Skip to main content

Tips merawat AC mobil anda agar tetap memberikan kenyamanan secara terus menerus

Air Conditioner atau AC merupakan fasilitas pendukung dalam mengendarai mobil. Agar dapat memberikan kenyamanan secara terus menerus, AC harus dijaga dan dirawat secara teratur. Nah, terkadang kita tidak tahu apa yang dilakukan untuk menjaga AC dalam performa terbauknya. Berikut ini Tips merawat AC mobil anda agar tetap memberikan kenyamanan secara terus menerus

1. Jadwal untuk service AC 

Jadwalkan untuk men-service AC mobil anda dengan periode waktu 8-12 bulan sekali. Hal ini harus dilakukan agar AC anda dapat di kontrol performanya. Sekarang ini jarak tempuh sudah tidak efektif untuk diterapkan dalan jadwal service, mengingat banyak kota-kota besar yang mengalami kemacetan sepanjang hari seperti Jakarta. Indikator AC sudah waktunya diservis adalah suhu yang dihasilkan tidak sedingin sebelumnya. Penyebab, evaporator mulai kotor. Ciri lain, bau tidak sedap yang keluar dari kotoran di evaporator. Beban kerja sistem pun menjadi berat dab hal ini mengharuskan anda untuk membuat jadwal service secara berkala. 

2. Biaya perawatan AC Mobil anda 

Anggarkan biaya untuk service AC mobil secara berkala. Jangan langsung mengeluarkan uang untuk langsung mengganti AC mobil anda. Sebaiknya periksa dulu sistem sirkuit AC. Evaporator adalah target utama untuk dibersihkan karena kerap kotor. Selain itu, juga harus dilakukan penambahan oli untuk kompresor. Komponen yang wajib diganti setiap servis adalah dryer karena cara kerjanya sama dengan filter bensin. Freon juga perlu diisi ulang karena saat diservis pasti ada yang terbuang. Jika dilakukan pengecekan sistem serkuit AC tentunya biasaya perawatan mobil anda akan lebih murah daripada anda membeli AC yang baru. 

Demikaina tadi sedikit Tips merawat AC mobil anda, semoga bermanfaat dan dapat anda terapkan.

Comments

Popular posts from this blog

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit. Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit ( audit procedure ) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.” Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya: 1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence ). 2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence . 3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertu

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit.  Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda. Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut: Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan audit Pemahaman dan pengujian pengendalian intern Pengujian substantive Pelaporan Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut: Tahapan Audit Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujua

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal ) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah. Audit Internal  Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independen .  Melayani kebutuhan organisasi , meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan.  Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi.  Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah.  Independen terhadap aktivitas yang diaudit , tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen.  Menelaah

Independensi Auditor Internal

Auditor juga harus bebas dari pengaruh klien dalam melaksanakan auditnya dan melaporkan temuan-temuannya. Independensi menurut Hery (2010:74) adalah suatu kemandirian yang dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan tanpa prasangka. Mulyadi (2009:26) menjelaskan bahwa independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi menurut Sawyer’s (2009:7) merupakan suatu sikap yang harus bebas dari hambatan, memberikan opini yang objektif, tidak bias, tidak dibatasi, dan melaporkan masalah yang sebenarnya, bukan berdasarkan keinginan eksekutif atau lemabaga. Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa indepensi merupakan suatu sikap yang bebas dan tidak terpengaruh, tidak memihak, dan melaporkan suatu kejadian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kumaat (2011:9) menjelaskan bahwa independensi merupakan kata kunci yang paling penting untuk menilai peran internal audit. Kumaat menamba

Bukti Potong Pajak Pensiunan (Taspen dan Asabri)

