Saturday, June 18, 2016

Sebuah Anggrek Bulan pemberian

1 Juni 2016 menjadi tanggal yang bersejarah bagi halaman rumahku. Mengapa? Karena pada tanggal tersebut, kami (halaman rumah) kedatangan anggota baru berupa dua buah anggrek bulan. Sangat senang bukan main memang, dua buah anggrek bulan tersebut didapat dari seorang teman yang pernah bertugas di Papua. Ini berarti anggrek bulan pemberian ini merupakan jenis yang langsung berasal dari papua. Bukan dari peranakan yang dikembangkan dari Jawa.

Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) atau puspa pesona adalah salah satu bunga nasional Indonesia. Pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani Belanda, Dr. C.L. Blume. Secara garis keturunan berarti Anggrek bulan ini memiliki famili yang dapat ditelusuri. Kang Topik teman saya tersebut bilang jika Angrek yang diberikan merupakan 4 bersaudara. Satu diberikan pada saya, satu buat teman di cirebon dan dua masih dirumah kang opik. Begitu kira-kira garis keturunan Anggrek bulan pemberian.
Anggrek Bulan Pemberian
Dikutip dari Wikipedia, bahwa:
Anggrek bulan termasuk dalam tanaman anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga diameter 10 cm lebih.
Beralih ketopik perawatan. Bagaimana cara merawatnya? ini merupakan pertanyaan terbesar buat saya karena newbie dibidang per-Anggrek-an. Sambil semedi dan menapatkan wangsit dari mbah google, begini ini cara saya merawatnya.
  1. Tiga bulan pertama. saya siram dengan larutan gromor sebanyak 1/2 sendok untuk satu liter air. Hal ini berguna untuk merangsang pertumbuhan Anggrek.
  2. Pemupukan dan Nutrisi. Setelah tiga bulan, saya tempatkan Anggrek bulan pada pot yang lebih besar dan ditempatkan pada tempat yang mendapat sinar matahari pagi. pupuknya adalah Dekastar dengan ukuran 1/2 sendok per pot. Untuk lebih efektif, semprotkan pada daun karena daun pada Anggrek bulan dapat menyerap nutrisi lebih cepat daripada akar.
  3. Teknik penyiraman. Walaupun Anggrek kehidupan aslinya menempel pada pohon yang lain, namun perlu diketahui bahwa jangan sampai terlalu banyak mendapat air yang menggenang. Sehingga akan membuat akar jamuran dan justru akan mematikan. Lebih baik disiram secukupnya dengan menggunakan semprotan yang sangat halus pada daun Anggrek.
  4. Intensitas Cahaya. Sangat dianjurkan untuk menempatkan Anggrek yang mendapat cahaya pagi hingga 30%. Jangan terlalu panas karena akan menyebabkan Anggrek kering.
Demikian tadi kisah "sebuah Anggrek Bulan Pemberian", semoga bermanfaat buat Anda. Nantikan kisah berkebun saya yang lainnya. Salam.


Daftar Pustaka

  1. infoagribisnis, 3 Oktober 2014, 4 langkah penting cara merawat Anggrek bulan. diperoleh pada 18 Juni 2016 dari: http://www.infoagribisnis.com/2014/10/anggrek-bulan/
  2. Wikipedia, 10 Mei 2016, Anggrek bulan, diperoleh pada 18 Juni 2016 dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Anggrek_bulan

0 comments:

Post a Comment