Tuesday, April 25, 2017

Stasiun Indralaya dan KA Kertalaya

Bagi Anda Warga Palembang pasti tidak asing dengan daerah bernama Indralaya. Daerah ini terletak antara jalan Palembang dan Prabumulih termasuk di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Stasiun yang dibuka pada 13 Maret 2008 ini merupakan Stasiun Ujung (Terminus). Stasiun Indralaya sendiri dipimpin oleh Seorang Kepala Stasiun dan beberapa PPKA. Sistem persinyalan Syasiun ini  masih menggunakan sinyal mekanik dimana tenaga penggeraknya masih menggunakan tuas-tuas bertenaga manusia. Stasiun Indralaya sangat istimewa karena hanya melayani Satu kereta yaitu KA Kertalaya.

KA Kertalaya merupakan Kereta Api yang menghubungkan Stasiun Kertapati dengan Indralaya sehingga disebut juga Kertalaya. Kereta ini merupakan KA Perintis yang sumber pembiayaannya dibiayai oleh Pemerintah. Tujuan utama dibangunnya Stasiun Indralaya dengan KA Kertalaya adalah untuk melayani keluarga besar UNSRI (Universitas Sriwijaya) yang terletak di Indralaya. Dengan adanya Kereta Api Kertalaya diharapkan Mahasiswa UNSRI dapat dengan mudah dan cepat terhubung dari Kota Kertapati dengan Indralaya.
KA Kertalaya Stabling di Stasiun Indralaya
Di Bangunnya Moda transporasi ular besi merupakan salah satu usaha dari pemerintah untuk mobilitas penduduk Palembang. Mengingat, Kota palembang dengan Indralaya letaknya cukup jauh dan semakin padatnya perjalanan darat dari Palembang dan Prabumulih. Karena dibiayai oleh pemerintah maka KA Perintis Kertalaya ini sangatlah terjangkau oleh penumpangnya. Saat ini tiket KA Kertalaya hanya Rp3.000,00. Anda juga dapat menikmati layanan KA ini dengan KA Kertalaya No.S13 dengan Rute Kertapati pukul 7.30 dan sampai di Indralaya pukul 08.00 WIB. Sedangkan untuk KA Kertalaya dengan No.S14 Rute Indralaya pukul 14.18 dan sampai di Kertapati pukul 14.48 WIB.

KA Kertalaya dapat berjalan hingga 100 Km/Jam dengan Jarak Stasiun Kertapati dengan Stasiun Indralaya adalah sejauh 51,2 Km. Menggu Lokomotif Diesel (KRD) buatan PT INKA dengan 4 Kereta Ekonomi AC. PT INKA sendiri menghabiskan waktu selama 2 tahun untuk membuat KA ini dengan dana yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp 15 Milyar.

Beberapa waktu yang lalu, masimam.com sempat memotret dan merekam Stasiun Indralaya dan KA Kertalaya yang dapat anda lihat pada halaman youtube sebagai berikut:

Sangat beruntung sekali, masimam.com sebagai railfans dapat melihat dan menyaksikan KA Kertalaya di Stasiun Indralaya. Keberadaan kereta ini sangat menyanyat hati karena kereta yang diperuntukkan untuk mahasiswa ini sangat sepi peminat. padahal harga yang ditawarkan dan jadwal yang diberikan telah mengakomodir kebutuhan mahasiswa. Lambat laun, jika tidak ada peminat untuk menaiki moda transportasi ini, bisa saja KA Kertalaya dihentikan. Untung saja KA ini masih dibiayai atau didanai oleh pemerintah sehingga dapat bertahan hingga saat ini.

Bagi mahasiswa Unsri dan warga Palembang, Ayo galakkan naik kereta api. Selain lebih cepat, keamanan juga terjamin. Ayo naik kereta api!!





Referensi:
  • Wikipedia.org, 22 Januari 2017, Stasiun Indralaya, diperoleh pada tanggal 25 April 2017 disitus:https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Indralaya
  • Trijyafmplg,2015, mahasiswa unsri kembali nikmati kereta kertalaya, diperoleh pada tanggal 25 April 2017 disitus: http://trijayafmplg.net/berita/2015/01/mahasiswa-unsri-kembali-nikmati-kereta-kertalaya/
  • Wikipedia, 2009, Bus Rel Kertalaya, diperoleh pada tanggal 25 April 2017 pada situs: https://id.wikipedia.org/wiki/Bus_rel_Kertalaya


