Skip to main content

LinkedIn dan Manfaatnya

Beberapa waktu yang lalu disitus detik.com memberitakan seorang pesepakbola bernama Tyson berstatus free agent setelah klubnya musim lalu, Doncaster Rovers, melepasnya.Striker berusia 34 tahun itu akhirnya memilih untuk "mengiklankan" dirinya sendiri via LinkedIn. Usaha Tyson tidak sia-sia. Ia lantas dikontrak oleh klub asal Skotlandia, Kilmarnock. Kontraknya tidak lama, memang, hanya satu musim. Tapi, setidaknya, untuk saat ini Tyson tidak menganggur lagi.

Melihat dari fenomena diatas, penulis tertarik untuk mencari tahu mengenai LinkedIn, Manfaat dan cara menggunakannya. Tidak lupa juga ada beberapa tips yang mengupas tentang media sosial yang sangat berguna ini.
 
Apa itu LinkedIn?
LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional. Sampai September 2007 situs ini memiliki lebih dari 14 juta pengguna terdaftar, meliputi 150 industri dan lebih dari 400 bidang ekonomi yang diklasifikasi menurut jasanya.
CEO LinkedIn saat ini adalah Dan Nye dan kantornya berlokasi di Mountain View, California. Perusahaan ini didanai oleh Greylock, Sequoia Capital, Bessemer Venture Partners, serta European Founders Fund. 

Manfaat LinkedIn?
Banyak sekali manfaat yang didapat dari media sosial ini, selain fenomena dari pesepakbola diatas, berikut ini manfaatnya:
  1. Membangun profil profesional, Situs ini sangat berguna bagi para profesional yang sedang membangun profil profesionalnya karena pada situs ini Anda dapat menampilkan foto, Curriculum vitae, dan data-data yang berkaitan dengan profil profesionalmu. Tujuannya adalah untuk menampilkan presentasi diri pengguna LinkedIn.
  2. Memperoleh Koneksi, LinkedIn memberikan Anda koneksi yang luas hingga penjuru dunia. Orang-orang yang memiliki minat yang sama atau memiliki profil yang sama akan saling berkoneksi untuk memberikan kabar terbaru dengan ketertarikan yang sama tersebut.
  3. Memudahkan mendapatkan pekerjaan, Pada LinkedIn terdapat fitur yang memberikan anda referensi pekerjaan yang sesuai dengan profil yang ada. Tinggal sekali klik, maka lowongan pekerjaan diseluruh dunia akan menampilkan diri dan tentu saja Anda akan mudah mendapatkan pekerjaan. Selain itu, bagi bos-bos perusahaan bonafit juga banyak sekali yang memiliki media sosial satu ini, sehingga menjadi suatu hal yang tidak mustahil jika diri Anda mendapat tawaran pekerjaan yang lebih baik dari pada pekerjaan saat ini.  
Perlu dihindari
Begitu banyak manfaat dari situs yang sedang peulis bahas, namun perlu diingat pula ada beberapa hal yang perlu dihindari dalam penggunaan situs ini. Berikut ini beberapa hal yang perlu dihindari dalam penggunaan linkedin:
  1. Foto yang sebaiknya tidak diposting di LinkedIn termasuk di antaranya foto yang terlalu seksi, menggunakan animasi, atau yang tidak mencerminkan diri Anda dengan baik;
  2. Pisahkan mana yang urusan profesional di LinkedIn dan bersenang-senang di jejaring sosial lain. Jangan terlalu over sharing pada LinkedIn karena bisa jadi membuat koneksi Anda merasa ilfil (ilang filling);
  3. Sebaiknya Anda berhati-hati dengan siapapun yang terkoneksi dengan akun LinkedIn. Siapa tahu 'teman' Anda tersebut memiliki riwayat yang tidak bagus di dunia kerja. Jadi ketika ia dilihat ada di daftar koneksi Anda, bisa-bisa image negatif tersebut juga ikut terseret;
Setelah kita mengetahui manfaat dan hal-hal yang perlu dihindari pada linkedin. Sekarang saatnya untuk mengetahui tips dan trik untuk menjalankan LinkedIn.
  1. Manfaatkan Kata Kunci, pada dunia onlen memang sangat bergantung pada kata kunci yang diberikan sebagai branding. pastikan Anda memiliki kata kunci yang sangat baik sehingga banyak orang yang mudah menemukan Anda;
  2. Gunakan URL yang baik dan mudah diingat, contoh URL yang tidak baik adalah URL penulis di: https://id.linkedin.com/in/imam-suryono-303842123, Kenapa? Karena terlalu panjang dan menggunakan kombinasi angka;
  3. Buatlah Summary yang Menjual, ini sangat penting untuk memberitahukan kesukaan, pekerjaan yang terselesaikan dan pengalaman yang telah berhasil dilalui;
  4. Profeional website, Anda juga dapat mencantumkan website profeional yang dimiliki. Contohnya adalah situs ini masimam.com sebagai website profesional penulis.
Nah, demikian tadi sedikit pengetahuan mengenai LinkedIn. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang membaca artikel dari masimam. Salam




