Thursday, December 22, 2016

Romantika Kerja dan Keluarga

Kerja dan Keluarga merupakan kata yang berbeda makna namun sangat erat sekali hubungannya. Kita Kerja untuk Keluarga dan Keluarga bangga karena kita bekerja. Menurut Supriyadi (2003) Kerja adalah beban, kewajiban, sumber penghasilan, kesenangan, gengsi, aktualisasi diri, dan lain lain. Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga (Duvall dan Logan, 1986). Dari dua pengertian diatas terdapat hubungan antara kerja dan keluarga dimana kerja berkaitan dengan beban dan kewajiban yang harus dipikul untuk keberlangsungan budaya dan sosial dari anggota keluarga.
Ilustrasi oleh DOTS happy family cartoon
Pertanyaan yang sering timbul berkenaan dengan kata "Kerja" dan "Keluarga" diantaranya adalah:
Berapa gajimu sehingga engkau lupakan keluargamu?
Kenapa jauh-jauh cari kerja, memang tidak ada kerjaan yang dekat keluarga?
atau
Kenapa nggak minta sama boss biar bisa penempatan dekat keluarga?
Beberapa pertanyaan diatas pasti sering anda dengar bagi yang bekerja dan jauh keluarga. Beberapa hal berkenaan dengan pertanyaan diatas sudah saya analisa dan berikut ini kira-kira jawabannya.
Pertama, kenapa bekerja hingga jauh dari keluarga. Berapa sih gajimu? 
Dalam bekerja memang gaji adalah yang dicari sampai ada yang bilang "kerja ya nyari duit bukan nyari muka" heehee.. namun daripada itu beberapa faktor menjadi pertimbangan bagi sebagian orang memilih bekerja di luar kampung halaman.
  1. Gaji
    Gaji merupakan pertimbangan paling logis, Anda tidak mungkin rela meninggalkan keluarga jika gaji anda di perantauan sama dengan (=) gaji anda di kampung halaman;
  2. Prestise,
    Bekerja jauh bagi sebagian orang juga menjadi hal yang prestise (terhormat, berbeda, istimewa). Ibarat tukang bangunan di kampung dan tukang bangunan di Kota akan lebih bangga tukang bangunan di kota. Jika ditanya sama tetangga, kerja dimana mas? di Jakarta!!!;
  3. Berkembang,
    Selain itu ada sesuatu yang dapat diraih bekerja jauh dari keluarga yaitu perkembangan. Baik perkembangan karir maupun ilmu. Jauh dari keluarga akan membuat anda semakin berkonsentrasi dalam melaksanakan tugas dari pekerjaan dan dapat menggunakan waktu luang setelah bekerja dengan mengisi pengetahuan lain seperti melanjutkan sekolah, belajar musik atau menjalankan hobby yang disuka. Hal ini tentu saja menjadi sesuatu yang positif;
  4. Pengalaman,
    Pengalaman merupakan harta yang sangat sulit dicari, bahkan Anda tidak akan mendapatkan pengalaman dari bangku sekolah. Keluar dari kampung halamanlah yang akan menambah pengalaman, wawasan, relasi dan sebagainya. Pengalaman tidak akan cukup dari cerita teman atau sahabat, Anda haru mengalami sendiri untuk mendapatkan pengalaman itu sendiri.
Kedua, Siapa yang peduli dengan kerja dan keluarga?
Memang tidak akan ada yang peduli dengan pekerjaan dan keluarga selain kita sendiri. Apalagi bagi Anda seorang pria, bekerja adalah kewajiban Anda. Karena bekerja adalah salah satu kewajiban untuk menafkahi anak dan istri. Walaupun ada yang bilang "buat apa saya kerja jika tidak bisa bersama keluarga!" Pernyataan ini ada benarnya namun banyak juga salahnya. Benarnya adalah memang kita harus dekat keluarga karena kita harus tau keadaan kelaurga. Namun dengan anda dekat keluarga maka kesempatan untuk mendapatkan gaji yang layak, prestise, perkembangan dan pengalaman tidak akan diperoleh. Oke, Anda bekerja dan dekat keluarga, namun jika gaji Anda tidak cukup apa kamu akan lembur untuk mendapatkan gaji lebihi? itu juga Anda akan terbatas bertemu keluarga karena pergi pagi buta dan pulang gelap gulita. Paling juga korupsi atau pungli untuk mendapatkan uang lebih!! Astagfirullah... 
Alangkah lebih mulianya jika kita dapat melaksanakan pekerjaan sesuai tugas dan tanggungjawab dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai anggota keluarga bukan? Ingattt.. saat bekerja, kita sudah akad bahwa siap ditempatkan dimana saja dan berkewajiban melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggungjawab.

Ketiga, Jikapun harus bekerja jauh dari keluarga, dimana tempat seharusnya?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, seharusnya kita telah berpikir ada resiko ketika kit atelah akad dengan perusahaan atau instansi, termasuk penempatan dalam melaksanakan pekerjaan. Banyak orang yang juga memikirkan mengenai hal ini. Salah satu contoh orang yang bekerja di PT KAI, dia bilang "Nggak apa-apalah kerja di KAI kan cuman Jawa Sumatera". Padahal sekarang ini kereta api sedang expansi di pulau sulawesi, kalimantan bahkan papua. Saya pikir, tidak perlu mengeluh soal penempatan kerja yang penting daerah tersebut ada listrik dan internet. Itu akan membuat anda mudah berkomunikasi dengan keluarga Anda. Jika daerahnya terpencil, maka keputusan besar harus dibuat antara membawa keluarga ke daerah tempat kerja atau Anda Resign.

Keempat, Sampai kapan Anda akan jauh-jauhan dengan keluarga?
pertanyaan ini sangat penting, kenapa? karena pertanyaan ini merupakan sebuah goal yang harus diraih. Anda dapat membuat batasan/ goal mengenai pertanyaan tersebut. Seperti: sampai dapat modal buat usaha sendiri, sampai saya jadi direktur, sampai batas kemampuan saya, sampai pensiun dan sebagainya. Goal tersebut dapat Anda tentukan secepatnya!!

Kelima, Apa solusi buat yang kerja jauh dari keluarga?
Solusi dari semua ini adalah transportasi. Usahakan pekerjaan Anda dekat dengan Stasiun, terminal atau bandara sehingga Anda cepat sampai dirumah. Pastikan anda bertemu keluarga secara reguler dan kualitaskan pertemuan tersebut. Selalu pantau keluarga Anda melalui telpon, whatapp, atau video call, tanya kabar, kondisi dan bercanda dengan keluarga Anda. Maksimalkanlah waktu yang Anda punya ketika dapat berjumpa dengan keluarga. Ambil cuti karena itu hak dari setiap bekerja.

Bekerja dan keluarga merupakan romantika yang tiada tara. Dengan Anda bekerja untuk keluarga itu merupakan sesuatu yang sangat mulia karena bekerja dan bekerja akan mengangkat derajat dari keluarga Anda baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Tetap bekerja dan jangan lupakan keluarga karena keluarga akan mengurusimu disaat perusahaan sudah tidak memerlukan tenagamu. 
Salam hangat untuk keluarga Anda dirumah!! 

0 comments:

Post a Comment