Skip to main content

Rute Perjalanan Kereta Api paling Menyeramkan di Dunia

Naik kereta api yang paling berkesan adalah perjalanannya yang sangat menarik. Di Indonesia, rute paling menarik adalah melalui jalur utara dimana anda akan dimanjakan dengan pemandangan gunung, laut, tebing yang tinggi dan sebagainya. Perjalanan tersebut ada yang menyenangkan dan ada pula yang membuat jantung berdetak kencang karena rute yang dilewati amatlah mengerikan. Kali ini akan dibahas rute atau jalur perjanan kereta api yang sangat menyeramkan yang ada di dunia.
Foto oleh:  DEAGOSTINI/GETTY
Sedikitnya ada 8 Rute Perjalanan Kereta Api paling Menyeramkan di Dunia, berikut ini rute-rute tersebut.

1.Death Railway Thailand
Burma Railway, atau juga dikenal sebagai Death Railway, adalah rute perjalanan kereta antara Burma-Siam dengan perjalanan sejauh 415 kilometer (258 mil) antara Ban Pong, Thailand, dan Thanbyuzayat, Burma, yang dibangun oleh Kekaisaran Jepang pada tahun 1943 untuk mendukung pasukannya dalam Perang Dunia II di Burma. Kereta api ini menyelesaikan jalur kereta api antara Bangkok, Thailand dan Rangoon, Burma (sekarang Yangon). Jalur ini ditutup pada tahun 1947, tetapi bagian antara Nong Pla Duk dan Nam Tok dibuka kembali sepuluh tahun kemudian pada tahun 1957.

2.Outeniqua choo Tjoe (Afsel)
Outeniqua Choo Tjoe adalah rute terakhir yang tersisa dan terus dioperasikan dengan kereta uap untuk angkutan penumpang di Afrika. Terakhir kali dioperasikan pada Juni 2009. Jalur kereta api ini diselesaikan pada tahun 1928, dan menghubungkan kota George hingga Knysna di Western Cape, Afrika Selatan. Perjalanan membutuhkan waktu 3 jam dengan pemberhentian di kota-kota Wilderness, Goukamma, dan Sedgefield. Pemandangan Sepanjang 67 kilometer (42 mil)  rute pantai kasar dari Garden Route sebelum mengakhiri dengan menyeberangi sebuah jembatan di atas laguna di Knysna.

3.Feather River Route USA
The Feather River Route adalah jalur rel yang dibangun dan dioperasikan oleh Western Pacific Railroad. Jalur tersebut dibangun antara 1906 hingga 1909, dan menghubungkan kota-kota seperti Oakland, California, dan Salt Lake City, Utah. Jalur ini dibangun untuk bersaing dengan Central Pacific Railroad yang pada saat itu mengadakan monopoli hampir semua layanan kereta api Northern California. Diberi nama The Feather River Route karena dari crossing-nya dari Sierra Nevada, di mana ia mengikuti membelah North dan Middle Forks Sungai Feather. Rute ini terkenal dengan kualitas teknik yang mengesankan dan keindahannya yang cukup besar. Semua rute yang sekarang dimiliki dan dioperasikan oleh Union Pacific Railroad. Namun, Union Pacific telah mentransfer bagian yang signifikan dari rute ke jalur lainnya. Bagian masih bernama Feather River Route oleh Union Pacific yang dijalankan dari California Central Valley untuk Winnemucca, Nevada.

4.Tren a Las Nubes Argentina
The Tren a las Nubes adalah layanan kereta wisata di Salta Provinsi, Argentina. Layanan ini berjalan di sepanjang bagian timur jalur kereta api Salta-Antofagasta dari Belgrano Railway (juga dikenal sebagai "C-14" line) yang menghubungkan Argentina Northwest dengan perbatasan Chili di pegunungan Andes, lebih dari 4.220 meter (13.850 ft) di atas permukaan laut. Kereta api tertinggi kelima di dunia. Awalnya dibangun karena alasan ekonomi dan sosial, sekarang yang paling utama adalah digunakan untuk menarik wisatawan sebagai kereta api warisan, meskipun tiket lebih murah juga tersedia untuk penduduk setempat untuk menggunakan kereta api sebagai transportasi.

