Tuesday, June 14, 2016

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah.

Audit Internal 
  1. Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independen
  2. Melayani kebutuhan organisasi, meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan. 
  3. Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi. 
  4. Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah. 
  5. Independen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen. 
  6. Menelaah aktivitas secara terus menerus
Audit Eksternal 
  1. Merupakan orang yang independen diluar perusahaan
  2. Melayani pihak ketiga yang memerlukan informasi keuangan yang dapat diandalkan. 
  3. Fokus pada ketepatan dan kemudahan pemahaman dari kejadian-kejadian masa lalu yang dinyatakan dalam laporan keuangan. 
  4. Sekali-sekali memerhatikan pencegahan dan pendeteksian kecurangan secara umum, namun akan memberikan perhatian lebih bila kecurangan terebut akan memengaruhi laporan keuangan secara material. 
  5. Independen terhadap manajemen dan dewan direksi baik dalam kenyataan maupun secara mental
  6. Menelaah catatan-catatn yang mendukung laporan keuangan secara periodik-biasanya sekali dalam setahun
Ilustrasi oleh mutiarapublic.com
Walaupun audit internal dan eksternal sama-sama independen dalam menjalankan aktivitas jasanya, namun audit internal tetap merupakan bagian yang integral (tidak dapat dipisahkan) dari struktur organisasi perusahaan yang dimana perannya adalah memberikan pengawasan serta penilaian secara terus menerus. Audit internal dikatakan independen apabila audit internal dapat menjalankan pekerjaannya secara bebas dan objektif.

0 comments:

Post a Comment