Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Internal Audit

Tingkat Perencanaan Audit

Perencanaan Audit meliputi pengumpulan dan analisis data/informasi awal yang relevan dengan suatu penugasan audit yang akan dilakukan. Perencanaan audit dapat dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu: 1. Perencanaan Tahunan Perencanaan tahunan ( annual plan )   merupakan perencanaan jangka menengah yang antara lain mencakup identifikasi unit-unit yang dapat diaudit ( audit universe ), penentuan unit audit yang menjadi prioritas, serta perencanaan staf, waktu dan durasi audit. Tujuan utamanya adalah untuk menyusun suatu rencana audit tahunan. 2. Perencanaan Setiap Penugasan Perencanaan Setiap Penugasan ( assignment Planning ) merupakan perencanaan untuk setiap tugas audit yang sudah ditentukan dalam annual plan.   assignment Planning mencakup diantaranya analisis atas penugasan, penentuan ruang lingkup audit, kebutuhan tenaga auditor, penentuan prosedur yang akan digunakan, rencana pemahaman unit auditee, dan pengaturan pelaksanaan berbagai prosedur (Pekerjaan audit). H...

Bagaimana posisi Auditor Internal pada saat ini?

Beberapa tahun yang lalu, Auditor internal menikmati posisinya sebagai pemeriksa dimana seorang auditor dapat melakukan pemeriksaan diberbagai unit kerja dan memperoleh banyak temuan. Auditor internal akan melakukan pemeriksaan dan memastikan semua unit mematuhi aturan yang dibuat oleh perusahaan. Auditor akan memastikan peraturan yang dibuat, telah dipatuhi dan berjalan dengan efektif dan efisien. Pada akhir pemeriksaan, Auditor akan membuat Laporan Hasil Pemeriksaan yang berisi berbagai temuan, simpulan, dan rekomendasi. Kepala unit kerja yang diperiksa tentu saja akan memerah kupingnya apabila auditor menemukan beberapa temuan negatif yang mengakibatkan kerugian perusahaan atau ditemukan fraud di Unit yang Ia pimpin. Auditor internal akan menjadi momok oleh kepala unit dan bukan rekan kerja yang dibutuhkan. Ilustrasi: Auditor Internal dan Mitra Kerja Lalu, bagaimana posisi Auditor Intern pada saat ini? Sebagian Auditor Internal, perubahan diperlukan seiring dengan berke...

Kenapa Perusahaan Perlu adanya Audit Internal

Dewasa ini sering sekali kita mendengar kata auditor. Apalgi semenjak era reformasi, fungsi auditor sangatlah diperlukan oleh negara secara umum dan perusahaan secara khususnya. Dari masa kemasa peran auditor sangatlah besar untuk ikut membantu negara mengurangi tingkat korupsi. Sangat tidak mudah untuk memberangus korupsi di negeri ini karena korupsi dilakukan dengan sistem yang sangat komplek dan sudah melibatkan banyak orang. Ilustrasi oleh: cdns.klimg.com Saya tidak akan membahas mengenai korupsi dinegeri ini, namun lebih tertarik untuk membahas dalam lingkup yang lebih kecil yaitu perusahaan. Perusahaan tempat kita bekerja sangatlah membutuhkan tenaga Audit internal. Kenapa? Banyak sekali alasan yang dapat menjawab pertanyaan kenapa perusahaan memerlukan tenaga auditor .  Salah satu fungsi Auditor internal adalah  Sebagai pemberi assurance yang independen dan objektif . Auditor dapat berfungsi sebagai pemberi informasi yang dapat digunakan oleh perusahaan ...

9 Ungkapan yang Perlu Dihindari Pada Il

Dalam melaksanakan tugasnya, seorang auditor atau tim audit harus membuat sebuah laporan yang biasa disebut Laporan Hasil Audit. Pada laporan tersebut ada baiknya kita memperhatikan beberapa hal agar laporan kita diikuti oleh pemangku kepentingan ( auditee ). Penulisan yang tidak tepat akan membuat hubungan antara auditor internal dengan unit yang diaudit atau bahkan akan merusak reputasi seorang auditor. Hal-hal kecil yang dibuat dalam laporan akan berdampak pada rekomendasi yang disampaikan akan diterima. Ilustrasi Laporan Auditor Saya bukanlah seorang praktisi yang akan memberikan Anda tips dan trik berkaitan dengan pembuatan laporan audit yang baik dan benar. Namun saya akan mengutip sebuah artikel dari President dan CEO of The IIA yaitu Richard F. Chambers, CIA, QIAL, C​GAP, CCSA, CRMA yang saya terjemahkan secara bebasa. Berikut ini 9 Kata Yang Perlu Dihindari Pada Laporan Auditor. 1.        Jangan Katakan Sebaiknya Management “Mempert...

Kertas Kerja Audit

Menurut SA Seksi 339 Kertas Kerja paragraph 03 dalam Mulyadi (2002:100) mendefinisikan: “Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya dan kesimpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.” Kertas kerja pemeriksaan merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan klien dengan laporan audit. Oleh karena itu, kertas kerja pemeriksaan merupakan alat penting dalam profesi auditor. Adapun tujuan dari dibuatnya kertas kerja pemeriksaan, Arens terjemahan Wibowo (2004:197) mengemukakan tujuan kertas kerja pemeriksaan secara menyeluruh “untuk membantu auditor memberikan keyakinan yang memadai bahwa audit yang layak telah dilakukan sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.” Jenis kertas kerja audit adalah sebagai berikut: a. KKA Utama adalah KKA yang berisi simpulan hasil audit untuk keseluruhan/suatu seg...