31 Maret, Pelaporan Pajak melalui efilling maupun manual telah selesai. Bagi teman-teman yang lapor setelah tanggal tersebut maka akan mendapat denda. Sedikit informasi saja buat Saudara yang memiliki orang tua atau saudara yang telah pensiun tidak perlu bingung untuk memperoleh bukti potong Pajak. Seperti yang kita ketahui, bagi PNS yang telah pensiun maka pemotongan pajak akan dilakukan oleh PT Taspen, sedangkan untuk Polisi atau TNI biasanya dipotong oleh PT Asabri. Kedua Perseroan tersebut menyediakan layanan untuk Anda yang tidak memiliki banyak waktu luang yang mengharuskan pergi dan antri untuk memperoleh Bukti Potong Pajak. Anda dapat memperolehnya dengan cara sebagai berikut. PT Taspen Buat Anda yang asuransi pensiunnya ditanggung oleh PT Taspen silahkan kunjungi situs resmi perusahaan di: http://www.taspen.co.id/ Klik E-SPT Pajak, Setelah itu, anda akan diarahkan ke halaman berikutnya untuk menginput nomor pensiun atau NPWP . Klik Enter untuk mendapat

Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal

Sebagai seorang Auditor, kita harus mengetahui Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal. Berikut ini Beberapa sumber yang menjelaskan Tujuan dan Ruang Lingkup Auditor Internal. Sebagai berikut. Menurut Hery (2010:39) Tujuan dari audit internal adalah sebagai berikut : “Audit internal secara umum memiliki tujuan untuk membantu segenap anggota manajemen dalam menyelesaikan tanggungjawab mereka secara efektif, dengan memberi mereka analisis, penilaian, saran dan komentar yang objektif mengenai kegiatan atau hal-hal yang diperiksa.” Pada dasarnya tujuan dari audit internal adalah membantu manajemen di dalam suatu organisasi untuk menjalankan tugas dan wewenangnya secara sistematis dan efektif dengan cara memberikan analisis, penilaian, rekomendasi, konsultasi dan informasi sehubungan dengan aktivitas yang diperiksanya. Menurut Sawyer’s (2009:10) Ruang lingkup audit internal adalah sebagai berikut: “Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang

Kinerja Auditor Internal

Kinerja secara etimologi, berasal dari kata prestasi kerja (performance) . Menurut Hasibuan (2009:94) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Definisi kinerja karyawan menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu. Kinerja Auditor Internal Esya (2008) mendefiniskan Kinerja Auditor adalah sebagai ekspresi potensi kerja auditor berupa perilaku kerja seorang auditor dalam melaksanakan tugas kerja untuk mencapai hasil kerja yang opti

Kompetensi Auditor Internal

Dalam menunjang kinerjanya, Auditor harus memiliki Kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaannya. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17). Terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan kompetensi auditor diantaranya adalah Mulyadi (2009:58) yang menjelaskan bahwa: “Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang di berikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti di syaratkan oleh prinsip etika.” Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely suhayati (2010:2) menjelaskan kompetensi adalah: “Kompetensi artinya auditor harus

Perencanaan Audit - Program Kerja Audit

Program Kerja Audit (PKA) adalah rancangan prosedur dan teknik audit yang disusun secara sistematis yang harus diikuti/dilaksanakan oleh auditor dalam kegiatan audit untuk mencapai tujuan audit. PKA disusun setelah auditor telah memiliki pemahaman yang cukup tentang tujuan audit di setiap tahap. Pemahaman ini diperoleh sebelum penugasan, saat survey pendahuluan. Saat evaluasi Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) dan setelah pengembangan temuan sampai pada firm audit objectives .  Konsep PKA disiapkan oleh ketua Tim. Kemudian, pengendalian teknis (PT) mereviu untuk memberikan tambahan informasi dan arahan. Setelah itu, PKA direviu kembali oleh pengendali mutu (PM) untuk disetujui. PKA ibarat peta bagi turis yang menunjukan tempat-tempat penting yang harus didatanginya. Bila turis tidak membaca peta, ia tidak mungkin memilih objek wisata yang paling baik dengan ekonomis, efesien dan efektif. Tujuan dan manfaat PKA adalah sebagai berikut: Sarana pemberian tugas kepada tim aud

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103): Standar Atribut Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi. b. Independensi dan Objektivitas Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung