ditetapkan dengan cara melakukan tinjauan atas lingkungan pengendalian dan mempertimbangkan kelemahan pengendalian yang diidentifikasi dalam audit terdahulu, dan dengan mengevaluasi bagaimana kelemahan-kelemahan tersebut telah diperbaiki.
  3. Risiko Pendeteksian adalah risiko yang timbul akibat tidak dapat terdeteksinya sebuah kesalahan atau kesalahan penyajian oleh auditor dan prosedur audit yang dibuatnya.

Thursday, September 29, 2016

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit.

Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit (audit procedure) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.”


Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya:

1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence).

2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence.

3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertulis kepada pihak internal (manajemen) atau eksternal (pengacara) perusahaan. Prosedur audit ini menghasilkan oral evidence atau written representation.

4. Counting, teknik pemeriksaan dengan melakukan penghitungan kembali atas aktiva berwujud, misalnya penghitungan kas atau persediaan. Prosedur audit ini digunakan untuk menilai physical evidence.

5. Observing, yaitu cara memeriksa dengan mengamati langsung suatu aktivitas dimana subjek pemeriksaannya meliputi personel, prosedur, dan proses. Prosedur audit ini memungkinkan auditor memperoleh pengetahuan langsung atas aktiva dalam bentuk physical evidence.

6. Tracing, teknik pemeriksaan dengan cara menelusuri proses suatu kegiatan untuk menentukan apakah transaksi telah dicatat dengan benar. Arah pengujian dari dokumen ke catatan. Prosedur audit ini berhubungan dengan documentary evidence, untuk mendeteksi completeness.

7. Vouching, teknik pemeriksaan dengan menginspeksi dokumen yang digunakan sebagai dasar pencatatan untuk menentukan validitas dan kecermatan pencatatan. Arah pengujian dari catatan ke dokumen. Prosedur audit ini untuk mendeteksi existence.

8. Reperforming, teknik pemeriksaan dengan cara mengulang kembali penghitungan dan rekonsiliasi yang telah dibuat oleh klien, misalnya menghitung kembali penjumlahan dan perkalian. Prosedur audit ini menghasilkan mathematical evidence.

9. Analytical procedures, studi dan perbandingan hubungan antara data meliputi penggunaan ratio, analisa, perbandingan, dan strategi regresi. Prosedur audit ini menghasilkan analytical evidence.

10. Computer Assisted Audit Techniques, penggunaan program software untuk membantu auditor dalam melaksanakan prosedur-prosedur audit tertentu bagi klien yang akuntansinya telah computerized.

Bukti audit adalah semua media atau simpulan informasi yang digunakan oleh auditor untuk mendukung argumentasi, pendapat atau simpulan dan rekomendasinya dalam meyakinkan tingkat kesesuaian antara kondisi dan criteria.

Ada penulis yang menyatakan bahwa syarat-syarat bukti audit ada 3 yaitu:
  • Relevan (RE)
  • Kompeten (KO)
  • Cukup (CU)
Tetapi ada juga yang menyatakan 4 karena ditambah dengan:
  • Material (MA)
Jika digabungkan, kita tinggal mengingat REKOCUMA, penjelasannya adalah sebagai berikut:

Relevan

Bukti yang relevan maksudnya adalah bukti yang secara logis mempunyai hubungan dengan permasalahannya. Bukti yang tidak ada kaitannya dengan permasalahan (kondisi) tentu tidak ada gunanya karena tidak dapat dipakai guna mendukung argumentasi, pendapat atau simpulan dan rekomendasi dari auditor. Relevansi bukti dapat dilihat dari setiap informasi. Tiap informasi sekecil apapun harus relevan dengan permasalahannya.

Kompeten

Kompeten atau tidaknya bukti dipengaruhi oleh sumber bukti, cara mendapatkan bukti dan kelengkapan persyaratan yuridis bukti tersebut. Dilihat dari sumbernya, bukti tentang kepegawaian yang didapat dari bagian kepegawaian lebih kompeten disbanding dengan bukti yang didapat dari pihak lain.bukti yang jelas sumbernya lebih kompeten daripada bukti yang didapat dari sumber yang tidak jelas sumbernya.

Cukup

Bukti yang cukup berkaitan dengan jumlah/kuantitas dan/atau nilai keseluurhan bukti. Bukti yang cukup berarti dapat mewakili/menggambarkan keseluruhan keadaan/kondisi yang dipermaslaahkan.

Material

Bukti yang material adalah bukti yang mempunyai nilai yang cukup berarti dan penting bagi pencapaian tujuan organisasi. Mempunyai arti tersebut harus ditinjau baik dari kuantitas maupun kualitas.

Sedangkan Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bukti audit sebagai berikut: “Bukti audit adalah setiap informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi (asersi) yang diaudit disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.”

Jenis-jenis bukti audit dikelompokkan menjadi 2 bagian:

a. Bukti pendukung laporan keuangan
  • Journal, ledger, subledger;
  • Pedoman akuntansi; dan
  • Memorandum, worksheets, rekonsiliasi.
b. Bukti penguat (corroborating evidence)
  • Dokumen-dokumen seperti faktur, cek, dan kontrak
  • Konfirmasi dan pernyataan tertulis lainnya
  • Informasi yang diperoleh melalui inquiry, observation, inspection.”



Daftar Pustaka:
  • Arens, Alvin A.,et al, 2004, Auditing dan Pelayanan Verifikasi Pendekatan Terpadu, Terjemahan oleh tim Dejacarta, Edisi Kesembilan, Jilid 1 dan 2, Jakarta, Indeks.

Tuesday, September 27, 2016

Kereta Api Joko Kendil, kereta legendaris sejak 1938

Kabar baik untuk pecinta kereta api jadul, PT Kereta Api In­donesia (KAI) Daerah Oprasional (Daop) I, Jakarta kembali mengoprasionalkan kereta Bon-bon dan Joko Kendil sebagai kereta wisata. Kereta legendaris buatan 1938 ini rencanannya diperuntukan bagi wisatawan untuk keliling Jakarta. Peluncuran kedua kereta api wisata ini bertepatan dengan rangkaian HUT PT Kereta Api Indonesia ke 71.

Kereta api Joko kendil ada dua yaitu Joko kendil I dan Joko Kendil II. Joko Kendil I terkenal sebagai kereta elit untuk inspeksi para kepala PT KA zaman Belanda sedangkan Joko Kendil II yang dikenal sebagai kereta penolong. Dinding kereta Joko Kendil I dipoles dengan kayu berplitur coklat, dengan lantai plastik motif marmer, didalamnya tetap dipertahankan seperti fungsi kereta dulunya yaitu untuk tempat pertemuan para pejabat PT KA dengan dilengkapi sebuah bar mini. Sedangkan untuk Joko Kendil II dalamnya yang dulunya berisi peralatan derek kereta, saat ini diubah menjadi ruangan santai dengan kursi empuk berjajar.
Joko Kendil sejak 1938
Joko kendil merupakan kisah dari tanah jawa dimana Joko Kendil Yang Selama Hidupnya Sering Di Ejek Dan Di Cemooh Orang Karena Fisiknya. Namun, Di Balik Itu Semua, Karena Kesabaran Ia Memperoleh Kebahagian Yang Sangat Luar Biasa. Hidup Bahagia Selamanya Dengan Istri Yang Sangat Cantik.





