Monday, April 17, 2017

Martabak Har, Kulinernya Orang Palembang


Beberapa waktu yang lalu, ketika berdinas di Palembang ada kuliner yang manthab. Namanya adalah Martabak Har. Orang bilang kalau belum mencicipi martabak ini berarti belum merasakan makanan palembang. Tentu saja selain mpek-mpek sebagai makanan yang khas banget dengan kota ini. Martabak Har merupakan salah satu menu kuliner favorit di kota yang segera akan memiliki light rail transit (LRT) ini.
Martabak Har Kota palembang
Sebenarnya martabak har tidak berbeda dengan martabak yang lainnya, namun yang membedakan adalah isi telur (bebek/ayam) dipadu dengan kari kambingnya sangat menggugah rasa. Jenis makanan dari Haji Abdul Rozak merupakan hasil akulturasi dari makanan asli India. Namun makanan ini berbeda dengan makanan yang asal aktor shahrulkhan atau martabak lain yang ada di Bumi Indonesia. Martabak Har sangatlah berbeda dari martabak-martabak lainnya. Anda harus membuktikan langsung ke Palembang untuk mencicipinya.


Apabila anda ingin mencoba mengunjungi rumah makan martabak HAR yang pertama, anda bisa mengunjungi “Toko Kopi HAR” yang berada di Jln. Jendral Sudirman dekat bundaran air mancur Palembang (depan Masjid Agung Palembang). Tepatnya beralamat di: Jl. Jend. Sudirman No.537, 18 Ilir, Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30121. Haji Abdul Rozak memperjual-belikan martabak ini sejak tanggal 7 Juli 1947. Jadi, Republik Indonesia baru berdiri, Martabak ini sudah Ada. Anda cukup mengeluarkan uang sekitar Rp15.000 untuk merasakan enaknya martabak Har. Murah meriah dan rasanya-pun ajib.

Untuk melihat reportase masimam.com menikmati Kuliner Khas palembang ini dapat melihat via Youtube dibawah ini.
Di video tersebut nampak jelas suasana yang asyik untuk menikmati lezatnya martabak yang dibumbui rempah-rempah khas India. Dinikmati dengan segelas kopi susu saya kira lebih manthab. Anda juga dapat menambahkan cabai untuk menambah sensasi pedas. Ketika saya datang ke toko martabak Har suasana masih sepi karena saya datang sekitar jam 09.00 WIB. Konon kabarnya toko ini akan ramai ketika jam istirahat siang atau saat malam menjelang. Anda tidak perlu kuatir untuk mencoba martabak ini kapanpun akan mencoba. Pagi, siang atau malam tidak jadi soal akrena makanan ini dapat dinikmati kapan saja. Apalagi ketika perut sedang lapar-laparnya.

Demikian sedikit informasi tentang kulinernya orang palembang. Semoga sedikit menambah referensi kuliner Anda ketika berjalan-jalan di kota Sriwijaya ini. 

0 comments:

Post a Comment