5.Chennai-Rameswaram Route, India
Pamban Bridge adalah jembatan kereta api yang menghubungkan kota Rameswaram di Pamban Island ke daratan India. Dibuka pada tanggal 24 Februari 1914, itu jembatan laut pertama India, dan jembatan laut terpanjang di India sampai pembukaan Bandra-Worli Sea Link pada tahun 2010. Jembatan rel, untuk sebagian besar, jembatan konvensional beristirahat pada beton dermaga, namun memiliki bagian bascule double-leaf di tengah jalan, yang dapat diangkat untuk membiarkan kapal dan tongkang melewati.

6.Dawlish Rail Track UK
Stasiun kereta api Dawlish adalah Jalur dari Exeter ke Plymouth dan melayani kota Dawlish di Devon, Inggris. Stasiun ini dibangun di dinding laut, seperti jalur kereta api, dan sering mengalami kerusakan karena kedekatannya dengan laut. Bagian selatan stasiun melewati lima terowongan yang melalui tebing karena mengikuti garis pantai.

7.White Pass & Yukon Route, Alaska
White Pass & Yukon Route, Alaska (WP & Y, WP & YR) adalah Rute antara Kanada dan AS Kelas II 3 ft (914 mm) yang sempit yang menghubungkan pelabuhan Skagway, Alaska, dengan Whitehorse, ibukota Yukon. Sistemnya terisolasi, tidak memiliki koneksi langsung ke setiap kereta api lainnya. Peralatan, barang dan penumpang mengangkut dengan kapal melalui Pelabuhan Skagway, dan melalui jalan yang sering kali berhenti di sepanjang rute nya. Kereta api mulai dibangun pada tahun 1898 selama Klondike Gold Rush sebagai sarana mencapai ladang emas. Hingga selesai pada tahun 1900, menjadi rute utama untuk interior Yukon, menggantikan Chilkoot Trail dan rute lainnya. Rute ini terus beroperasi sampai tahun 1982, dan pada tahun 1988 sebagian dihidupkan kembali sebagai kereta api cagar budaya. Saat ini, kereta api ini menjadi anak perusahaan dari Clublink yang dioperasikan oleh Pasifik dan Kereta Api Arktik dan Navigasi Perusahaan (di Alaska), Columbia Yukon Railway Company Inggris (di British Columbia) dan Yukon Railway Company Inggris.

8.Lyton & Lynmouth Cliff, United Kingdom
Tebing tinggi yang memisahkan dua kota Lyton & Lynmouth Cliff, United Kingdom adalah kendala utama untuk pembangunan ekonomi di abad ke-19. Karena keterpencilan daerah, dan geografi kasar, penduduk desa harus bergantung pada laut untuk sebagian besar pengiriman batubara, kapur, bahan makanan dan kebutuhan lainnya, yang memiliki kemudian dibawa oleh kuda beban dan gerobak ke atas bukit curam ke Lynton. Tebing juga menimbulkan masalah bagi industri pariwisata berkembang. pembuat liburan mulai tiba di Lynmouth pada kapal uap dayung dari Bristol, Swansea dan pelabuhan lain Bristol Channel, dari sekitar tahun 1820. Ponies, keledai dan kereta yang tersedia untuk menyewa, tetapi gradien curam menyebabkan hewan memiliki kehidupan hanya singkat bekerja. Proposal pertama untuk mengangkat berbasis rel, mampu membawa penumpang dan barang, dibuat pada tahun 1881, meskipun skema pertama ini telah bertenaga uap.


Comments

Popular posts from this blog

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit.
Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit (audit procedure) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.”


Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya:
1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence).
2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence.
3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertulis kepada pihak internal (ma…

Kenapa Perusahaan Perlu adanya Audit Internal

Dewasa ini sering sekali kita mendengar kata auditor. Apalgi semenjak era reformasi, fungsi auditor sangatlah diperlukan oleh negara secara umum dan perusahaan secara khususnya. Dari masa kemasa peran auditor sangatlah besar untuk ikut membantu negara mengurangi tingkat korupsi. Sangat tidak mudah untuk memberangus korupsi di negeri ini karena korupsi dilakukan dengan sistem yang sangat komplek dan sudah melibatkan banyak orang. Saya tidak akan membahas mengenai korupsi dinegeri ini, namun lebih tertarik untuk membahas dalam lingkup yang lebih kecil yaitu perusahaan. Perusahaan tempat kita bekerja sangatlah membutuhkan tenaga Audit internal. Kenapa? Banyak sekali alasan yang dapat menjawab pertanyaan kenapa perusahaan memerlukan tenaga auditor.  Salah satu fungsi Auditor internal adalah Sebagai pemberi assurance yang independen dan objektif .
Auditor dapat berfungsi sebagai pemberi informasi yang dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan dari lembaga yang independen dan objekt…