Monday, April 17, 2017

Martabak Har, Kulinernya Orang Palembang


Beberapa waktu yang lalu, ketika berdinas di Palembang ada kuliner yang manthab. Namanya adalah Martabak Har. Orang bilang kalau belum mencicipi martabak ini berarti belum merasakan makanan palembang. Tentu saja selain mpek-mpek sebagai makanan yang khas banget dengan kota ini. Martabak Har merupakan salah satu menu kuliner favorit di kota yang segera akan memiliki light rail transit (LRT) ini.
Martabak Har Kota palembang
Sebenarnya martabak har tidak berbeda dengan martabak yang lainnya, namun yang membedakan adalah isi telur (bebek/ayam) dipadu dengan kari kambingnya sangat menggugah rasa. Jenis makanan dari Haji Abdul Rozak merupakan hasil akulturasi dari makanan asli India. Namun makanan ini berbeda dengan makanan yang asal aktor shahrulkhan atau martabak lain yang ada di Bumi Indonesia. Martabak Har sangatlah berbeda dari martabak-martabak lainnya. Anda harus membuktikan langsung ke Palembang untuk mencicipinya.


Apabila anda ingin mencoba mengunjungi rumah makan martabak HAR yang pertama, anda bisa mengunjungi “Toko Kopi HAR” yang berada di Jln. Jendral Sudirman dekat bundaran air mancur Palembang (depan Masjid Agung Palembang). Tepatnya beralamat di: Jl. Jend. Sudirman No.537, 18 Ilir, Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121. Haji Abdul Rozak memperjual-belikan martabak ini sejak tanggal 7 Juli 1947. Jadi, Republik Indonesia baru berdiri, Martabak ini sudah Ada. Anda cukup mengeluarkan uang sekitar Rp15.000 untuk merasakan enaknya martabak Har. Murah meriah dan rasanya-pun ajib.

Untuk melihat reportase masimam.com menikmati Kuliner Khas palembang ini dapat melihat via Youtube dibawah ini.
Di video tersebut nampak jelas suasana yang asyik untuk menikmati lezatnya martabak yang dibumbui rempah-rempah khas India. Dinikmati dengan segelas kopi susu saya kira lebih manthab. Anda juga dapat menambahkan cabai untuk menambah sensasi pedas. Ketika saya datang ke toko martabak Har suasana masih sepi karena saya datang sekitar jam 09.00 WIB. Konon kabarnya toko ini akan ramai ketika jam istirahat siang atau saat malam menjelang. Anda tidak perlu kuatir untuk mencoba martabak ini kapanpun akan mencoba. Pagi, siang atau malam tidak jadi soal akrena makanan ini dapat dinikmati kapan saja. Apalagi ketika perut sedang lapar-laparnya.

Demikian sedikit informasi tentang kulinernya orang palembang. Semoga sedikit menambah referensi kuliner Anda ketika berjalan-jalan di kota Sriwijaya ini. 

Tuesday, April 11, 2017

Stasiun Kota Padang, Satu-satunya Stasiun di Provinsi Bengkulu

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan berkunjung di Satu-satunya Stasiun di Provinsi Bengkulu. Apalagi kalau bukan Stasiun Kota Padang. Stasiun Kotapadang (KOP) adalah stasiun kereta api yang berada di Kota Padang, Kota Padang, Rejang Lebong. Bagaimana hasil kunjungan saya ke Stasiun yang masih memberikan nuansa clasic nya ini? Berikut ini pengalaman saya pada bulan Maret 2017.
Stasiun Kotapadang
Stasiun kotapadang merupakan salah satu stasiun dibawah operasional Divre III palembang. Letaknya adalah diketinggian +107 m diatas permukaan laut dan berada di jalur km 528+945 antara Prabumulih lubuklinggau. Diapit oleh Stasiun muarasalim dan lubuklinggau. Kereta yang dilayani oleh stasiun ini adalah KA Serelo.

Sistem persinyalan masih menggunakan sinyal mekanik yang sangat terawat. PPKA sangat ramah dalam menyambut kedatangan kami. Lingkungan stasiun sangatlah bersih, walaupun atap-atapnya telah ada yang bolong. Kelemahan stasiun ini adalah berada di lingkungan yang jauh dari keramian sehingga okupansi penumpang sangatlah sedikit.
Jika anda tertarik mengenai kunjungan saya di Stasiun Kotapadang provinsi bengkulu ini, dapat melihat video sebagai berikut.
Mungkin cukup sekian informasi yang dapat saya berikan dari kunjungan di Stasiun provinsi bengkulu ini. Apabila teman-teman juga pernah mengunjungi stasiun ini, dapat meluangkan memberikan komentar di kolom yang telah disediakan. Jangan lupa untuk me-like fanspage dan men-subscribe channel youtube masimamcom.
Salam,