Skip to main content

Hidup Tanpa Tujuan Itu Hambar

Hidup adalah suatu proses yang memiliki arah dan tujuan. Tanpa arah dan tujuan kita akan tersesat dan tidak akan pernah mendapatkan makna dari hidup. Bagaikan masakan tanpa garam = "hambar". Bagi Anda yang hidup namun belum memiliki arah tujuan, silahkan luangkan waktu beberapa menit untuk membaca tulisan ini. Bagi saya, Hidup tanpa tujuan itu Hambar!

Kenapa hambar? karena kita tidak akan mencapai makna dari kehidupan ini. Tidak ada tantangan, tidak ada goal yang diraih dan kita tidak akan pernah mengetahui arah jalan hidup kita. Apakah sekarang ini Anda berumur 40 tahun masih lajang dan tanpa pekerjaan? Apakah Anda berumur 40 tahun punya pasangan namun tidak ada pekerjaan? Atau Anda berumur 40 tahun memiliki pekerjaan yang hebat namun tidak memiliki pasangan? ini adalah salah satu contoh apakah Anda memiliki goal untuk hidup di umur 40 tahun memiliki pasangan, pekerjaan hebat dan keturunan yang lucu! Semoga Anda yang membaca tulisan ini berumur 30 tahun kebawah sehingga Anda dapat menanta dan menyusun kembali tujuan dan goal hidup.
Ilustrasi oleh psikologikita
Ada orang yang bilang, saya akan menjalani hidup ini seperti air yang mengalir. Iya, air mengalir-pun memiliki tujuan dan arah, apakah turun ke lautan atau keatas menjadi butiran hujan. Disaat orang membutuhkan panduan hidup, maka disini kitab suci dari agama hadir. Buat saya adalah Alquran sebagai pedoman hidup. Dimana kita akan mendapatkan berbagai guide atau panduan untuk mendapatkan makna hidup, tujuan hidup dan arah hidup. Berikut ini saya Cuplik dari motivasi-islami.com tentang makna hidup menurut Alquran:
  1. Hidup Adalah Ibadah, Seperti yang tertuang pada (QS Adz Dzaariyaat:56),
    “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
    Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia agar menyembany-Nya (Ibadah). Dalam hal ini beribadah bukan sebatas menjalankan rukun islam seperti sholat, puasa, zakat dan haji. Namun juga dapat diimplementasikan dengan kehidupan sehari-hari seperti bekerja, bersuami, beristri, dan menjalankan sendi-sendi kehidupan yang lainnya.
    Untuk itu, jika tujuan hidup kita adalah beribadah, maka baiknya kita niatkan segala sesuatu yang kita lakukan dengan niat beribadah hanya kepada Allah SWT.

  2. Hidup Adalah Ujian, Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 yang terjemahnya,
    ”(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
    Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156 sbb,
    “dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”
    Jika hidup ini adalah ujian, maka layaknya kita selalu bersabar dan bertawakal karna Allah. Karena sesungguhnya segala ujian dan cobaan disertai dengan solusinya beserta derajat ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
  3. Kehidupan Akhirat adalah Lebih Baik, Dalam QS Ali ‘Imran [3]:14,
    “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).“
    QS Adh Dhuha [93]:4, “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”
    Kehidupan ini adalah sebuah permulaan untuk mencari bekal pada kehidupan diakhirat. Maka dari itu kita harusnya menyiapkan sebaik-baiknya dan mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk tujuan hidup di akhirat kelak.
  4. Hidup Adalah Sementara, Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman, “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.“
    Dalam QS Al Anbiyaa [21]:35, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.“
    Seperti yang dibahas pada poin ketiga diatas bahwa hidup didunia ini hanyalah sementara. Hanya "nunut ngombe" (bahasa jawa). Suatu saat kita akan kembali pada sang pencipta. Semua yang diperoleh didunia akan kita tingalkan untuk menghadap sang pencipta. lalu kita bisa apa?Jika demikian adanya, Alangkah baiknya kita menyiapkan diri dan memantaskan diri untuk kembali dengan keadaan yang baik.
Demikian tadi beberapa bait tulisan yang mengingatkan terutama bagi diri saya sendiri Agar hidup kita tidak hambar. Memiliki tujuan dan Arah sehingga kita tidak akan menyesal karena telah tersesat. Apabila dalam tulisan ini adalah kesalahan, sangat senang sekali apabila ada koreksi dari pembaca. Sekian dan terimakasih.



Daftar Pustaka :
  • Rahmat Mr. Power, Motivasi islam, didapat pada tanggal 13 Juni 2016 pada http://www.motivasi-islami.com/mencari-makna-hidup-agar-hidup-lebih-bermakna/

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal ) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah. Audit Internal  Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independen .  Melayani kebutuhan organisasi , meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan.  Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi.  Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah.  Independen terhadap aktivitas yang diaudit , tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen.  Menelaah

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit.  Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda. Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut: Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan audit Pemahaman dan pengujian pengendalian intern Pengujian substantive Pelaporan Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut: Tahapan Audit Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujua

Bukti Potong Pajak Pensiunan (Taspen dan Asabri)