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah.
Audit Internal  Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independenMelayani kebutuhan organisasi, meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan. Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi. Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah. Independen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen. Menelaah aktivitas secara terus m…

Kompetensi Auditor Internal

Dalam menunjang kinerjanya, Auditor harus memiliki Kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaannya. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17).
Terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan kompetensi auditor diantaranya adalah Mulyadi (2009:58) yang menjelaskan bahwa: “Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang di berikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti di syaratkan oleh prinsip etika.” Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely suhayati (2010:2) menjelaskan kompetensi adalah: “Kompetensi artinya auditor harus mempunyai …

Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal

Sebagai seorang Auditor, kita harus mengetahui Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal. Berikut ini Beberapa sumber yang menjelaskan Tujuan dan Ruang Lingkup Auditor Internal. Sebagai berikut.
Menurut Hery (2010:39) Tujuan dari audit internal adalah sebagai berikut : “Audit internal secara umum memiliki tujuan untuk membantu segenap anggota manajemen dalam menyelesaikan tanggungjawab mereka secara efektif, dengan memberi mereka analisis, penilaian, saran dan komentar yang objektif mengenai kegiatan atau hal-hal yang diperiksa.” Pada dasarnya tujuan dari audit internal adalah membantu manajemen di dalam suatu organisasi untuk menjalankan tugas dan wewenangnya secara sistematis dan efektif dengan cara memberikan analisis, penilaian, rekomendasi, konsultasi dan informasi sehubungan dengan aktivitas yang diperiksanya.
Menurut Sawyer’s (2009:10) Ruang lingkup audit internal adalah sebagai berikut: “Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor …

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):
Standar Atribut
a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.
b. Independensi dan Objektivitas Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung jawabnya. Independensi akan meningkat jika fungsi audit internal memiliki akses komun…

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit. Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda.

Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut:
Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut
Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan auditPemahaman dan pengujian pengendalian internPengujian substantivePelaporan
Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut:

Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujuan audit dalam rumusan umum seperti ketaatan, efektivitas …

Kinerja Auditor Internal

Kinerja secara etimologi, berasal dari kata prestasi kerja (performance). Menurut Hasibuan (2009:94) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Definisi kinerja karyawan menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu. Esya (2008) mendefiniskan Kinerja Auditor adalah sebagai ekspresi potensi kerja auditor berupa perilaku kerja seorang auditor dalam melaksanakan tugas kerja untuk mencapai hasil kerja yang optimal, yang dapat diukur melalui faktor o…

Fungsi dan Tanggung Jawab Audit Internal

Terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan mengenai fungsi dan tanggungjawab audit internal. Menurut Konsersium Organisasi Profesi Audit Internal (2004:11) fungsi audit internal adalah sebagai berikut: “Penanggungjawab fungsi audit internal harus mengelola fungsi audit internal secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa kegiatan fungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi organisasi.”Fungsi audit internal menurut Hiro Tugiman (2006:25) menyatakan bahwa: “Fungsi audit internal adalah suatu pengawasan yang memiliki lingkup tidak terbatas tidak pembatas sumber, informasi, kewenangan untuk memerika hal apapun pada saat kapan pun, kebebasan untuk menyatakan sesuatu, menguji, mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan, dan dukungan sepenuhnya dari pimpinan organisasi.” Sedangkan fungsi audit internal yang dikemukakan Ardeno Kurniawan (2012:53) adalah : “Fungsi audit internal adalah memberikan berbagai macam jasa kepada organisasi termasuk audit kinerja dan audit operasiona…

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #2 Standar Kinerja

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):
Standar AtributStandar Kinerja
a. Pengelolaan Fungsi Audit Internal
Penanggung jawab fungsi audit internal harus mengelola fungsi audit internal secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa kegiatan fungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi organisasi.
1) Perencanaan
Penanggung jawab fungsi audit internal harus menyusun perencanaan yang berbasis risiko (risk-based plan) untuk menetapkan prioritas kegiatan audit internal, konsisten dengan tujuan organisasi.
Rencana penugasan audit internal harus berdasarkanpenilaian risiko yang dilakukan paling sedikit setahunsekali. Masukan dari pimpinan dan dewan pengawasorganisasi serta perkembangan terkin…