Skip to main content

Perbedaan e-commerce, m-commerce dan a-commerce

Model pemasaran dan perbelanjaan saat ini sudah meningkat dengan pesat. Di Amerika, China atau Jepang sudah sangat jarang ditemui orang berbelanja di pasar secara manual. Bertemu penjual, tawar menawar, hingga pembayaran yang dilakukan dengan uang (giral/kartal). Cara-cara konvensional tersebut sudah mulai ber-evolusi menjadi e-commerce, m-commerce dan yang terbaru adalah a-commerce

Apa bedanya? 

Berikut ini, masimamcom akan mencoba untuk memberikan gambaran perbedaan mengenai e-commerce, m-commerce dan a-commerce. 

1. e-commerce 

Merupakan kependekan dari electronic commerce dan diperkenalkan pada tahun 1970-an. Sistem ini merupakan cara penjualan dan pembelian dengan menggunakan komputer yang terhubung dengan internet sehingga tidak menggunakan kertas sama sekali. Transaksi dapat langsung dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer yang terhubung dengan internet. E-commerce sendiri dibagi menjadi 3 yaitu Bisnis ke Bisnis (contoh: Cisco), Bisnis ke Konsumen (contoh: Amazon), dan Konsumen ke Konsumen (contoh: OLX). 

2. m-commerce 

Merupakan kependekan dari mobile commerce dan diperkenalkan pada tahun 1990-an. Proses transaksi sudah menggunakan mobile atau smartphone/gadged yang terhubung dengan internet tanpa ada sambungan kabel. Saat ini m-commerce sudah merambah ke berbagai bidang contohnya perbankan, aplikasi pemesanan tiket, farmasi, e-book, dan sebagainya. Pencipntanya adalah seorang KEVIN DUFFEY pada tahun 1997. 

3. a-commerce 

Merupakan kependekan dari automated commerce dan diperkenalkan pada tahun 2000-an. A-commerce merupakan sebuah evolusi dari e-commerce dan m-commerce. Jika e-commerce dan m-commerce konsumen tidak dapat melihat barang secara langsung sehingga terkadang barang yang dipesan tidak sesuai dengan yang diharapkan. automated commerce merupakan perbaikan dari hal tersebut. Pengalaman berbelanja dibuat serba otomatis, mulai dari pemesanan, tidak ada kasir dan pembayaran sudah menggunakan smartphone. Kemunculan "a-commerce" bisa menjadi sebuah kabar berbelanja secara mudah, praktis dan nyaman. Contoh yang sudah menggunakan sistem ini adalah Amazon Go, BingoBox, Zozosuit, atau JD.id. 

Indonesia haru sberjuang keras agar dapat menggunakan sistem a-commerce karena banyak faktor yang harus mendukung diataranya masyarakat harus banyak yang sudah menggunakan mobile payment (paytren, t-cash bisa menjadi solusi). Di Negeri kita ini masih banyak orang belum memiliki rekening bank, sehingga arah ke mobile payment masih sedikit terhambat. Di china, saat ini saja pedagang di pasar tradisional sudah menggunakan mobile payment seperti alipay atau WeChat sebagai alat pembayaran (cashless).

Comments

Post a Comment