31 Maret, Pelaporan Pajak melalui efilling maupun manual telah selesai. Bagi teman-teman yang lapor setelah tanggal tersebut maka akan mendapat denda. Sedikit informasi saja buat Saudara yang memiliki orang tua atau saudara yang telah pensiun tidak perlu bingung untuk memperoleh bukti potong Pajak. Seperti yang kita ketahui, bagi PNS yang telah pensiun maka pemotongan pajak akan dilakukan oleh PT Taspen, sedangkan untuk Polisi atau TNI biasanya dipotong oleh PT Asabri. Kedua Perseroan tersebut menyediakan layanan untuk Anda yang tidak memiliki banyak waktu luang yang mengharuskan pergi dan antri untuk memperoleh Bukti Potong Pajak. Anda dapat memperolehnya dengan cara sebagai berikut. PT Taspen Buat Anda yang asuransi pensiunnya ditanggung oleh PT Taspen silahkan kunjungi situs resmi perusahaan di: http://www.taspen.co.id/ Klik E-SPT Pajak, Setelah itu, anda akan diarahkan ke halaman berikutnya untuk menginput nomor pensiun atau NPWP . Klik Enter untuk mendapat

Independensi Auditor Internal

Auditor juga harus bebas dari pengaruh klien dalam melaksanakan auditnya dan melaporkan temuan-temuannya. Independensi menurut Hery (2010:74) adalah suatu kemandirian yang dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan tanpa prasangka. Mulyadi (2009:26) menjelaskan bahwa independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi menurut Sawyer’s (2009:7) merupakan suatu sikap yang harus bebas dari hambatan, memberikan opini yang objektif, tidak bias, tidak dibatasi, dan melaporkan masalah yang sebenarnya, bukan berdasarkan keinginan eksekutif atau lemabaga. Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa indepensi merupakan suatu sikap yang bebas dan tidak terpengaruh, tidak memihak, dan melaporkan suatu kejadian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kumaat (2011:9) menjelaskan bahwa independensi merupakan kata kunci yang paling penting untuk menilai peran internal audit. Kumaat menamba

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit. Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit ( audit procedure ) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.” Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya: 1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence ). 2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence . 3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertu

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103): Standar Atribut Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi. b. Independensi dan Objektivitas Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung

Kompetensi Auditor Internal

Dalam menunjang kinerjanya, Auditor harus memiliki Kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaannya. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17). Terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan kompetensi auditor diantaranya adalah Mulyadi (2009:58) yang menjelaskan bahwa: “Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang di berikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti di syaratkan oleh prinsip etika.” Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely suhayati (2010:2) menjelaskan kompetensi adalah: “Kompetensi artinya auditor harus

Tips dan Triks Telegram Messenger yang perlu anda ketahui

  Telegram Messenger , dewasa ini telah menjadi aplikasi chatting yang sedang digandrungi oleh masyarakat. Tidak hanya berfungsi sebagai sarana bertukar informasi menggunakan chatting berupa pesan text, tapi juga dapat bertukar video, dan juga video. Bahkan aplikasi ini dapat berfungsi sebagai perkumpulan komunitas, menonton film, dan sebagainya. Pokoknya seru banget jika kalian semua mengetahui fungsi telegram. Sebelum kita ke tips dan trik telegram messenger, alangkah baiknya kita mengetahui sejarah telegram. Telegram dikembangkan oleh Telegram Messenger LLP dan didukung oleh wirausahawan Rusia Pavel Durov. Kode pihak kliennya berupa perangkat lunak sistem terbuka namun mengandung blob binari, dan kode sumber untuk versi terbaru tidak selalu segera dipublikasikan, sedangkan kode sisi servernya bersumber tertutup dan berpaten. Layanan ini juga menyediakan API kepada pengembang independen. Pada Februari 2016, Telegram menyatakan bahwa mereka memiliki 100 juta pengguna aktif bulanan,

Kenapa Perusahaan Perlu adanya Audit Internal

Dewasa ini sering sekali kita mendengar kata auditor. Apalgi semenjak era reformasi, fungsi auditor sangatlah diperlukan oleh negara secara umum dan perusahaan secara khususnya. Dari masa kemasa peran auditor sangatlah besar untuk ikut membantu negara mengurangi tingkat korupsi. Sangat tidak mudah untuk memberangus korupsi di negeri ini karena korupsi dilakukan dengan sistem yang sangat komplek dan sudah melibatkan banyak orang. Ilustrasi oleh: cdns.klimg.com Saya tidak akan membahas mengenai korupsi dinegeri ini, namun lebih tertarik untuk membahas dalam lingkup yang lebih kecil yaitu perusahaan. Perusahaan tempat kita bekerja sangatlah membutuhkan tenaga Audit internal. Kenapa? Banyak sekali alasan yang dapat menjawab pertanyaan kenapa perusahaan memerlukan tenaga auditor .  Salah satu fungsi Auditor internal adalah  Sebagai pemberi assurance yang independen dan objektif . Auditor dapat berfungsi sebagai pemberi informasi yang dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhk

Kertas Kerja Audit

Menurut SA Seksi 339 Kertas Kerja paragraph 03 dalam Mulyadi (2002:100) mendefinisikan: “Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya dan kesimpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.” Kertas kerja pemeriksaan merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan klien dengan laporan audit. Oleh karena itu, kertas kerja pemeriksaan merupakan alat penting dalam profesi auditor. Adapun tujuan dari dibuatnya kertas kerja pemeriksaan, Arens terjemahan Wibowo (2004:197) mengemukakan tujuan kertas kerja pemeriksaan secara menyeluruh “untuk membantu auditor memberikan keyakinan yang memadai bahwa audit yang layak telah dilakukan sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.” Jenis kertas kerja audit adalah sebagai berikut: a. KKA Utama adalah KKA yang berisi simpulan hasil audit untuk keseluruhan/suatu seg