Perencanaan Audit - Program Kerja Audit

Program Kerja Audit (PKA) adalah rancangan prosedur dan teknik audit yang disusun secara sistematis yang harus diikuti/dilaksanakan oleh auditor dalam kegiatan audit untuk mencapai tujuan audit. PKA disusun setelah auditor telah memiliki pemahaman yang cukup tentang tujuan audit di setiap tahap. Pemahaman ini diperoleh sebelum penugasan, saat survey pendahuluan. Saat evaluasi Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) dan setelah pengembangan temuan sampai pada firm audit objectives .  Konsep PKA disiapkan oleh ketua Tim. Kemudian, pengendalian teknis (PT) mereviu untuk memberikan tambahan informasi dan arahan. Setelah itu, PKA direviu kembali oleh pengendali mutu (PM) untuk disetujui. PKA ibarat peta bagi turis yang menunjukan tempat-tempat penting yang harus didatanginya. Bila turis tidak membaca peta, ia tidak mungkin memilih objek wisata yang paling baik dengan ekonomis, efesien dan efektif. Tujuan dan manfaat PKA adalah sebagai berikut: Sarana pemberian tugas kepada tim...

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit. Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit ( audit procedure ) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.” Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya: 1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence ). 2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence . 3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertu...

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit.  Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda. Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut: Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan audit Pemahaman dan pengujian pengendalian intern Pengujian substantive Pelaporan Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut: Tahapan Audit Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-t...

Kinerja Auditor Internal

Kinerja secara etimologi, berasal dari kata prestasi kerja (performance) . Menurut Hasibuan (2009:94) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Definisi kinerja karyawan menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu. Kinerja Auditor Internal Esya (2008) mendefiniskan Kinerja Auditor adalah sebagai ekspresi potensi kerja auditor berupa perilaku kerja seorang auditor dalam melaksanakan tugas kerja untuk mencapai hasil kerja yang opti...

Terhadap Kinerja Auditor Internal, Apa Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Internal?

Indonesia merupakan negeri yang sedang berkembang yang memiliki berbagai jenis perusahaan yang beraneka ragam. Terdapat perusahaan swasta maupun perusahaan milik pemerintah yang ikut meramaikan persaingan usaha di bumi pertiwi ini. Dengan perusahaaan yang selalu berkembang, manajemen tidak bisa mengawasi secara langsung kinerja perusahaan apakah sudah berjalan secara efektif, efisien dan ekonomis. Salah satu profesi yang dapat diberdayakan oleh manajemen untuk melakukan fungsi pengawasan ini adalah Auditor Internal. Audit internal adalah sebuah aktivitas konsultasi dan keyakinan objektif yang dikelola secara independen di dalam organisasi dan diarahkan oleh filosofi penambahan nilai untuk meningkatkan operasional perusahaan (Sawyer 2009 : 8). Keberadaan Audit Internal pada BUMN sudah diatur berdasarkan Undang-undang RI No. 19 Tahun 2003 mengenai BUMN Pasal 67 yang menyebutkan bahwa pada setiap BUMN dibentuk satuan Pengawas internal yang merupakan aparat pengawas internal perusahaan....

Independensi Auditor Internal

Auditor juga harus bebas dari pengaruh klien dalam melaksanakan auditnya dan melaporkan temuan-temuannya. Independensi menurut Hery (2010:74) adalah suatu kemandirian yang dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan tanpa prasangka. Mulyadi (2009:26) menjelaskan bahwa independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi menurut Sawyer’s (2009:7) merupakan suatu sikap yang harus bebas dari hambatan, memberikan opini yang objektif, tidak bias, tidak dibatasi, dan melaporkan masalah yang sebenarnya, bukan berdasarkan keinginan eksekutif atau lemabaga. Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa indepensi merupakan suatu sikap yang bebas dan tidak terpengaruh, tidak memihak, dan melaporkan suatu kejadian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kumaat (2011:9) menjelaskan bahwa independensi merupakan kata kunci yang paling penting untuk menilai peran internal audit. Kumaat menamba...

Kompetensi Auditor Internal

Dalam menunjang kinerjanya, Auditor harus memiliki Kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaannya. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17). Terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan kompetensi auditor diantaranya adalah Mulyadi (2009:58) yang menjelaskan bahwa: “Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang di berikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti di syaratkan oleh prinsip etika.” Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely suhayati (2010:2) menjelaskan kompetensi adalah: “Kompetensi artinya auditor harus...

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #2 Standar Kinerja

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103): Standar Atribut Standar Kinerja Ilustrasi oleh cmawebline a. Pengelolaan Fungsi Audit Internal Penanggung jawab fungsi audit internal harus mengelola fungsi audit internal secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa kegiatan fungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi organisasi. 1) Perencanaan Penanggung jawab fungsi audit internal harus menyusun perencanaan yang berbasis risiko (risk-based plan) untuk menetapkan prioritas kegiatan audit internal, konsisten dengan tujuan organisasi. Rencana penugasan audit internal harus berdasarkanpenilaian risiko yang dilakukan paling sedikit setahunsekali. Masukan dari p...

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103): Standar Atribut Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi. b. Independensi dan Objektivitas Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung ...