Skip to main content

Romantika Kerja dan Keluarga

Kerja dan Keluarga merupakan kata yang berbeda makna namun sangat erat sekali hubungannya. Kita Kerja untuk Keluarga dan Keluarga bangga karena kita bekerja. Menurut Supriyadi (2003) Kerja adalah beban, kewajiban, sumber penghasilan, kesenangan, gengsi, aktualisasi diri, dan lain lain. Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga (Duvall dan Logan, 1986). Dari dua pengertian diatas terdapat hubungan antara kerja dan keluarga dimana kerja berkaitan dengan beban dan kewajiban yang harus dipikul untuk keberlangsungan budaya dan sosial dari anggota keluarga.
Ilustrasi oleh DOTS happy family cartoon
Pertanyaan yang sering timbul berkenaan dengan kata "Kerja" dan "Keluarga" diantaranya adalah:
Berapa gajimu sehingga engkau lupakan keluargamu?
Kenapa jauh-jauh cari kerja, memang tidak ada kerjaan yang dekat keluarga?
atau
Kenapa nggak minta sama boss biar bisa penempatan dekat keluarga?
Beberapa pertanyaan diatas pasti sering anda dengar bagi yang bekerja dan jauh keluarga. Beberapa hal berkenaan dengan pertanyaan diatas sudah saya analisa dan berikut ini kira-kira jawabannya.
Pertama, kenapa bekerja hingga jauh dari keluarga. Berapa sih gajimu? 
Dalam bekerja memang gaji adalah yang dicari sampai ada yang bilang "kerja ya nyari duit bukan nyari muka" heehee.. namun daripada itu beberapa faktor menjadi pertimbangan bagi sebagian orang memilih bekerja di luar kampung halaman.
  1. Gaji
    Gaji merupakan pertimbangan paling logis, Anda tidak mungkin rela meninggalkan keluarga jika gaji anda di perantauan sama dengan (=) gaji anda di kampung halaman;
  2. Prestise,
    Bekerja jauh bagi sebagian orang juga menjadi hal yang prestise (terhormat, berbeda, istimewa). Ibarat tukang bangunan di kampung dan tukang bangunan di Kota akan lebih bangga tukang bangunan di kota. Jika ditanya sama tetangga, kerja dimana mas? di Jakarta!!!;
  3. Berkembang,
    Selain itu ada sesuatu yang dapat diraih bekerja jauh dari keluarga yaitu perkembangan. Baik perkembangan karir maupun ilmu. Jauh dari keluarga akan membuat anda semakin berkonsentrasi dalam melaksanakan tugas dari pekerjaan dan dapat menggunakan waktu luang setelah bekerja dengan mengisi pengetahuan lain seperti melanjutkan sekolah, belajar musik atau menjalankan hobby yang disuka. Hal ini tentu saja menjadi sesuatu yang positif;
  4. Pengalaman,
    Pengalaman merupakan harta yang sangat sulit dicari, bahkan Anda tidak akan mendapatkan pengalaman dari bangku sekolah. Keluar dari kampung halamanlah yang akan menambah pengalaman, wawasan, relasi dan sebagainya. Pengalaman tidak akan cukup dari cerita teman atau sahabat, Anda haru mengalami sendiri untuk mendapatkan pengalaman itu sendiri.
Kedua, Siapa yang peduli dengan kerja dan keluarga?
Memang tidak akan ada yang peduli dengan pekerjaan dan keluarga selain kita sendiri. Apalagi bagi Anda seorang pria, bekerja adalah kewajiban Anda. Karena bekerja adalah salah satu kewajiban untuk menafkahi anak dan istri. Walaupun ada yang bilang "buat apa saya kerja jika tidak bisa bersama keluarga!" Pernyataan ini ada benarnya namun banyak juga salahnya. Benarnya adalah memang kita harus dekat keluarga karena kita harus tau keadaan kelaurga. Namun dengan anda dekat keluarga maka kesempatan untuk mendapatkan gaji yang layak, prestise, perkembangan dan pengalaman tidak akan diperoleh. Oke, Anda bekerja dan dekat keluarga, namun jika gaji Anda tidak cukup apa kamu akan lembur untuk mendapatkan gaji lebihi? itu juga Anda akan terbatas bertemu keluarga karena pergi pagi buta dan pulang gelap gulita. Paling juga korupsi atau pungli untuk mendapatkan uang lebih!! Astagfirullah... 
Alangkah lebih mulianya jika kita dapat melaksanakan pekerjaan sesuai tugas dan tanggungjawab dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai anggota keluarga bukan? Ingattt.. saat bekerja, kita sudah akad bahwa siap ditempatkan dimana saja dan berkewajiban melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggungjawab.

