Skip to main content

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):

Standar Atribut
Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab
Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.

b. Independensi dan Objektivitas
Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya.
  1. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung jawabnya. Independensi akan meningkat jika fungsi audit internal memiliki akses komunikasi yang memadai terhadap Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.
  2. Objektivitas Auditor Internal, Auditor internal harus memiliki sikap mental yang objektif, tidak memihak dan menghindari kemungkinan timbulnya pertentangan kepentingan (conflict of interest).
  3. Kendala terhadap Prinsip Independensi dan Objektivitas, Jika prinsip independensi dan objektivitas tidak dapat dicapai baik secara fakta maupun dalam kesan, hal ini harus diungkapkan kepada pihak yang berwenang. Teknis dan rincian pengungkapan ini tergantung kepada alasan tidak terpenuhinya prinsip independensi dan objektivitas tersebut.

c. Keahlian dan Kecermatan Profesional
Penugasan harus dilaksanakan dengan memerhatikan keahliann dan kecermatan profesional.
  1. Keahlian, Auditor internal harus memiliki pengetahuan, ketrampilan,dan kompetensi lainnya yang dibutuhkan untukmelaksanakan tanggung jawab perorangan. Fungsi AuditInternal secara kolektif harus memiliki atau memperolehpengetahuan, ketrampilan, dan kompetensi lainnya yangdibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawabnya. a)Penanggung jawab Fungsi Audit Internal harusmemperoleh saran dan asistensi dari pihak yangkompeten jika pengetahuan, ketrampilan, dankompetensi dari staf auditor internal tidak memadaiuntuk pelaksanaan sebagian atau seluruhpenugasannya. b) Auditor Internal harus memiliki pengetahuan yangmemadai untuk dapat mengenali, meneliti, danmenguji adanya indikasi kecurangan. c) Fungsi Audit Internal secara kolektif harus memiliki pengetahuan tentang risiko dan pengendalian yang penting dalam bidang teknologi informasi dan teknik- teknik audit berbasis teknologi informasi yang tersedia.
  2. Kecermatan Profesional, Auditor Internal harus menerapkan kecermatan dan ketrampilan yang layaknya dilakukan oleh seorang auditor internal yang prudent dan kompeten.
    Dalam menerapkan kecermatan profesional auditor internal perlu mempertimbangkan:
    a) Ruang lingkup penugasan.
    b) Kompleksitas dan materialitas yang dicakup dalam penugasan.
    c) Kecukupan dan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan proses governance.
    d) Biaya dan manfaat penggunaan sumber daya dalam penugasan.
    e) Penggunaan teknik-teknik audit berbantuan komputer dan teknik-teknik analisis lainnya.
  3. Pengembangan Profesional yang Berkelanjutan (PPL), Auditor internal harus meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kompetensinya melalui Pengembangan Profesional yang Berkelanjutan.

d. Program Quality Assurance fungsi Audit Internal
Penanggung jawab Fungsi Audit Internal harus mengembangkan dan memelihara program quality assurance, yang mencakup seluruh aspek dari fungsi audit internal dan secara terus menerus memonitor efektivitasnya. Program ini mencakup penilaian kualitas internal dan eksternal secara periodik serta pemantauan internal yang berkelanjutan. Program ini harus dirancang untuk membantu fungsi audit internal dalam menambah nilai dan meningkatkan operasi perusahaan serta memberikan jaminan bahwa fungsi audit internal telah sesuai dengan Standar dan Kode Etik Audit Internal.
  1. Penilaian terhadap ProgramQuality Assurance, Fungsi audit internal harus menyelenggarakan suatuproses untuk memonitor dan menilai efektivitas programquality assurancesecara keseluruhan. Proses ini harusmencakup penilaian (assessment) internal maupuneksternal.
    a) Penilaian Internal. Fungsi audit internal harusmelakukan penilaian internal yang mencakup:
    o Reviu yang berkesinambungan atas kegiatan dankinerja fungsi audit internal, dan
    o Reviu berkala yang dilakukan melaluiselfassessmentatau oleh pihak lain dari dalamorganisasi yang memiliki pengetahuan tentangstandar dan praktek audit internal.
    b) Penilaian Eksternal. Penilaian eksternal harus dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam tiga tahun oleh pihak luar perusahaan yang independen dan kompeten.
  2. Pelaporan Program Quality Assurance, Penanggung jawab fungsi audit internal harus melaporkan hasil reviu dari pihak eksternal kepada Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.
  3. Pernyataan Kesesuaian dengan SPAI, Dalam laporan kegiatan periodiknya, auditor internal harus memuat pernyataan bahwa aktivitasnya ‘dilaksanakan sesuai dengan Standar Profesi Audit Internal’. Pernyataan ini harus didukung dengan hasil penilaian Program Quality Assurance.
  4. Pengungkapan atas Ketidakpatuhan, Dalam hal terdapat ketidak-patuhan terhadap SPAI dan Kode Etik yang mempengaruhi ruang lingkup dan aktivitas fungsi audit internal secara signifikan, maka hal ini harus diungkapkan kepada Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.

Comments

Popular posts from this blog

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit.
Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit (audit procedure) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.”


Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya:
1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence).
2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence.
3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertulis kepada pihak internal (ma…

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah.
Audit Internal  Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independenMelayani kebutuhan organisasi, meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan. Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi. Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah. Independen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen. Menelaah aktivitas secara terus m…

Kompetensi Auditor Internal

Dalam menunjang kinerjanya, Auditor harus memiliki Kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaannya. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17).
Terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan kompetensi auditor diantaranya adalah Mulyadi (2009:58) yang menjelaskan bahwa: “Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang di berikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti di syaratkan oleh prinsip etika.” Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely suhayati (2010:2) menjelaskan kompetensi adalah: “Kompetensi artinya auditor harus mempunyai …

Kinerja Auditor Internal

Kinerja secara etimologi, berasal dari kata prestasi kerja (performance). Menurut Hasibuan (2009:94) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Definisi kinerja karyawan menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu. Esya (2008) mendefiniskan Kinerja Auditor adalah sebagai ekspresi potensi kerja auditor berupa perilaku kerja seorang auditor dalam melaksanakan tugas kerja untuk mencapai hasil kerja yang optimal, yang dapat diukur melalui faktor o…

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit. Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda.

Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut:
Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut
Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan auditPemahaman dan pengujian pengendalian internPengujian substantivePelaporan
Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut:

Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujuan audit dalam rumusan umum seperti ketaatan, efektivitas …

Kenapa Perusahaan Perlu adanya Audit Internal

Dewasa ini sering sekali kita mendengar kata auditor. Apalgi semenjak era reformasi, fungsi auditor sangatlah diperlukan oleh negara secara umum dan perusahaan secara khususnya. Dari masa kemasa peran auditor sangatlah besar untuk ikut membantu negara mengurangi tingkat korupsi. Sangat tidak mudah untuk memberangus korupsi di negeri ini karena korupsi dilakukan dengan sistem yang sangat komplek dan sudah melibatkan banyak orang. Saya tidak akan membahas mengenai korupsi dinegeri ini, namun lebih tertarik untuk membahas dalam lingkup yang lebih kecil yaitu perusahaan. Perusahaan tempat kita bekerja sangatlah membutuhkan tenaga Audit internal. Kenapa? Banyak sekali alasan yang dapat menjawab pertanyaan kenapa perusahaan memerlukan tenaga auditor.  Salah satu fungsi Auditor internal adalah Sebagai pemberi assurance yang independen dan objektif .
Auditor dapat berfungsi sebagai pemberi informasi yang dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan dari lembaga yang independen dan objekt…

Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal

Sebagai seorang Auditor, kita harus mengetahui Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal. Berikut ini Beberapa sumber yang menjelaskan Tujuan dan Ruang Lingkup Auditor Internal. Sebagai berikut.
Menurut Hery (2010:39) Tujuan dari audit internal adalah sebagai berikut : “Audit internal secara umum memiliki tujuan untuk membantu segenap anggota manajemen dalam menyelesaikan tanggungjawab mereka secara efektif, dengan memberi mereka analisis, penilaian, saran dan komentar yang objektif mengenai kegiatan atau hal-hal yang diperiksa.” Pada dasarnya tujuan dari audit internal adalah membantu manajemen di dalam suatu organisasi untuk menjalankan tugas dan wewenangnya secara sistematis dan efektif dengan cara memberikan analisis, penilaian, rekomendasi, konsultasi dan informasi sehubungan dengan aktivitas yang diperiksanya.
Menurut Sawyer’s (2009:10) Ruang lingkup audit internal adalah sebagai berikut: “Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor …

Media Sosial Pengganti path, facebook, twitter dan instagram

Buat Anda yang terbiasa menggunakan Path, mungkin sedang bersedih hati karena aplikasi tersebut sebentar lagi akan ditutup. Selain itu, facebook juga sedang dirundung masalah berkaitan dengan sistem keamanan mereka. Nah, ada sih media sosial selain path, facebook, twitter atau bahkan instagram? 
Berikut ini, beberapa referensi media sosial untuk menjadi pilihan buat Anda para penggemar media sosial. Beberapa media sosial yang akan dipaparkan merupakan aplikasi yang patut dicoba karena diklaim memiliki sistem keamanan yang baik. 
1. MeWe Network 
Aplikasi ini dapat diperoleh secara gratis. sebagian besar fitur MeWe adalah standar jejaring sosial. Anda dapat membagikan pos, GIF, gambar, dan sebagainya ke Beranda Anda. Namun, secara default hanya orang-orang di kontak Anda yang dapat melihat apa yang Anda posting. Jejaring sosial ini mengklaim tidak membagi data penggunanya, tidak ada iklan, tidak menggunakan cookies untuk bisa melacak penggunannya, dan tentu bisa diunduh kapan saja dan …

Sumber Pendanaan Gojek, darimana?

Gojek tumbuh menjadi perusahaan yang berkembang begitu pesat menjadi perusahaan unicorn (Perusahaan rintisan bernilai lebih dari USD 1 M ). Saat ini driver gojek terdaftar sebanyak satu juta orang, lebih dari 125 ribu mitra, 30 ribu penyedia jasa dan memfasilitasi > 100 Juta transaksi setiap bulannya.
Berkembangnya Gojek menjadi startup Unicorn, tidak lepas usahanya dalam menarik pemodal atau investor. Berikut ini beberapa investor yang memberikan modalnya kepada perusahaan Nadiem Makarim ini: Tanggal Nama Investor Nilai (USD) Alasan Pendanaan Agustus 2016 KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Markets. 550.000.000 Gojek memberikan layanan yang pas kepada masyarakat Indonesia dan fokus pada solusi online yang inovatif dan terjangkau. 2017 Tencent 150.000.000 Tidak diungkap ke Publik 2017 JD.com 100.000.000 Tidak diungkap ke Publik Januari 2018 Google, Alphabet Menggandeng Temasek Holding 1.200.000.000

Vas Bunga Cantik dari Botol Bekas

Botol bekas merupakan permasalahan sampah yang harus segera diselesaikan. Keberadaan botol bekas sangatlah menguntungkan sekaligus merugikan untuk sebagian orang. Hal-hal yang merugikan salah satunya adalah sampah. Kita harus ikut berperan untuk mengurangi dampak dari botol bekas. Salah satunya adalah difungsikan sebagai Vas Bunga.
Vas berasal dari bahasa Belanda vaas yang berarti jambangan bunga atau wadah yang diisi dengan rangkaian bunga. Vas dapat terbuat dari berbagai jenis bahan, baik kaca maupunporselin. Vas sering dihias dengan lukisan atau semacamnya untuk menambah keindahan isinya.
Saat ini sangatlah mudah sekali untuk mendapatkan Vas bunga. Baik dari membeli atau membuatnya sendiri. Khusus unutk yang membuat sendiri, kami memiliki cara lain untuk membuat vas bunga, dengan menggunakan botol bekas. Tentu saja cara membuat vas bunga ini sangatlah khas, karena menggunakan peralatan dari limbah yaitu berupa botol bekas. Selain ramah lingkungan karena kita ikut dalam mengurangi …