Daftar Pustaka:

  1. Suarakarya, Kereta Wisata PT KAI Operasionalkan Joko Kendil, diperoleh pada tangal 27 September 2016 di: http://m.suarakarya.id/2016/09/26/kereta-wisata-pt-kai-operasionalkan-joko-kendil.html
  2. Tempo, Kereta Api Legendaris Joko Kendil Dihidupkan Kembali, diperoleh pada tanggal 27 September 2016 di: https://m.tempo.co/read/news/2009/02/27/058162299/kereta-api-legendaris-joko-kendil-dihidupkan-kembali

Thursday, September 22, 2016

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit. Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda.


Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut:

Tahap I : Perencanaan Audit
Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti
Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut

Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut:
  1. Perencanaan audit
  2. Pemahaman dan pengujian pengendalian intern
  3. Pengujian substantive
  4. Pelaporan

Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut:


Tahapan Audit
Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujuan audit dalam rumusan umum seperti ketaatan, efektivitas dan efesiensi. Setelah tahap survey pendahuluan, PAO dirinci menjadi Tentative Audit Objectives (TAO). TAO telah merinci PAO menjadi tujuan-tujuan pengujian substantive. TAO akan diseleksi dan disusun prioritas pengujian substansinya setelah evaluasi Sistem Pengendalian Intern (SPM) dilaksanakan. Setelah evaluasi SPM, TAO menjadi Firm Audit Objectives (FAO) yaitu TAO yang telah diseleksi, disusun prioritas pengujian substansinya dan dikumpulkan lebih banyak bukti melalui tahap pengujian substansi dan pengembangan temuan.
Secara sederhana, tahapan Audit Internal dapat diuraikan pada penjelasan diatas. Apabila ada pertanyaan berkaitan dengan dunia Audit silahkan kirim email pada kolom kontak yang telah disediakan. Sekian sedikit informasi mengenai Tahapan Audit, semoga bermanfaat!



Daftar Pustaka:
  • Arens, Alvin A.,et al, 2004, Auditing dan Pelayanan Verifikasi Pendekatan Terpadu, Terjemahan oleh tim Dejacarta, Edisi Kesembilan, Jilid 1 dan 2, Jakarta, Indeks.

Thursday, September 15, 2016

LinkedIn dan Manfaatnya

Beberapa waktu yang lalu disitus detik.com memberitakan seorang pesepakbola bernama Tyson berstatus free agent setelah klubnya musim lalu, Doncaster Rovers, melepasnya.Striker berusia 34 tahun itu akhirnya memilih untuk "mengiklankan" dirinya sendiri via LinkedIn. Usaha Tyson tidak sia-sia. Ia lantas dikontrak oleh klub asal Skotlandia, Kilmarnock. Kontraknya tidak lama, memang, hanya satu musim. Tapi, setidaknya, untuk saat ini Tyson tidak menganggur lagi.

Melihat dari fenomena diatas, penulis tertarik untuk mencari tahu mengenai LinkedIn, Manfaat dan cara menggunakannya. Tidak lupa juga ada beberapa tips yang mengupas tentang media sosial yang sangat berguna ini.
 
Apa itu LinkedIn?
LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional. Sampai September 2007 situs ini memiliki lebih dari 14 juta pengguna terdaftar, meliputi 150 industri dan lebih dari 400 bidang ekonomi yang diklasifikasi menurut jasanya.
CEO LinkedIn saat ini adalah Dan Nye dan kantornya berlokasi di Mountain View, California. Perusahaan ini didanai oleh Greylock, Sequoia Capital, Bessemer Venture Partners, serta European Founders Fund. 

Manfaat LinkedIn?
Banyak sekali manfaat yang didapat dari media sosial ini, selain fenomena dari pesepakbola diatas, berikut ini manfaatnya:
  1. Membangun profil profesional, Situs ini sangat berguna bagi para profesional yang sedang membangun profil profesionalnya karena pada situs ini Anda dapat menampilkan foto, Curriculum vitae, dan data-data yang berkaitan dengan profil profesionalmu. Tujuannya adalah untuk menampilkan presentasi diri pengguna LinkedIn.
  2. Memperoleh Koneksi, LinkedIn memberikan Anda koneksi yang luas hingga penjuru dunia. Orang-orang yang memiliki minat yang sama atau memiliki profil yang sama akan saling berkoneksi untuk memberikan kabar terbaru dengan ketertarikan yang sama tersebut.
  3. Memudahkan mendapatkan pekerjaan, Pada LinkedIn terdapat fitur yang memberikan anda referensi pekerjaan yang sesuai dengan profil yang ada. Tinggal sekali klik, maka lowongan pekerjaan diseluruh dunia akan menampilkan diri dan tentu saja Anda akan mudah mendapatkan pekerjaan. Selain itu, bagi bos-bos perusahaan bonafit juga banyak sekali yang memiliki media sosial satu ini, sehingga menjadi suatu hal yang tidak mustahil jika diri Anda mendapat tawaran pekerjaan yang lebih baik dari pada pekerjaan saat ini.  
Perlu dihindari
Begitu banyak manfaat dari situs yang sedang peulis bahas, namun perlu diingat pula ada beberapa hal yang perlu dihindari dalam penggunaan situs ini. Berikut ini beberapa hal yang perlu dihindari dalam penggunaan linkedin:
  1. Foto yang sebaiknya tidak diposting di LinkedIn termasuk di antaranya foto yang terlalu seksi, menggunakan animasi, atau yang tidak mencerminkan diri Anda dengan baik;
  2. Pisahkan mana yang urusan profesional di LinkedIn dan bersenang-senang di jejaring sosial lain. Jangan terlalu over sharing pada LinkedIn karena bisa jadi membuat koneksi Anda merasa ilfil (ilang filling);
  3. Sebaiknya Anda berhati-hati dengan siapapun yang terkoneksi dengan akun LinkedIn. Siapa tahu 'teman' Anda tersebut memiliki riwayat yang tidak bagus di dunia kerja. Jadi ketika ia dilihat ada di daftar koneksi Anda, bisa-bisa image negatif tersebut juga ikut terseret;
Setelah kita mengetahui manfaat dan hal-hal yang perlu dihindari pada linkedin. Sekarang saatnya untuk mengetahui tips dan trik untuk menjalankan LinkedIn.
  1. Manfaatkan Kata Kunci, pada dunia onlen memang sangat bergantung pada kata kunci yang diberikan sebagai branding. pastikan Anda memiliki kata kunci yang sangat baik sehingga banyak orang yang mudah menemukan Anda;
  2. Gunakan URL yang baik dan mudah diingat, contoh URL yang tidak baik adalah URL penulis di: https://id.linkedin.com/in/imam-suryono-303842123, Kenapa? Karena terlalu panjang dan menggunakan kombinasi angka;
  3. Buatlah Summary yang Menjual, ini sangat penting untuk memberitahukan kesukaan, pekerjaan yang terselesaikan dan pengalaman yang telah berhasil dilalui;
  4. Profeional website, Anda juga dapat mencantumkan website profeional yang dimiliki. Contohnya adalah situs ini masimam.com sebagai website profesional penulis.
Nah, demikian tadi sedikit pengetahuan mengenai LinkedIn. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang membaca artikel dari masimam. Salam




Daftar Pustaka:
  1. Wikipedia. LinkedIn. Diperoleh pada 19 September 2016 di situs: https://id.wikipedia.org/wiki/LinkedIn
  2. Detiknet. Kesalahan fatal bermain linkedin. Diperoleh pada tanggal 19 September 2016 di situs: http://inet.detik.com/read/2012/06/25/115132/1949910/510/5-kesalahan-fatal-bermain-linkedin
  3. Arryrahmawan. 13 tips memanfaatkan LinkedIn untuk personal branding. Diperoleh pada tanggal 19 September 2016 di situs: http://arryrahmawan.net/13-tips-memanfaatkan-linkedin-untuk-personal-branding/

Thursday, September 1, 2016

Selamat Malam Jumat! Bagi yang Merayakan

Selamat malam, kebetulan sekarang ini adalah malam jumat. Kamis malam besoknya hari Jumat. Terpikir salam dari sanak sodara atau teman sebaya yang memberikan ucapan "selamat malam jumat!" Seberapa penting malam ini sehingga ada sebagian orang yang memberikan ucapan seperti itu. Sedikit penasaran dengan ucapan ini, so mari kita jelajahi malam ini.
Hal yang pertama saya lakukan pasti bertanya sama moyang google. Dengan kata kunci "Malam Jum'at". Agak sedikit tercengang karena hasil dari penelusuran simbah moyang seperti ini:
Hasil Pencarian Google
Dari gambar diatas, ada beberapa kata kunci rujukan mengenai malam jumat, yaitu Malam Jumat Sunnah Rosul, Malam jumat Lucu dan Malam jumat Kliwon. Sedikit informasi saja bahwa referensi yang disediakan oleh google diatas merupakan kata-kata yang sering dicari di mesin pencarian seperti ini. Mengingat kata-kata diatas merupakan bahasa Indonesia, berarti kita dapat sedikit menyimpulkan bahwa pencarian yang sering dicari oleh orang Indonesia (Sebagai pengguna bahasa Indonesia) adalah kata-kata diatas.

Sunnah Rosul
Tragisnya,... adalah kata yang paling pertama muncul adalah kata sunnah rosul. Mungkin karena kebanyakan orang penasaran dengan hubungan malam jumat dengan sunnah rosul. Atau sudah menjadi stikma, bahwa istilah sunnah rosul yang dilakukan dimalam jumat adalah sesuatu yang asik yang melibatkan suami istri. Tertarik dengan hal tersebut, saya mencoba mengeklik artikel yang Jaga Mulutmu!! Stop Menggunakan Kata "Sunnah Rasul" Di Malam Jumat.
Artikel Sunnah Rosul
Pada intinya, artikel dari kabarmakkah.com tersebut mengatakan atau mengingatkan bahwa hadis yang menyebutkan bahwa berhubungan suami istri dimalam jumat itu adalah palsu. Tidak jelas sumbernya dan kebenarannya. Hingga kini juga penulis belum sempat tanya kepada ustad atau mencari lebih detail mengenai hal ini. Yang jelas, selalu menjaga hubungan suami istri seperti itu merupakan hal yang baik dan dapat membuat hubungan semakin harmonis. Asalkan dilakukan dengan pasangan halal hal ini tentu saja tidak salah bukan?
Berikut ini salah satu hadis yang diambil dari quranhadis.com, mengenai pahala berhubungan suami istri:
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, "Dalam kemaluanmu itu ada sedekah." Sahabat lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?."Rasulullah menjawab, "Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala."(HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)
Jumat Kliwon
Selain hal diatas, malam jumat yang lainnya adalah dengan tambahan kliwon. Malam jumat kliwon tentu saja hanya ada di Jawa. Namun sudah dikenal seantero Indonesia. Coba cek saja, dengan hanya mengetikkan kata malam jumat kliwon, kita mendapatkan berbagai macam pilihan. Dari berbagai artikel yang membahas penampakan, ritual, dan sebagainya. Sudah tahu sendiri-lah jika bahas malam jumat yang satu ini. Berikut penampakannya:
Penelusuran Jumat Kliwon
Saya tidak akan terlalu banyak membahas yang satu ini. Karena dari anda pasti sudah tahu akan malam yang sangat dinantikan oleh sebagian orang ini. Tentu saja jika dinantikan berarti ada suatu pesta penyambutan atau perayaan. Ada yang takut (seperti saya) ada juga yang gembira dengan datangnya malam jumat weton kliwon.

Malam Jumat Para Santri
Beda lagi kalo kita membahas malam jumat di kota santri. Pada malam ini banyak orang melakukan berbagai amalan. Para orang tua ada yang tahlilan sekaligus rapat warga, yang muda ada yang sholawatan/ndibaan/albarjanji dan sebagainya. Ada pula yang membaca surat yasin. Malam jumat sendiri terdapat beberapa keistimewaaan. Diantaranya:
  1. Hari Jum'at adalah Hari Terbaik;
  2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a;
  3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya;
  4. Hari tatkala Allah SWT menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga;
  5. Hari besar yang berulang setiap pekan;
  6. Hari dihapuskannya dosa-dosa;
  7. Jalannya Orang yang Shalat Jum'at adalah Pahala;
  8. Orang yang Wafat pada Malam atau Hari Jum'at adalah Khusnul Khatimah;
  9. Hari paling utama di dunia karena Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya, hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga, Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi, dan Hari akan terjadinya kiamat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
"Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya. (HR. Muslim)"
Dari berbagai macam keistimewaan malam atau hari jumat tersebut, maka banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengisinya. Bebera diantaranya adalah membaca alquran, perbanyak sholawat dan sebagainya.Berikut ini hadis mengenai amalan dimalam jumat:
“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Mekkah)” (HR. Ad Darimi).

“Perbanyaklah shalawat untukku pada hari jum’ah dan malam jumah, karena barangsiapa yang bershalawat untukku dengan satu shalawat, niscaya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali” (HR. Baihaqi).
Nah, cukup rasanya membahas malm jumat. Banyak sekali hal yang dapat dilakukan dimalam ini. Tentu saja dengan amalan dan cara yang berbeda-beda pula. Apapun itu, penulis mengucapkan: "Selamat Malam Jumat, Bagi Anda yang merayakan!".



Referensi:

  1. Makintau.com, beberapa keistimewaan hari jumat dalam islam, 15 Mei 2015, diperoleh pada tanggal 1 September 2016 pada : http://www.makintau.com/2014/11/beberapa-keistimewaan-hari-jumat-dalam-islam.html 
  2. inilahrisalahislam, ini amalan sunah malam jumat yang sebenarnya, diperoleh tanggal 16 September 2016 pada: http://inilahrisalahislam.blogspot.co.id/2013/10/ini-amalan-sunah-malam-jumat-yang.html

Friday, August 19, 2016

Kinerja Auditor Internal

Kinerja secara etimologi, berasal dari kata prestasi kerja (performance). Menurut Hasibuan (2009:94) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Definisi kinerja karyawan menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya.
Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu.
Kinerja Auditor Internal
Esya (2008) mendefiniskan Kinerja Auditor adalah sebagai ekspresi potensi kerja auditor berupa perilaku kerja seorang auditor dalam melaksanakan tugas kerja untuk mencapai hasil kerja yang optimal, yang dapat diukur melalui faktor obyektif (hasil kerja dan disiplin kerja) dan factor subjektif (inisiatif, kerjasama dan loyalitas). 

Definisi "Kinerja auditor" menurut Goldwasser (1993) dalam Fannani dkk (2008) adalah:
Kinerja auditor merupakan perwujudan kerja yang dilakukan dalam rangka mencapai hasil keria yang lebih baik atau lebih menonjol ke arah tercapainya tujuan organisasi. Pencapaian kinerja auditor yang lebih baik harus sesuai dengan standar dan kurun waktu tertentu, yaitu: (1) kualitas kerja—yaitu mutu penyelesaian pekerjaan dengan bekerja berdasar pada seluruh kemampuan dan keterampilan, serta pengetahuan yang dimiliki oleh auditor; (2) kuantitas kerja—yaitu jumlah hasil kerja yang dapat diselesaikan dengan target yang menjadi tanggung jawab pekerjaan auditor, serta kemampuan untuk memanfaatkan sarana dan prasarana penunjang pekerjaan; (3) ketepatan waktu—yaitu ketepatan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan waktu yang tersedia.”
Menurut beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian Kinerja Auditor adalah suatu hasil karya yang dicapai oleh seseorang auditor dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya secara kualitas dan kuantitas yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan waktu yang diukur dengan mempertimbangkan kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu.

Adapun dimensi dan indikator kinerja auditor menurut menurut Goldwasser (1993) dalam Fannani dkk (2008) adalah: 

1. Kualitas kerja, yaitu: 
a. Mutu penyelesaian pekerjaan dengan bekerja berdasar pada seluruh kemampuan dan keterampilan, serta
b. Pengetahuan yang dimiliki oleh auditor; 
2. Kuantitas kerja, yaitu: 
a. Jumlah hasil kerja yang dapat diselesaikan dengan target yang menjadi tanggung jawab pekerjaan auditor,
b. Serta kemampuan untuk memanfaatkan sarana dan prasarana penunjang pekerjaan; 
3. Ketepatan waktu, yaitu: 
Ketepatan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan waktu yang tersedia.

Friday, August 12, 2016

Terhadap Kinerja Auditor Internal, Apa Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Internal?

Indonesia merupakan negeri yang sedang berkembang yang memiliki berbagai jenis perusahaan yang beraneka ragam. Terdapat perusahaan swasta maupun perusahaan milik pemerintah yang ikut meramaikan persaingan usaha di bumi pertiwi ini. Dengan perusahaaan yang selalu berkembang, manajemen tidak bisa mengawasi secara langsung kinerja perusahaan apakah sudah berjalan secara efektif, efisien dan ekonomis. Salah satu profesi yang dapat diberdayakan oleh manajemen untuk melakukan fungsi pengawasan ini adalah Auditor Internal. Audit internal adalah sebuah aktivitas konsultasi dan keyakinan objektif yang dikelola secara independen di dalam organisasi dan diarahkan oleh filosofi penambahan nilai untuk meningkatkan operasional perusahaan (Sawyer 2009 : 8). Keberadaan Audit Internal pada BUMN sudah diatur berdasarkan Undang-undang RI No. 19 Tahun 2003 mengenai BUMN Pasal 67 yang menyebutkan bahwa pada setiap BUMN dibentuk satuan Pengawas internal yang merupakan aparat pengawas internal perusahaan. 

Audit internal membantu organisasi dalam mencapai tujuan dengan menerapkan pendekatan yang sistematis dan berdisiplin untuk mengevakuasi kontrol dan pengelolaan organisasi (Sawyer, 2009 : 8). Auditor internal 
diharapkan dapat membuat kinerja perusahaan lebih efektif, efisien dan ekonomis. Melalui pengawasan internal yang baik dapat diketahui apakah suatu perusahaan pemerintah telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya secara efektif dan efisien, serta sesuai dengan rencana, kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga perlu ditingkatkan kinerja para auditor agar dapat membatu tercapainya tujuan perusahaan.

Kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Kinerja auditor merupakan perwujudan kerja yang dilakukan dalam rangka mencapai hasil kerja yang lebih baik atau lebih menonjol ke arah tercapainya tujuan organisasi. Pencapaian kinerja auditor yang lebih baik harus sesuai dengan standar dan kurun waktu tertentu. 

Menurut Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan tantangan bagi daya saing Indonesia. Sehingga, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi hal yang mutlak diperlukan, termasuk bagi internal auditor. Ia menambahkan, kesiapan aparat internal auditor dalam meghadapi MEA menjadi kunci keberhasilan indonesia ke depan. "Kalau tenaga kerja terdidik kita tidak siap, maka bisa kita bayangkan nanti tenaga internal auditor datang dari pasar bebas ASEAN," ujar Wamenkeu dalam Seminar Nasional Internal Audit 2015 di Solo, Rabu (15/04). Ungkapan dari Wamenkeu ini tentu saja menjadi pertanyaan besar apakah auditor internal telah benar-benar siap untuk menghadapi MEA, apakah kinerja auditor internal sudah siap menghadapi auditor-auditor dari pasar bebas ASEAN, dan apakah auditor internal sudah siap bersaing dengan auditor internal dari ASEAN. (http://www.kemenkeu.go.id/Berita/hadapi-mea-auditor-internal-harus-tingkatkan-daya-saing).

Akibat dari kinerja auditor yang tidak baik adalah terjadinya kompromi antara koruptor dan auditor. Menurut Roy Salam seorang peneliti dari Indonesia Budget Center (IBC) “terjadi cincai-cincai (kompromi) antara auditor dengan koruptor” (sumber: http://www.jpnn.com/ read/ 2014/ 06/ 06/ 238674/ Yang-Terjadi,-Cincai-cincai-Auditor-dengan-Koruptor-). Hal ini tentu saja menjadi kabar yang kurang baik terhadap kinerja auditor. Selain itu, sepanjang semester pertama 2014 BPK menemukan 8.323 kasus ketidakpatuhan pada perundang-undangan senilai Rp 30,87 triliun dan 6.531 kasus kelemahan sistem pengendalian internal (Sumber: http://www.tempo.co). Fenomena-fenomena diatas menujukkan bahwa kinerja auditor masih rendah sehingga dibutuhkan kinerja auditor yang baik secara kualitas dan kuantitas agar negara ini terbebas dari korupsi dengan auditor-auditor yang memiliki kompetensi serta indepensi yang baik dalam melaksanakan profesinya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara dimana juga memiliki Auditor internal yang memiliki tugas untuk membantu perusahaan mencapai tujuannya. Menarik untuk diketahui bagaimana kesiapan auditor internal di PT KAI (Persero) menghadapi pasar bebas ASEAN.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja diantaranya adalah Kompetensi dan Independensi seorang auditor. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17). Auditor internal juga harus menjaga reputasinya agar tetap objektif dan bebas dari bias. Sebagai sebuah profesi, auditor internal memiliki kerangka ilmu (Common body of knowledge). Kerangka tersebut membentuk dasar-dasar konseptual dan berlakunya sebagai standar pendidikan, pelatihan, perekrutan, dan uji kompetensi bagi yang ingin menjadi seorang auditor. Kompetensi dapat diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan kedalam hal-hal yang berhubungan dengan tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan dan sebagus apa yang harus dilakukan. 
Kinerja Auditor via cybex
Selain itu, untuk memenuhi predikat auditor yang profesional seorang auditor harus memiliki independensi untuk memenuhi kewajiban profesionalnya. Auditor internal yang profesional harus memiliki independensi untuk memenuhi kewajiban profesionalnya; memberikan opini objektif, tidak bias, dan tidak dibatasi; dan melaporkan masalah apa adanya, bukan melaporkan sesuai keinginan eksekutif atau lembaga. Auditor internal harus bebas dari hambatan dalam melaksanakan auditnya. Hanya dengan begitu auditor internal bisa disebut melaksankan audit dengan profesional (Sawyer’s, 2009:35). Kompetensi dan independensi memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja para auditor internal (Oktaria dan Tjandrakirana : 2012).

Wednesday, August 10, 2016

Independensi Auditor Internal

Auditor juga harus bebas dari pengaruh klien dalam melaksanakan auditnya dan melaporkan temuan-temuannya. Independensi menurut Hery (2010:74) adalah suatu kemandirian yang dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan tanpa prasangka. Mulyadi (2009:26) menjelaskan bahwa independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain.
Independensi menurut Sawyer’s (2009:7) merupakan suatu sikap yang harus bebas dari hambatan, memberikan opini yang objektif, tidak bias, tidak dibatasi, dan melaporkan masalah yang sebenarnya, bukan berdasarkan keinginan eksekutif atau lemabaga. Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa indepensi merupakan suatu sikap yang bebas dan tidak terpengaruh, tidak memihak, dan melaporkan suatu kejadian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Kumaat (2011:9) menjelaskan bahwa independensi merupakan kata kunci yang paling penting untuk menilai peran internal audit. Kumaat menambahkan bahwa “Independensi internal audit” = keberpihakan internal audit pada kebenaran factual, yang di tinjau dari:
1. “Adanya bukti serta data material yang otentik, relevan, dan cukup
2. Adanya praktek bisnis yang menjunjung tinggi etika/moral serta memperhatika resiko terukur
3. Adanya kapasitas tanggung jawab dan wewenang seseorang yang terukur dalam organisasi bisnis
4. Adanya administrasi dan pengendalian yang memadai serta konsisten.”
Sedangkan menurut Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) (2007:24) menjelaskan bahwa Independensi adalah sebagai berikut:
“Dalam semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan pemeriksa, organisasi pemeriksa dan pemeriksa, harus bebas dalam sikap mental dan penampilan dari gangguan pribadi, ekstern, dan organisasi yang dapat mempengaruhi independensinya.”
Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Independensi sikap mental yang bebas dari pengaruh dari gangguan pribadi, ekstern dan organiasi serta melaporkan suatu kejadian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Independensi Auditor Internal
Menurut Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (2007:25-29) yang mengemukakan tiga macam gangguan terhadap independensi yaitu: 

1. “Gangguan Pribadi 

Organisasi pemeriksa harus memiliki sistem pengendalian mutu intern untuk membantu menentukan apakah pemeriksa memiliki gangguan pribadi terhadap independensi. Organisasi pemeriksa perlu memperhatikan gangguan pribadi terhadap independensi petugas pemeriksanya .Gangguan pribadi yang disebabkan oleh suatu hubungan dan pandangan pribadi mungkin mengakibatkan pemeriksa membatasi lingkup pertanyaan dan pengungkapan atau melemahkan temuan dalam segala bentuknya. Pemeriksa bertanggung jawab untuk memberitahukan kepada pejabat yang berwenang dalam organisasi pemeriksanya apabila memiliki gangguan pribadi terhadap independensi. Gangguan pribadi dari pemeriksa secara individu meliputi antara lain: 
  • a. Memiliki hubungan pertalian darah ke atas, ke bawah, atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan jajaran manajemen entitas atau program yang diperiksa atau sebagai pegawai dari entitas yang diperiksa, dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh langsung dan signifikan terhadap entitas atau program yang diperiksa. 
  • b. Memiliki kepentingan keuangan baik secara langsung maupun tidaklangsung pada entitas atau program yang diperiksa. 
  • c. Pernah bekerja atau memberikan jasa kepada entitas atau program yangdiperiksa dalam kurun waktu dua tahun terakhir. 
  • d. Mempunyai hubungan kerjasama dengan entitas atau program yang diperiksa. 
  • e. Terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan obyek pemeriksaan, seperti memberikan asistensi, jasa konsultasi, pengembangan sistem, menyusun dan/ atau mereviu laporan keuangan entitas atau program yang diperiksa. 
  • f. Adanya prasangka terhadap perorangan, kelompok, organisasi atau tujuan suatu program, yang dapat membuat pelaksanaan pemeriksaan menjadiberat sebelah. 
  • g. Pada masa sebelumnya mempunyai tanggung jawab dalam pengambilankeputusan atau pengelolaan suatu entitas, yang berdampak pada pelaksanaan kegiatan atau program entitas yang sedang berjalan atau sedang diperiksa. 
  • h. Memiliki tanggung jawab untuk mengatur suatu entitas atau kapasitasyang dapat mempengaruhi keputusan entitas atau program yang diperiksa, misalnya sebagai seorang direktur, pejabat atau posisi senior lainnya dari entitas, aktivitas atau program yang diperiksa atau sebagai anggota manajemen dalam setiap pengambilan keputusan, pengawasan atau fungsi monitoring terhadap entitas, aktivitas atau program yang diperiksa. 
  • i. Adanya kecenderungan untuk memihak, karena keyakinan politik atau sosial, sebagai akibat hubungan antar pegawai, kesetiaan kelompok, organisasi atau tingkat pemerintahan tertentu. 
  • j. Pelaksanaan pemeriksaan oleh seorang pemeriksa, yang sebelumnya pernah sebagai pejabat yang menyetujui faktur, daftar gaji, klaim, dan pembayaran yang diusulkan oleh suatu entitas atau program yang diperiksa. 
  • k. Pelaksanaan pemeriksaan oleh seorang pemeriksa, yang sebelumnya pernah menyelenggarakan catatan akuntansi resmi atas entitas/unit kerja atau program yang diperiksa. 
  • l. Mencari pekerjaan pada entitas yang diperiksa selama pelaksanaanpemeriksaan. 