Ketiga, Jikapun harus bekerja jauh dari keluarga, dimana tempat seharusnya?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, seharusnya kita telah berpikir ada resiko ketika kit atelah akad dengan perusahaan atau instansi, termasuk penempatan dalam melaksanakan pekerjaan. Banyak orang yang juga memikirkan mengenai hal ini. Salah satu contoh orang yang bekerja di PT KAI, dia bilang "Nggak apa-apalah kerja di KAI kan cuman Jawa Sumatera". Padahal sekarang ini kereta api sedang expansi di pulau sulawesi, kalimantan bahkan papua. Saya pikir, tidak perlu mengeluh soal penempatan kerja yang penting daerah tersebut ada listrik dan internet. Itu akan membuat anda mudah berkomunikasi dengan keluarga Anda. Jika daerahnya terpencil, maka keputusan besar harus dibuat antara membawa keluarga ke daerah tempat kerja atau Anda Resign.

Keempat, Sampai kapan Anda akan jauh-jauhan dengan keluarga?
pertanyaan ini sangat penting, kenapa? karena pertanyaan ini merupakan sebuah goal yang harus diraih. Anda dapat membuat batasan/ goal mengenai pertanyaan tersebut. Seperti: sampai dapat modal buat usaha sendiri, sampai saya jadi direktur, sampai batas kemampuan saya, sampai pensiun dan sebagainya. Goal tersebut dapat Anda tentukan secepatnya!!

Kelima, Apa solusi buat yang kerja jauh dari keluarga?
Solusi dari semua ini adalah transportasi. Usahakan pekerjaan Anda dekat dengan Stasiun, terminal atau bandara sehingga Anda cepat sampai dirumah. Pastikan anda bertemu keluarga secara reguler dan kualitaskan pertemuan tersebut. Selalu pantau keluarga Anda melalui telpon, whatapp, atau video call, tanya kabar, kondisi dan bercanda dengan keluarga Anda. Maksimalkanlah waktu yang Anda punya ketika dapat berjumpa dengan keluarga. Ambil cuti karena itu hak dari setiap bekerja.

Bekerja dan keluarga merupakan romantika yang tiada tara. Dengan Anda bekerja untuk keluarga itu merupakan sesuatu yang sangat mulia karena bekerja dan bekerja akan mengangkat derajat dari keluarga Anda baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Tetap bekerja dan jangan lupakan keluarga karena keluarga akan mengurusimu disaat perusahaan sudah tidak memerlukan tenagamu. 
Salam hangat untuk keluarga Anda dirumah!! 

Comments

Popular posts from this blog

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit.
Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit (audit procedure) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.”


Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya:
1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence).
2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence.
3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertulis kepada pihak internal (ma…

Kenapa Perusahaan Perlu adanya Audit Internal

Dewasa ini sering sekali kita mendengar kata auditor. Apalgi semenjak era reformasi, fungsi auditor sangatlah diperlukan oleh negara secara umum dan perusahaan secara khususnya. Dari masa kemasa peran auditor sangatlah besar untuk ikut membantu negara mengurangi tingkat korupsi. Sangat tidak mudah untuk memberangus korupsi di negeri ini karena korupsi dilakukan dengan sistem yang sangat komplek dan sudah melibatkan banyak orang. Saya tidak akan membahas mengenai korupsi dinegeri ini, namun lebih tertarik untuk membahas dalam lingkup yang lebih kecil yaitu perusahaan. Perusahaan tempat kita bekerja sangatlah membutuhkan tenaga Audit internal. Kenapa? Banyak sekali alasan yang dapat menjawab pertanyaan kenapa perusahaan memerlukan tenaga auditor.  Salah satu fungsi Auditor internal adalah Sebagai pemberi assurance yang independen dan objektif .
Auditor dapat berfungsi sebagai pemberi informasi yang dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan dari lembaga yang independen dan objekt…

