Skip to main content

Apakah kamu suka writing?

Menulis adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menuangkan isi hati, gagasan, pemikiran kedalam sebuah tulisan. Beberapa waktu ini, saya yang memiliki beberapa blog sangat jarang menulis. Hal serupa juga terjadi dengan teman-teman masimam di akun instagram. Berdasarkan jajak pendapat yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu, dengan pertanyaan “Apakah kamu suka writing?” sebanyak 33% menjawab iya dan sisanya sebanyak 67% menjawab tidak. Survey dalam skala kecil ini membuat saya bertanya, kenapa teman-teman saya tidak suka menulis.
Hasil Survey Masimamcom
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dadang Sunendar yang di petik dari bangka tribunnews tanggal 21 November 2016 menyatakan bahwa: "Minat baca, minat menulis masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan negara di ASEAN. Lembaga survei internasional menunjuk tingkat literasi masih rendah. Dari Survei yang dilakukan PISA (Programme for International Student Assessment-red) dari 61 negara yang disurvei, Indonesia di posisi 60, satu dari yang terbawah,". Rendahnya minat menulis juga dipengaruhi dengan rendahnya minat baca di negeri ini. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Orang Indonesia lebih menyukai menonton melalui Televisi atau lain seperti youtube, Vidio, dan sebagainya.

Berikut ini, beberapa hal yang menyebabkan menulis menjadi hal yang tidak disukai versi masimam:
  1. Orang lebih suka menonton. Penulis melihat dalam beberapa pertunjukan musik, pentas film sangat mudah menarik penonton Indonesia dibandingkan dengan kegiatan seminar, bedah buku atau semacamnya. Contoh yang lainnya adalah dewasa ini masyarakat lebih suka menggunakan youtube dan instagram dalam mengaktualisasi diri daripada menulis pada blog. Hal ini menjadi indikator pertama yang sangat kasat mata dan mudah menilai mengapa orang tidak suka menulis.
  2.  Pekerjaan menulis kurang dihargai. Dewasa upah bagi penulis sebuah buku masih di bawah UMR untuk satu buku. Padahal dalam membuat sebuah buku dibutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan. Upah yang masih rendah ini tentu saja akan membuat penulis sedikit malas dalam menjalankan pekerjaannya.
  3. Tidak ada perpustakaan di kantor. Perpustakaan merupakan media informasi dan jendela dunia untuk mengembangkan ulmu pengetahuan. Nah, apakah dikantor Anda sudah ada perpustakaan? Jikapun telah ada perpus, apakah buku-bukunya merupakan buku terbaru? Hal ini juga dapat menjadi indikator bagi kantor Anda untuk melihat seberapa minat pekerja dalam hal menulis dan membaca.
  4. Latar belakang seseorang. Latar belakang seseorang menjadi penyebab seseorang memiliki minat dalam menulis. Jujur saja, awal mula saya menyukai dunia blogger adalah ketika teman saya dalam kesehariannya ngeblog dan menghasilkan. Disaat teman saya kuliah, dia mengerjakan beberapa tulisan untuk di post ke dalam blog miliknya. Alhasil, dia dapat membiayai kuliah dan membeli kebutuhan kampus seperti motor dan laptop. Latar belakang saya yang berkumpul dengan penulis blog ini, membuat saya tertarik untuk mengikuti kegiatan menulis di blog hingga sekarang.
  5. Pembaca. Hal yang paling mempengaruhi seseorang dalam menulis adalah Pembaca. Sebaik-baiknya tulisan kita, jika tidak ada yang mau membaca juga percuma. Tujuan menulis sebenarnya adalah untuk menyampaikan ide, gagasan, dan cerita kepada pembacanya. Jadi, jika tulisan kita tidak ada yang mau membaca, buat apa kita menulis? Tak jarang bagi seorang penulis untuk mengikuti selera pembacanya.

Bagi saya, menulis merupakan kegiatan yang harus saya kerjakan sebagai salah satu bukti bahwa saya pernah hidup didunia dan berkontribusi bagi negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mottonya adalah meninggalkan nama dalam sebuah buku. Tidak sedikit manfaat yang saya rasakan dari kegiatan menulis diantaranya:
  1. Menghasilkan beberapa buku yang terjual di Gramedia, Gunung Agung, dan toko buku lainnya;
  2. Menunjang pekerjaan saya sebagai Auditor;
  3. Menambah referensi dan wawasan dalam segala macam yang ingin saya pelajari;
  4. Mencurahkan segala ide dan gagasan melalui media tulisan (karena beberapa hal tidak dapat diceritakan dengan ucapan).
Menulis dapat dilakukan dimana saja. Raditya dika menulis saat dia menum kopi dan kemudian menulis untuk dijadikan buku atau film yang sangat diminati anak muda. Bahkan ada seorang penulis, mendapatkan ide disaat dia sedang buang hajat. Ada pula seorang penyanyi yang mendapatkan lirik yang sangat apik disaat dia mengonsumsi alkohol. Banyak sekali media, waktu, dan tempat yang dapat menghadirkan ide dan gagasan untuk dituangkan kedalam sebuah tulisan.

Bagaimana cara menulis yang baik dan benar?

Saya membuka sesi sharing knowledge bagi teman-teman yang suka menulis untuk memberikan beberapa tips berkenaan dengan cara menulis yang baik dan benar. Silahkan kirim email atau komentar di kolom yang telah disediakan. Terimakasih



Daftar Pustaka:
  • Tribunnews, 21 November 2016, minat baca dan menulis masyarakat indonesia masih rendah, di dapat pada: http://bangka.tribunnews.com/2016/11/21/minat-baca-dan-menulis-masyarakat-indonesia-masih-rendah


Comments

Popular posts from this blog

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit.
Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit (audit procedure) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.”


Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya:
1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence).
2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence.
3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertulis kepada pihak internal (ma…

Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal

Sebagai seorang Auditor, kita harus mengetahui Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal. Berikut ini Beberapa sumber yang menjelaskan Tujuan dan Ruang Lingkup Auditor Internal. Sebagai berikut.
Menurut Hery (2010:39) Tujuan dari audit internal adalah sebagai berikut : “Audit internal secara umum memiliki tujuan untuk membantu segenap anggota manajemen dalam menyelesaikan tanggungjawab mereka secara efektif, dengan memberi mereka analisis, penilaian, saran dan komentar yang objektif mengenai kegiatan atau hal-hal yang diperiksa.” Pada dasarnya tujuan dari audit internal adalah membantu manajemen di dalam suatu organisasi untuk menjalankan tugas dan wewenangnya secara sistematis dan efektif dengan cara memberikan analisis, penilaian, rekomendasi, konsultasi dan informasi sehubungan dengan aktivitas yang diperiksanya.
Menurut Sawyer’s (2009:10) Ruang lingkup audit internal adalah sebagai berikut: “Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor …

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah.
Audit Internal  Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independenMelayani kebutuhan organisasi, meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan. Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi. Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah. Independen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen. Menelaah aktivitas secara terus m…

Kompetensi Auditor Internal

Dalam menunjang kinerjanya, Auditor harus memiliki Kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaannya. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17).
Terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan kompetensi auditor diantaranya adalah Mulyadi (2009:58) yang menjelaskan bahwa: “Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang di berikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti di syaratkan oleh prinsip etika.” Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely suhayati (2010:2) menjelaskan kompetensi adalah: “Kompetensi artinya auditor harus mempunyai …

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit. Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda.

Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut:
Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut
Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan auditPemahaman dan pengujian pengendalian internPengujian substantivePelaporan
Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut:

Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujuan audit dalam rumusan umum seperti ketaatan, efektivitas …

Kinerja Auditor Internal

Kinerja secara etimologi, berasal dari kata prestasi kerja (performance). Menurut Hasibuan (2009:94) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Definisi kinerja karyawan menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu. Esya (2008) mendefiniskan Kinerja Auditor adalah sebagai ekspresi potensi kerja auditor berupa perilaku kerja seorang auditor dalam melaksanakan tugas kerja untuk mencapai hasil kerja yang optimal, yang dapat diukur melalui faktor o…

Kenapa Perusahaan Perlu adanya Audit Internal

Dewasa ini sering sekali kita mendengar kata auditor. Apalgi semenjak era reformasi, fungsi auditor sangatlah diperlukan oleh negara secara umum dan perusahaan secara khususnya. Dari masa kemasa peran auditor sangatlah besar untuk ikut membantu negara mengurangi tingkat korupsi. Sangat tidak mudah untuk memberangus korupsi di negeri ini karena korupsi dilakukan dengan sistem yang sangat komplek dan sudah melibatkan banyak orang. Saya tidak akan membahas mengenai korupsi dinegeri ini, namun lebih tertarik untuk membahas dalam lingkup yang lebih kecil yaitu perusahaan. Perusahaan tempat kita bekerja sangatlah membutuhkan tenaga Audit internal. Kenapa? Banyak sekali alasan yang dapat menjawab pertanyaan kenapa perusahaan memerlukan tenaga auditor.  Salah satu fungsi Auditor internal adalah Sebagai pemberi assurance yang independen dan objektif .
Auditor dapat berfungsi sebagai pemberi informasi yang dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan dari lembaga yang independen dan objekt…

Fungsi dan Tanggung Jawab Audit Internal

Terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan mengenai fungsi dan tanggungjawab audit internal. Menurut Konsersium Organisasi Profesi Audit Internal (2004:11) fungsi audit internal adalah sebagai berikut: “Penanggungjawab fungsi audit internal harus mengelola fungsi audit internal secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa kegiatan fungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi organisasi.”Fungsi audit internal menurut Hiro Tugiman (2006:25) menyatakan bahwa: “Fungsi audit internal adalah suatu pengawasan yang memiliki lingkup tidak terbatas tidak pembatas sumber, informasi, kewenangan untuk memerika hal apapun pada saat kapan pun, kebebasan untuk menyatakan sesuatu, menguji, mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan, dan dukungan sepenuhnya dari pimpinan organisasi.” Sedangkan fungsi audit internal yang dikemukakan Ardeno Kurniawan (2012:53) adalah : “Fungsi audit internal adalah memberikan berbagai macam jasa kepada organisasi termasuk audit kinerja dan audit operasiona…

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):
Standar Atribut
a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.
b. Independensi dan Objektivitas Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung jawabnya. Independensi akan meningkat jika fungsi audit internal memiliki akses komun…

Independensi Auditor Internal

Auditor juga harus bebas dari pengaruh klien dalam melaksanakan auditnya dan melaporkan temuan-temuannya. Independensi menurut Hery (2010:74) adalah suatu kemandirian yang dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan tanpa prasangka. Mulyadi (2009:26) menjelaskan bahwa independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi menurut Sawyer’s (2009:7) merupakan suatu sikap yang harus bebas dari hambatan, memberikan opini yang objektif, tidak bias, tidak dibatasi, dan melaporkan masalah yang sebenarnya, bukan berdasarkan keinginan eksekutif atau lemabaga. Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa indepensi merupakan suatu sikap yang bebas dan tidak terpengaruh, tidak memihak, dan melaporkan suatu kejadian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kumaat (2011:9) menjelaskan bahwa independensi merupakan kata kunci yang paling penting untuk menilai peran internal audit. Kumaat menambahkan b…