2. Gangguan Ekstern 

Gangguan ekstern bagi organisasi pemeriksa dapat membatasi pelaksanaan pemeriksaan atau mempengaruhi kemampuan pemeriksa dalammenyatakan pendapat atau simpulan hasil pemeriksaannya secara independen dan obyektif. Independensi dan obyektifitas pelaksanaan suatu pemeriksaan dapat dipengaruhi apabila terdapat: 
  • a. Campur tangan atau pengaruh pihak ekstern yang membatasi atau mengubah lingkup pemeriksaan secara tidak semestinya. 
  • b. Campur tangan pihak ekstern terhadap pemilihan dan penerapan prosedur pemeriksaan atau pemilihan sampel pemeriksaan. 
  • c. Pembatasan waktu yang tidak wajar untuk penyelesaian suatu pemeriksaan. 
  • d. Campur tangan pihak ekstern mengenai penugasan, penunjukan, dan promosi pemeriksa. 
  • e. Pembatasan terhadap sumber daya yang disediakan bagi organisasi pemeriksa, yang dapat berdampak negatif terhadap kemampuan organisasi pemeriksa tersebut dalam melaksanakan pemeriksaan. 
  • f. Wewenang untuk menolak atau mempengaruhi pertimbangan pemeriksa terhadap isi suatu laporan hasil pemeriksaan. 
  • g. Ancaman penggantian petugas pemeriksa atas ketidaksetujuan dengan isi laporan hasil pemeriksaan, simpulan pemeriksa, atau penerapan suatu prinsip akuntansi atau kriteria lainnya. 
  • h. Pengaruh yang membahayakan kelangsungan pemeriksa sebagai pegawai, selain sebab-sebab yang berkaitan dengan kecakapan pemeriksa atau kebutuhan pemeriksaan. 

3. Gangguan Organisasi 

Independensi organisasi pemeriksa dapat dipengaruhi oleh kedudukan, fungsi, dan struktur organisasinya. Dalam hal melakukan pemeriksaan, organisasi pemeriksa harus bebas dari hambatan independensi. Pemeriksa yang ditugasi oleh organisasi pemeriksa dapat dipandang bebas dari gangguan terhadap independensi secara organisasi, apabila melakukan pemeriksaan di luar entitas tempat ia bekerja.”

Thursday, August 4, 2016

Cara Mencetak (Print) Artikel Menjadi Sebuah Buku (Booklet)

Membaca sebuah artikel pada sebuah laptop atau PC dengan membaca langsung di Buku amatlah berbeda. Saya rasakan membaca melalui media laptop dan PC lebih cepat membuat mata lelah dan tidak dapat menandai apa yang kita baca. Apalagi artikel yang di baca ber-format .pdf. Beda lagi membaca melalui buku. Jika membaca langsung dari buku amatlah mudah dan dapat diberikan tanda seperti sekat/pembatas dan di beri mark menggunakan pensil atau pensil warna.
Booklet via fedex
Nah, berbicara hal tersebut, saya memiliki sedikit tips jika Anda menginginkan membaca artikel dari hasil download atau file berjenis digital dan menjadikannya buku. Bagaimana cara mencetak (print) artikel menjadi sebuah buku arga mudah dibaca, ditandai dan dibawa sebagai pengingat. Silahkan ikuti cara sebagai berikut ini.

1. Buka dokumen/file berbentuk digital anda baik berbentuk dokumen dari microsoft office ataupun pdf;
2. Setelah file terbuka pencet CTRL+P pada keyboard atau PRINT;

3. Setting print dan Pilih BOOKLET;
4. Pastikan page setup dokumen sama dengan kertas dokumen yang akan mencetak file dan Anda dapat mengatur dengan beberapa pilihan didalamnya; 
5. Setelah semua settingan terpilih, klik OK lalu klik tombol PRINT;
6. Proses mencetak akan dilakukan secara bertahap karena booklet atau buku yang dibuat halamnnya bolak-balik;
7. Tahap pertama, cetakan dengan urutan ganjil. 
8. Tahap kedua, pada layar monitor akan terbuka jendela (Warning Printer) untuk mencetak halaman genap. Perhatikan cara menaruh kertas hasil cetakan tahap pertama dengan posisi seperti yang ditampilkan pada layar.

9. Setelah semua tercetak Anda hanya perlu melipat dan mensteples hasil print agar nampak seperti buku.


Dengan beberapa langkah diatas, buku yang dapat mempermudah Anda dalam proses membaca telah selesai. Perlu diingat bahwa ketika proses mencetak (Print) pastikan tidak ada kertas yang slip karena dapat membuat pekerjaan mencetak buku/booklet berantakan. Demikian sedikit tips dari masimam (dot) com semoga bermanfaat!

Monday, July 25, 2016

Kompetensi Auditor Internal

Dalam menunjang kinerjanya, Auditor harus memiliki Kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaannya. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17).

Terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan kompetensi auditor diantaranya adalah Mulyadi (2009:58) yang menjelaskan bahwa:
“Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang di berikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti di syaratkan oleh prinsip etika.”
Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely suhayati (2010:2) menjelaskan kompetensi adalah:
“Kompetensi artinya auditor harus mempunyai kemampuan, ahli dan berpengalaman dalam memahami kriteria dan dalam menentukan jumlah bahan bukti yang dibutuhkan untuk dapat mendukung kesimpulan yang akan diambil.”
Menurut Arens, et al. (2008:42) yang dialih bahasakan oleh Herman Wibowo menyatakan bahwa:
“Kompetensi sebagai keharusan bagi auditor untuk memiliki pendidikan formal di bidang auditing dan akuntansi, pengalaman praktik yang memadai bagi pekerjaan yang sedang dilakukan, serta mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan.”
Spencer dan Spencer dalam Palan (2007:84) mengemukakan bahwa kompetensi menunjukkan karakteristik yang mendasari perilaku yang menggambarkan motif, karakteristik pribadi (ciri khas), konsep diri, nilai-nilai, pengetahuan atau keahlian yang dibawa seseorang yang berkinerja unggul (superior performer) di tempat kerja. Ada 5 (lima) karakteristik yang membentuk kompetensi yakni:

1. “Pengetahuan; Faktor pengetahuan meliputi masalah teknis, administratif, proses kemanusiaan, dan sistem. 
2. Keterampilan; merujuk pada kemampuan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. 
3. Konsep diri dan nilai-nilai; merujuk pada sikap, nilai-nilai dan citra diri seseorang, seperti kepercayaan seseorang bahwa dia bisa berhasil dalam suatu situasi. 
4. Karakteristik pribadi; merujuk pada karakteristik fisik dan konsistensi tanggapan terhadap situasi atau informasi, seperti pengendalian diri dan kemampuan untuk tetap tenang dibawah tekanan. 
5. Motif; merupakan emosi, hasrat, kebutuhan psikologis atau dorongan-dorongan lain yang memicu tindakan.”

Berdasarkan defisinisi diatas kompetensi dapat disimpulkan sebagai segala sesuatu yang dimiliki oleh seseorang berupa pengetahuan ketrampilan dan pengalaman serta faktor-faktor internal individu lainnya untuk dapat mengerjakan sesuatu pekerjaan.

Komponen Kompensti Auditor internal yang tidak terpisahkan  menurut Mulyadi (2009:58) adalah: 
1. Pendidikan, dan 
2. Pengalaman. 

Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seyogianya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka punyai. Dalam semua penugasan dan dalam semua tanggug jawabnya, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan menyakinkan bahwa kualitas jasa yang diberikan memenuhi tingkat profesionalisme tinggi seperti disyaratkan oleh prinsip etika. 

Pemerintah mensyaratkan Pengalaman Kerja sekurang-kurangnya tiga tahun sebagai akuntan dengan reputasi baik di bidang audit bagi akuntan yang ingin memperoleh izin praktik dalam profesi akuntan publik (Mulyadi, 2009:58). Selain itu untuk meningkatlan kompetensi profesional menurut Jaafar dan Sumiyati (2008: 123) dapat dibagi menjadi 2 fase terpisah: 

a. “Pencapaian kompetensi profesional. Pencapaian kompetensi profesional pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh pendidikan khusus, pelatihan dan ujian profesional dalam subyek-subyek yang relevan, dan pengalaman kerja. Hal ini harus menjadi pola pengetahuan yang normal untuk anggota. 

b. Pemeliharaan Kompetensi Profesional. 
  • Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui komitmen untuk belajar dan melakukan peningkatan profesional secara berkesinambungan selama kehidupan profesional anggota. 
  • Pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntansi, termasuk diantaranya pernyataan-pernyataan akuntansi, auditing, dan peraturan lainnya, baik nasional maupun internasional yang relevan. 
  • Anggota harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten dengan standar nasional dan internasional.”
Ilustrasi oleh wartariau

Thursday, July 21, 2016

Plus Minus Pokemon Go

Pokemon go! Siapa yang tidak kenal game yang lagi digandrungi banyak orang ini. Pokemon go sendiri adalah sebuah permainan realitas tertambah dalam smartphone yang dikembangkan oleh Niantic, sebuah perusahaan sempalan milik Google, yang tersedia pada perangkat iOS dan Android secara terbatas di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Jerman.
Pokemon Go
Pokemon sendiri diciptakan oleh Satoshi Tajiri pada tahun 1995. Pada mulanya, Pokémon adalah seri permainan video yang identik dengan konsol Game Boy. Pokémon merupakan permainan video tersukses kedua di dunia setelah serial Mario yang juga dimiliki oleh Nintendo. Pokémon sendiri muncul dalam beragam bentuk, yaitu permainan video, anime, manga, trading cards, buku, mainan, dan masih banyak lagi termasuk sekarang ini dalam bentuk game berbasis augmented reality (realitas tertambah) di ponsel pintar. Permainan Pokemon Go sendiri menggunakan GPS (Sistem Pemosisi Global). Anda bermain dengan berjalan-jalan di dunia nyata menangkap monster virtual yang menggemaskan seperti Pikachu dan Jigglypuff di tempat-tempat dekat lokasi ponsel Anda dan melatih mereka untuk bertanding.

Beberapa istilah yang ada pada permainan ini adalah :
  1. Pokemon: pocket monster (monster paket)
  2. Pokestop: tempat penting
  3. Pokeball: persediaan yang dapat dilempar untuk menangkap Pokemon untuk dilatih
  4. Gym: lokasi dimana Pokemon bertanding satu sama lain
  5. Pikachu: Pokemon yang paling terkenal dan menjadi ikon di budaya Jepang
Setelah mengenal permianan Pokemon go, kita masuk pada judul artikel ini yaitu plus minus permainan ini. Tentu saja setiap permainan memiliki dampak positif dan negatif. Lalu apa yang dapat diberikan oleh aplikasi buatan niantic ini?

Plus
Kita awali dengan Plus atau nilai tambah permainan ini. 
1. Secara langsung membuat pemainnya bergerak dan berolahraga
Permaianan pokemon go adalah permainan berbasis GPS sehingga untuk mendapatkan pokemon dan melakukan aktifitas game ini harus berjalan atau bahkan berlari. Sehingga secara tidak langung tubuh kita akan bergerak dan seperti olahraga. Hal ini tentu saja berbeda dengan game yang lainnya yang cenderung harus berlama-lama di depan PC.
Map Pokemon Go

2.  Menghasilkan pendapatan
Sudah banyak sekali akun-akun pokemon yang dijual di eBay. Caranya adalah memasang iklan pada eBay dengan harga tertentu. Salah satu contohnya adalah artikel yang dimuat oleh kompas menyatakan bahwa Akun "Pokemon Go" Level Tinggi Dijual Jutaan Rupiah. Daftar akun-akun Pokemon Go yang dijual ini sekarang sudah mulai muncul di berbagai situs atau media sosial, antara lain adalah Craiglist, PlayerUp, dan Facebook. Harganya pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah untuk yang berlevel tinggi dan memiliki pokemon langka.
Harga akun pokemon go di eBay


Minus
Sedangkan untuk dampak negatif dari pokemon go diantaranya adalah sebagai berikut: 
1. Menyita Waktu dan membuat tidak Fokus
Pokemon go sangatlah menyita waktu dan membuat orang cenderung ketagihan dan meninggalkan pekerjaannya. Kata Psikolog Vidyastuti, Jumat (15/7/2016) yang dikutip dari tribun news "Itu dampak dasar ketika orang bermain, secara umum akan menghabiskan waktu dan hal lain menjadi teralihkan. Apalagi game ini cara memainkan harus dengan berjalan ke luar rumah atau berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain,".

2. Membahayakan Jiwa Penggunanya
Banyak sekali kasus-kasus yang berikaitan dengan pokemon go. Dicuplik dari Liputan6.com dilaporkan bahwa dua orang gamer di kalifornia dikabarkan terjatuh dari tebing saat sedang bermain Pokemon Go. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, 13 Juli 2016 pukul 13.10 waktu setempat. Selain itu, solopos.com mengabarkan bahwa terjadi kecelakaan fatal terjadi di Auburn, New York, Amerika Serikat. Sebuah mobil menabrak pohon dan mengalami kerusakan lumayan parah.“Sang pengemudi mengakui kalau dia sedang memainkan Pokemon Go sembari mengemudi yang membuat dia hilang konsentrasi sehingga menabrak pohon,” demikian keterangan dari kepolisian setempat.
Kecelakaan Parah karena Pokemon go oleh Solopos
3. Dijadikan Modus
Akhir-akhir ini ada larangan untuk memainkan permainan pokemon go. Diantaranya larangan kapolri untuk memainkan pokemon diwilayah kepolisian. Kemudian adanya larangan memainkan pokemon di wilayah istana. Beberapa larangan ini sangat beralasan mengingat permainan ini dapat dijadikan modus untuk memata-matai suatu lokasi yang rahasia. Bahkan ada modus lain dimana ada pemuda yang kepergok melakukan mesum namun beralasan sedang mencari pokemon. Hal itu dikabarkan oleh brilio.net dimana di Sukoharjo, Jawa Tengah, sepasang muda-mudi terpergok mesum di sebuah ruko. Setelah ditangkap warga, mereka mengelak dituduh berbuat mesum. Namun pemuda tersebut mengelak dakwaan warga dan beralasan sedang mencari pokemon. Ada-ada saja memang! Hati-hati bagi para orang tua jika punya pemuda seperti ini!

