Sunday, October 8, 2017

Apakah kamu suka writing?

Menulis adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menuangkan isi hati, gagasan, pemikiran kedalam sebuah tulisan. Beberapa waktu ini, saya yang memiliki beberapa blog sangat jarang menulis. Hal serupa juga terjadi dengan teman-teman masimam di akun instagram. Berdasarkan jajak pendapat yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu, dengan pertanyaan “Apakah kamu suka writing?” sebanyak 33% menjawab iya dan sisanya sebanyak 67% menjawab tidak. Survey dalam skala kecil ini membuat saya bertanya, kenapa teman-teman saya tidak suka menulis.
Hasil Survey Masimamcom
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dadang Sunendar yang di petik dari bangka tribunnews tanggal 21 November 2016 menyatakan bahwa: "Minat baca, minat menulis masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan negara di ASEAN. Lembaga survei internasional menunjuk tingkat literasi masih rendah. Dari Survei yang dilakukan PISA (Programme for International Student Assessment-red) dari 61 negara yang disurvei, Indonesia di posisi 60, satu dari yang terbawah,". Rendahnya minat menulis juga dipengaruhi dengan rendahnya minat baca di negeri ini. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Orang Indonesia lebih menyukai menonton melalui Televisi atau lain seperti youtube, Vidio, dan sebagainya.

Berikut ini, beberapa hal yang menyebabkan menulis menjadi hal yang tidak disukai versi masimam:
  1. Orang lebih suka menonton. Penulis melihat dalam beberapa pertunjukan musik, pentas film sangat mudah menarik penonton Indonesia dibandingkan dengan kegiatan seminar, bedah buku atau semacamnya. Contoh yang lainnya adalah dewasa ini masyarakat lebih suka menggunakan youtube dan instagram dalam mengaktualisasi diri daripada menulis pada blog. Hal ini menjadi indikator pertama yang sangat kasat mata dan mudah menilai mengapa orang tidak suka menulis.
  2.  Pekerjaan menulis kurang dihargai. Dewasa upah bagi penulis sebuah buku masih di bawah UMR untuk satu buku. Padahal dalam membuat sebuah buku dibutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan. Upah yang masih rendah ini tentu saja akan membuat penulis sedikit malas dalam menjalankan pekerjaannya.
  3. Tidak ada perpustakaan di kantor. Perpustakaan merupakan media informasi dan jendela dunia untuk mengembangkan ulmu pengetahuan. Nah, apakah dikantor Anda sudah ada perpustakaan? Jikapun telah ada perpus, apakah buku-bukunya merupakan buku terbaru? Hal ini juga dapat menjadi indikator bagi kantor Anda untuk melihat seberapa minat pekerja dalam hal menulis dan membaca.
  4. Latar belakang seseorang. Latar belakang seseorang menjadi penyebab seseorang memiliki minat dalam menulis. Jujur saja, awal mula saya menyukai dunia blogger adalah ketika teman saya dalam kesehariannya ngeblog dan menghasilkan. Disaat teman saya kuliah, dia mengerjakan beberapa tulisan untuk di post ke dalam blog miliknya. Alhasil, dia dapat membiayai kuliah dan membeli kebutuhan kampus seperti motor dan laptop. Latar belakang saya yang berkumpul dengan penulis blog ini, membuat saya tertarik untuk mengikuti kegiatan menulis di blog hingga sekarang.
  5. Pembaca. Hal yang paling mempengaruhi seseorang dalam menulis adalah Pembaca. Sebaik-baiknya tulisan kita, jika tidak ada yang mau membaca juga percuma. Tujuan menulis sebenarnya adalah untuk menyampaikan ide, gagasan, dan cerita kepada pembacanya. Jadi, jika tulisan kita tidak ada yang mau membaca, buat apa kita menulis? Tak jarang bagi seorang penulis untuk mengikuti selera pembacanya.

Bagi saya, menulis merupakan kegiatan yang harus saya kerjakan sebagai salah satu bukti bahwa saya pernah hidup didunia dan berkontribusi bagi negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mottonya adalah meninggalkan nama dalam sebuah buku. Tidak sedikit manfaat yang saya rasakan dari kegiatan menulis diantaranya:
  1. Menghasilkan beberapa buku yang terjual di Gramedia, Gunung Agung, dan toko buku lainnya;
  2. Menunjang pekerjaan saya sebagai Auditor;
  3. Menambah referensi dan wawasan dalam segala macam yang ingin saya pelajari;
  4. Mencurahkan segala ide dan gagasan melalui media tulisan (karena beberapa hal tidak dapat diceritakan dengan ucapan).
Menulis dapat dilakukan dimana saja. Raditya dika menulis saat dia menum kopi dan kemudian menulis untuk dijadikan buku atau film yang sangat diminati anak muda. Bahkan ada seorang penulis, mendapatkan ide disaat dia sedang buang hajat. Ada pula seorang penyanyi yang mendapatkan lirik yang sangat apik disaat dia mengonsumsi alkohol. Banyak sekali media, waktu, dan tempat yang dapat menghadirkan ide dan gagasan untuk dituangkan kedalam sebuah tulisan.

Bagaimana cara menulis yang baik dan benar?

Saya membuka sesi sharing knowledge bagi teman-teman yang suka menulis untuk memberikan beberapa tips berkenaan dengan cara menulis yang baik dan benar. Silahkan kirim email atau komentar di kolom yang telah disediakan. Terimakasih



Daftar Pustaka:
  • Tribunnews, 21 November 2016, minat baca dan menulis masyarakat indonesia masih rendah, di dapat pada: http://bangka.tribunnews.com/2016/11/21/minat-baca-dan-menulis-masyarakat-indonesia-masih-rendah


0 comments:

Post a Comment