Daftar Pustaka:
  1. Wikipedia. LinkedIn. Diperoleh pada 19 September 2016 di situs: https://id.wikipedia.org/wiki/LinkedIn
  2. Detiknet. Kesalahan fatal bermain linkedin. Diperoleh pada tanggal 19 September 2016 di situs: http://inet.detik.com/read/2012/06/25/115132/1949910/510/5-kesalahan-fatal-bermain-linkedin
  3. Arryrahmawan. 13 tips memanfaatkan LinkedIn untuk personal branding. Diperoleh pada tanggal 19 September 2016 di situs: http://arryrahmawan.net/13-tips-memanfaatkan-linkedin-untuk-personal-branding/

Comments

Popular posts from this blog

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit.
Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit (audit procedure) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.”


Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya:
1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence).
2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence.
3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertulis kepada pihak internal (ma…

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah.
Audit Internal  Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independenMelayani kebutuhan organisasi, meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan. Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi. Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah. Independen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen. Menelaah aktivitas secara terus m…

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):
Standar Atribut
a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.
b. Independensi dan Objektivitas Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung jawabnya. Independensi akan meningkat jika fungsi audit internal memiliki akses komun…

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit. Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda.

Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut:
Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut
Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan auditPemahaman dan pengujian pengendalian internPengujian substantivePelaporan
Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut:

Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujuan audit dalam rumusan umum seperti ketaatan, efektivitas …

Stasiun Indralaya dan KA Kertalaya

Bagi Anda Warga Palembang pasti tidak asing dengan daerah bernama Indralaya. Daerah ini terletak antara jalan Palembang dan Prabumulih termasuk di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Stasiun yang dibuka pada 13 Maret 2008 ini merupakan Stasiun Ujung (Terminus). Stasiun Indralaya sendiri dipimpin oleh Seorang Kepala Stasiun dan beberapa PPKA. Sistem persinyalan Syasiun ini  masih menggunakan sinyal mekanik dimana tenaga penggeraknya masih menggunakan tuas-tuas bertenaga manusia. Stasiun Indralaya sangat istimewa karena hanya melayani Satu kereta yaitu KA Kertalaya.
KA Kertalaya merupakan Kereta Api yang menghubungkan Stasiun Kertapati dengan Indralaya sehingga disebut juga Kertalaya. Kereta ini merupakan KA Perintis yang sumber pembiayaannya dibiayai oleh Pemerintah. Tujuan utama dibangunnya Stasiun Indralaya dengan KA Kertalaya adalah untuk melayani keluarga besar UNSRI (Universitas Sriwijaya) yang terletak di Indralaya. Dengan adanya Kereta Api Kertalaya diharapkan Mahasiswa UNSRI dapat dengan…

Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal

Sebagai seorang Auditor, kita harus mengetahui Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal. Berikut ini Beberapa sumber yang menjelaskan Tujuan dan Ruang Lingkup Auditor Internal. Sebagai berikut.
Menurut Hery (2010:39) Tujuan dari audit internal adalah sebagai berikut : “Audit internal secara umum memiliki tujuan untuk membantu segenap anggota manajemen dalam menyelesaikan tanggungjawab mereka secara efektif, dengan memberi mereka analisis, penilaian, saran dan komentar yang objektif mengenai kegiatan atau hal-hal yang diperiksa.” Pada dasarnya tujuan dari audit internal adalah membantu manajemen di dalam suatu organisasi untuk menjalankan tugas dan wewenangnya secara sistematis dan efektif dengan cara memberikan analisis, penilaian, rekomendasi, konsultasi dan informasi sehubungan dengan aktivitas yang diperiksanya.
Menurut Sawyer’s (2009:10) Ruang lingkup audit internal adalah sebagai berikut: “Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor …

Kenapa Perusahaan Perlu adanya Audit Internal

Dewasa ini sering sekali kita mendengar kata auditor. Apalgi semenjak era reformasi, fungsi auditor sangatlah diperlukan oleh negara secara umum dan perusahaan secara khususnya. Dari masa kemasa peran auditor sangatlah besar untuk ikut membantu negara mengurangi tingkat korupsi. Sangat tidak mudah untuk memberangus korupsi di negeri ini karena korupsi dilakukan dengan sistem yang sangat komplek dan sudah melibatkan banyak orang. Saya tidak akan membahas mengenai korupsi dinegeri ini, namun lebih tertarik untuk membahas dalam lingkup yang lebih kecil yaitu perusahaan. Perusahaan tempat kita bekerja sangatlah membutuhkan tenaga Audit internal. Kenapa? Banyak sekali alasan yang dapat menjawab pertanyaan kenapa perusahaan memerlukan tenaga auditor.  Salah satu fungsi Auditor internal adalah Sebagai pemberi assurance yang independen dan objektif .
Auditor dapat berfungsi sebagai pemberi informasi yang dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan dari lembaga yang independen dan objekt…

Perencanaan Audit - Program Kerja Audit

Program Kerja Audit (PKA) adalah rancangan prosedur dan teknik audit yang disusun secara sistematis yang harus diikuti/dilaksanakan oleh auditor dalam kegiatan audit untuk mencapai tujuan audit. PKA disusun setelah auditor telah memiliki pemahaman yang cukup tentang tujuan audit di setiap tahap. Pemahaman ini diperoleh sebelum penugasan, saat survey pendahuluan. Saat evaluasi Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) dan setelah pengembangan temuan sampai pada firm audit objectives
Konsep PKA disiapkan oleh ketua Tim. Kemudian, pengendalian teknis (PT) mereviu untuk memberikan tambahan informasi dan arahan. Setelah itu, PKA direviu kembali oleh pengendali mutu (PM) untuk disetujui. PKA ibarat peta bagi turis yang menunjukan tempat-tempat penting yang harus didatanginya. Bila turis tidak membaca peta, ia tidak mungkin memilih objek wisata yang paling baik dengan ekonomis, efesien dan efektif.
Tujuan dan manfaat PKA adalah sebagai berikut: Sarana pemberian tugas kepada tim audit.Sarana Penga…

Terhadap Kinerja Auditor Internal, Apa Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Internal?

Indonesia merupakan negeri yang sedang berkembang yang memiliki berbagai jenis perusahaan yang beraneka ragam. Terdapat perusahaan swasta maupun perusahaan milik pemerintah yang ikut meramaikan persaingan usaha di bumi pertiwi ini. Dengan perusahaaan yang selalu berkembang, manajemen tidak bisa mengawasi secara langsung kinerja perusahaan apakah sudah berjalan secara efektif, efisien dan ekonomis. Salah satu profesi yang dapat diberdayakan oleh manajemen untuk melakukan fungsi pengawasan ini adalah Auditor Internal. Audit internal adalah sebuah aktivitas konsultasi dan keyakinan objektif yang dikelola secara independen di dalam organisasi dan diarahkan oleh filosofi penambahan nilai untuk meningkatkan operasional perusahaan (Sawyer 2009 : 8). Keberadaan Audit Internal pada BUMN sudah diatur berdasarkan Undang-undang RI No. 19 Tahun 2003 mengenai BUMN Pasal 67 yang menyebutkan bahwa pada setiap BUMN dibentuk satuan Pengawas internal yang merupakan aparat pengawas internal perusahaan. 

Fungsi dan Tanggung Jawab Audit Internal

Terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan mengenai fungsi dan tanggungjawab audit internal. Menurut Konsersium Organisasi Profesi Audit Internal (2004:11) fungsi audit internal adalah sebagai berikut: “Penanggungjawab fungsi audit internal harus mengelola fungsi audit internal secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa kegiatan fungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi organisasi.”Fungsi audit internal menurut Hiro Tugiman (2006:25) menyatakan bahwa: “Fungsi audit internal adalah suatu pengawasan yang memiliki lingkup tidak terbatas tidak pembatas sumber, informasi, kewenangan untuk memerika hal apapun pada saat kapan pun, kebebasan untuk menyatakan sesuatu, menguji, mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan, dan dukungan sepenuhnya dari pimpinan organisasi.” Sedangkan fungsi audit internal yang dikemukakan Ardeno Kurniawan (2012:53) adalah : “Fungsi audit internal adalah memberikan berbagai macam jasa kepada organisasi termasuk audit kinerja dan audit operasiona…