Memang banyak sekali dampak plus dan minus terhadap permainan pokemon go. Kita sebagai user permainan tersebut tentu saja harus bijak untuk menggunakannya. Jangan sampai hanya demi pokemon pekerjaan utama kita terganggu. Saran saya adalah gunakan permainan ini untuk sarana refreshing dari suntuknya rutinitas sekaligus berolahraga. Syukur-syukur dapat menjual akun dan mendapatkan penghasilan darinya. Untuk pemerintah sebaiknya punya cara lain selain hanya melarang dengan surat edarannya. Alangkah baiknya pemerintah langsung mengontak google agar didaerah yang sangat vital tidak dapat menggunakan map atau bahkan di hapus dari peta google. Mengingat ini adalah hak teritorial NKRI.

Demikian sedikit ulasan mengenai Plus dan Minus Pokemon go. Ini menurut pemikiran saya, Jika Anda memiliki pemikiran yang lain, silahkan berikan komentar pada kolom yang telah disediakan. Salam gamers!!

Daftar Pustaka:
  1. BBC, Pokemon Go: Semua yang perlu diketahui, 12 Juli 2016, diperoleh tanggal 21 Juli pada situs http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160712_majalah_pokemon_go
  2. Kompas tekno, Akun "Pokemon Go" Level Tinggi Dijual Jutaan Rupiah, 18 Juli 2016, diperoleh tanggal 21 Juli pada situs: http://tekno.kompas.com/read/2016/07/18/13120017/Akun.Pokemon.Go.Level.Tinggi.Dijual.Jutaan.Rupiah
  3. Liputan6, Duh, Gara-Gara Pokemon Go Gamer Ini Terjatuh dari Tebing, 16 Juli 2016, diperoleh dari situs: http://tekno.liputan6.com/read/2553518/duh-gara-gara-pokemon-go-gamer-ini-terjatuh-dari-tebing
  4. Solopos, Mobil Remuk Tabrak Pohon Akibat Pengemudi Kejar Pokemon, 14 Juli 2016, diperoleh dari situs: http://www.solopos.com/2016/07/14/demam-pokemon-go-mobil-remuk-tabrak-pohon-akibat-pengemudi-kejar-pokemon-737168

Wednesday, July 13, 2016

Hidup Tanpa Tujuan Itu Hambar

Hidup adalah suatu proses yang memiliki arah dan tujuan. Tanpa arah dan tujuan kita akan tersesat dan tidak akan pernah mendapatkan makna dari hidup. Bagaikan masakan tanpa garam = "hambar". Bagi Anda yang hidup namun belum memiliki arah tujuan, silahkan luangkan waktu beberapa menit untuk membaca tulisan ini. Bagi saya, Hidup tanpa tujuan itu Hambar!

Kenapa hambar? karena kita tidak akan mencapai makna dari kehidupan ini. Tidak ada tantangan, tidak ada goal yang diraih dan kita tidak akan pernah mengetahui arah jalan hidup kita. Apakah sekarang ini Anda berumur 40 tahun masih lajang dan tanpa pekerjaan? Apakah Anda berumur 40 tahun punya pasangan namun tidak ada pekerjaan? Atau Anda berumur 40 tahun memiliki pekerjaan yang hebat namun tidak memiliki pasangan? ini adalah salah satu contoh apakah Anda memiliki goal untuk hidup di umur 40 tahun memiliki pasangan, pekerjaan hebat dan keturunan yang lucu! Semoga Anda yang membaca tulisan ini berumur 30 tahun kebawah sehingga Anda dapat menanta dan menyusun kembali tujuan dan goal hidup.
Ilustrasi oleh psikologikita
Ada orang yang bilang, saya akan menjalani hidup ini seperti air yang mengalir. Iya, air mengalir-pun memiliki tujuan dan arah, apakah turun ke lautan atau keatas menjadi butiran hujan. Disaat orang membutuhkan panduan hidup, maka disini kitab suci dari agama hadir. Buat saya adalah Alquran sebagai pedoman hidup. Dimana kita akan mendapatkan berbagai guide atau panduan untuk mendapatkan makna hidup, tujuan hidup dan arah hidup. Berikut ini saya Cuplik dari motivasi-islami.com tentang makna hidup menurut Alquran:
  1. Hidup Adalah Ibadah, Seperti yang tertuang pada (QS Adz Dzaariyaat:56),
    “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
    Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia agar menyembany-Nya (Ibadah). Dalam hal ini beribadah bukan sebatas menjalankan rukun islam seperti sholat, puasa, zakat dan haji. Namun juga dapat diimplementasikan dengan kehidupan sehari-hari seperti bekerja, bersuami, beristri, dan menjalankan sendi-sendi kehidupan yang lainnya.
    Untuk itu, jika tujuan hidup kita adalah beribadah, maka baiknya kita niatkan segala sesuatu yang kita lakukan dengan niat beribadah hanya kepada Allah SWT.

  2. Hidup Adalah Ujian, Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 yang terjemahnya,
    ”(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
    Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156 sbb,
    “dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”
    Jika hidup ini adalah ujian, maka layaknya kita selalu bersabar dan bertawakal karna Allah. Karena sesungguhnya segala ujian dan cobaan disertai dengan solusinya beserta derajat ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
  3. Kehidupan Akhirat adalah Lebih Baik, Dalam QS Ali ‘Imran [3]:14,
    “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).“
    QS Adh Dhuha [93]:4, “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”
    Kehidupan ini adalah sebuah permulaan untuk mencari bekal pada kehidupan diakhirat. Maka dari itu kita harusnya menyiapkan sebaik-baiknya dan mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk tujuan hidup di akhirat kelak.
  4. Hidup Adalah Sementara, Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman, “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.“
    Dalam QS Al Anbiyaa [21]:35, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.“
    Seperti yang dibahas pada poin ketiga diatas bahwa hidup didunia ini hanyalah sementara. Hanya "nunut ngombe" (bahasa jawa). Suatu saat kita akan kembali pada sang pencipta. Semua yang diperoleh didunia akan kita tingalkan untuk menghadap sang pencipta. lalu kita bisa apa?Jika demikian adanya, Alangkah baiknya kita menyiapkan diri dan memantaskan diri untuk kembali dengan keadaan yang baik.
Demikian tadi beberapa bait tulisan yang mengingatkan terutama bagi diri saya sendiri Agar hidup kita tidak hambar. Memiliki tujuan dan Arah sehingga kita tidak akan menyesal karena telah tersesat. Apabila dalam tulisan ini adalah kesalahan, sangat senang sekali apabila ada koreksi dari pembaca. Sekian dan terimakasih.



Daftar Pustaka :
  • Rahmat Mr. Power, Motivasi islam, didapat pada tanggal 13 Juni 2016 pada http://www.motivasi-islami.com/mencari-makna-hidup-agar-hidup-lebih-bermakna/