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah.
Audit Internal  Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independenMelayani kebutuhan organisasi, meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan. Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi. Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah. Independen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen. Menelaah aktivitas secara terus m…

Kompetensi Auditor Internal

Dalam menunjang kinerjanya, Auditor harus memiliki Kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaannya. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17).
Terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan kompetensi auditor diantaranya adalah Mulyadi (2009:58) yang menjelaskan bahwa: “Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang di berikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti di syaratkan oleh prinsip etika.” Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely suhayati (2010:2) menjelaskan kompetensi adalah: “Kompetensi artinya auditor harus mempunyai …

Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal

Sebagai seorang Auditor, kita harus mengetahui Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal. Berikut ini Beberapa sumber yang menjelaskan Tujuan dan Ruang Lingkup Auditor Internal. Sebagai berikut.
Menurut Hery (2010:39) Tujuan dari audit internal adalah sebagai berikut : “Audit internal secara umum memiliki tujuan untuk membantu segenap anggota manajemen dalam menyelesaikan tanggungjawab mereka secara efektif, dengan memberi mereka analisis, penilaian, saran dan komentar yang objektif mengenai kegiatan atau hal-hal yang diperiksa.” Pada dasarnya tujuan dari audit internal adalah membantu manajemen di dalam suatu organisasi untuk menjalankan tugas dan wewenangnya secara sistematis dan efektif dengan cara memberikan analisis, penilaian, rekomendasi, konsultasi dan informasi sehubungan dengan aktivitas yang diperiksanya.
Menurut Sawyer’s (2009:10) Ruang lingkup audit internal adalah sebagai berikut: “Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor …

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):
Standar Atribut
a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.
b. Independensi dan Objektivitas Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung jawabnya. Independensi akan meningkat jika fungsi audit internal memiliki akses komun…

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit. Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda.

Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut:
Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut
Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan auditPemahaman dan pengujian pengendalian internPengujian substantivePelaporan
Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut:

Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujuan audit dalam rumusan umum seperti ketaatan, efektivitas …

Kinerja Auditor Internal

Kinerja secara etimologi, berasal dari kata prestasi kerja (performance). Menurut Hasibuan (2009:94) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Definisi kinerja karyawan menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu. Esya (2008) mendefiniskan Kinerja Auditor adalah sebagai ekspresi potensi kerja auditor berupa perilaku kerja seorang auditor dalam melaksanakan tugas kerja untuk mencapai hasil kerja yang optimal, yang dapat diukur melalui faktor o…

Fungsi dan Tanggung Jawab Audit Internal

Terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan mengenai fungsi dan tanggungjawab audit internal. Menurut Konsersium Organisasi Profesi Audit Internal (2004:11) fungsi audit internal adalah sebagai berikut: “Penanggungjawab fungsi audit internal harus mengelola fungsi audit internal secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa kegiatan fungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi organisasi.”Fungsi audit internal menurut Hiro Tugiman (2006:25) menyatakan bahwa: “Fungsi audit internal adalah suatu pengawasan yang memiliki lingkup tidak terbatas tidak pembatas sumber, informasi, kewenangan untuk memerika hal apapun pada saat kapan pun, kebebasan untuk menyatakan sesuatu, menguji, mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan, dan dukungan sepenuhnya dari pimpinan organisasi.” Sedangkan fungsi audit internal yang dikemukakan Ardeno Kurniawan (2012:53) adalah : “Fungsi audit internal adalah memberikan berbagai macam jasa kepada organisasi termasuk audit kinerja dan audit operasiona…

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #2 Standar Kinerja

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):
Standar AtributStandar Kinerja
a. Pengelolaan Fungsi Audit Internal
Penanggung jawab fungsi audit internal harus mengelola fungsi audit internal secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa kegiatan fungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi organisasi.
1) Perencanaan
Penanggung jawab fungsi audit internal harus menyusun perencanaan yang berbasis risiko (risk-based plan) untuk menetapkan prioritas kegiatan audit internal, konsisten dengan tujuan organisasi.
Rencana penugasan audit internal harus berdasarkanpenilaian risiko yang dilakukan paling sedikit setahunsekali. Masukan dari pimpinan dan dewan pengawasorganisasi serta perkembangan terkin…