Skip to main content

8 Cara mengurangi Bau Badan saat Bepergian

Bau badan merupakan masalah utama dalam bepergian/travelling. Biasanya perjalanan memakan waktu yang lama hingga harian. Dalam traveling tidak dimungkinkan orang mandi sesuai anjuran pemerintah yaitu sehari dua kali. Kadang terjadi demikian ya... contohnya naik gunung, mandi menjadi sesuatu yang jarang dilakukan karena puncak gunung airnya terbatas. Nah, .. masimam punya beberapa tips untuk mengurangi bau badanmu saat anda melakukan travelling. Berikut ini tipsnya. 
1. Pakai Deodoran yang cocok dengan Kulit 

Deodoran sangatlah efektif untuk menangkal bau badan. Pilihlah deodoran yang sesuai dengan kulitmu. Walaupun ada deodoran yang bertahan 24 Jam, namun tidak salah jika anda mengulang pemakaiannya dalam waktu 6 Jam sekali. Pastikan ketiakmu di lap dulu hingga bersih dan mengeringkannya terlebih dahulu. Ketiak yang basah adalah masalah utama dalam menciptakan bau badan. 

2. Sediakan Tisu Basah 

Membawa tisu basah merupakan cara lain dalam mengatasi bau badan. Apalagi anda tidak membawa deodoran, tisu basah cukup ampuh untuk melindungi badanmu dari bau. Supermarket banyak menyediakan tisu basah. Terutama buat bayi ya gaes.. beli saja tisu itu tidak mengapa. Malahan bau badanmu akan tercium seperti anak bayi yang baunya harum. Hehe.. 

3. Menggunakan Body Spray 

Nah, cara lain untuk menghilangkan bau badan adalah menggunakan body spray. Pilih body spray yang tidak membuat orang pusing ya gaes. Apabila telah menggunakan deodoran, namun juga masih menggunakan body spray.. hal itu tidaklah masalah. Namun jangan kebayakan ya.. nanti yang ada orang menjauhi anda karena baunya sangat menyengat. 

4. Pakai baju longgar dan menyerap keringat 

Jika kamu merupakan orang yang mudah sekali mengaluarkan keringat, jangan sampai hanya membawa satu baju. Sediakan baju atau kaos berlebih agar anda dapat mengganti baju anda jika dirasa tubuh sudah makin bau. Pastikan menggunakan baju longgar dan menyerap keringat. Baju yang ketat biasanya mudah membuat tubuh berkeringat dan tidak cukup memberikan sirkulasi udara yang cukup pada badan. 

5. Jangan terlalu banyak bergerak 

Jika sudah terlanjur badan berbau, saran saya adalah menjaga gerak anda. Jangan sampai kebanyakan gerak dan orang disekeliling anda mencium baunya. Tensin banget kan...? 

6. Kurangi makanan berlemak 

Makanan berlemak ternyata tidak hanya mengandung kolestrol, namun juga membuat bau badan. Usahakan selama perjalanan anda tidak mengkomsumsi makanan berlemak. Apalagi makanan berlemak itu pedas ya gaes. Tentu saja akan membuat tubuh semakin mengeluarkan keringat. 

7. Kurangi terkena paparan matahari langsung 

Liburan seharian sangatlah asyik. Namun jika punya bau badan, sebaiknya kurangi untuk terkena matahari lama-lama. Sinar matahari dapat membuat badan menjadi gosong dan berkeringat. Tentu saja hal ini membuat bau badan dan juga bau matahari. 

8. Jaga selalu tubuh dan pola makanan 

Menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan badan tidak hanya saat traveling. Namun dalam keseharian Anda. Menjaga kesehatan tubuh secara rutin dan pola makan akan membuat badan anda selalu harum karena bakteri tidak mau hinggap pada tubuh anda. Jika anda tidak sempat mandi dalam satu hari, hal ini tidak cukup masalah karena tubuh anda biasanya juga sudah terjaga. Bakteri biasanya berkembang sangatlah cepat sehingga tubuh harus selalu dijaga dan dibersihkan. 

Demikian tadi beberapa tips yang dapat digunakan ketika bepergian bersama teman atau keluarga. Jangan sampai bau badanmu mengganggu yang lain ya.. selalu menjaga diri sendiri untuk menjaga perasaan orang lain. Hehe.. terutama bau badan!!

Comments

Popular posts from this blog

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit.
Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit (audit procedure) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.”


Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya:
1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence).
2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence.
3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertulis kepada pihak internal (ma…

Kompetensi Auditor Internal

Dalam menunjang kinerjanya, Auditor harus memiliki Kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaannya. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17).
Terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan kompetensi auditor diantaranya adalah Mulyadi (2009:58) yang menjelaskan bahwa: “Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang di berikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti di syaratkan oleh prinsip etika.” Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely suhayati (2010:2) menjelaskan kompetensi adalah: “Kompetensi artinya auditor harus mempunyai …

Kinerja Auditor Internal

Kinerja secara etimologi, berasal dari kata prestasi kerja (performance). Menurut Hasibuan (2009:94) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Definisi kinerja karyawan menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu. Esya (2008) mendefiniskan Kinerja Auditor adalah sebagai ekspresi potensi kerja auditor berupa perilaku kerja seorang auditor dalam melaksanakan tugas kerja untuk mencapai hasil kerja yang optimal, yang dapat diukur melalui faktor o…

Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal

Sebagai seorang Auditor, kita harus mengetahui Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal. Berikut ini Beberapa sumber yang menjelaskan Tujuan dan Ruang Lingkup Auditor Internal. Sebagai berikut.
Menurut Hery (2010:39) Tujuan dari audit internal adalah sebagai berikut : “Audit internal secara umum memiliki tujuan untuk membantu segenap anggota manajemen dalam menyelesaikan tanggungjawab mereka secara efektif, dengan memberi mereka analisis, penilaian, saran dan komentar yang objektif mengenai kegiatan atau hal-hal yang diperiksa.” Pada dasarnya tujuan dari audit internal adalah membantu manajemen di dalam suatu organisasi untuk menjalankan tugas dan wewenangnya secara sistematis dan efektif dengan cara memberikan analisis, penilaian, rekomendasi, konsultasi dan informasi sehubungan dengan aktivitas yang diperiksanya.
Menurut Sawyer’s (2009:10) Ruang lingkup audit internal adalah sebagai berikut: “Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor …

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah.
Audit Internal  Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independenMelayani kebutuhan organisasi, meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan. Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi. Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah. Independen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen. Menelaah aktivitas secara terus m…

Kenapa Perusahaan Perlu adanya Audit Internal

Dewasa ini sering sekali kita mendengar kata auditor. Apalgi semenjak era reformasi, fungsi auditor sangatlah diperlukan oleh negara secara umum dan perusahaan secara khususnya. Dari masa kemasa peran auditor sangatlah besar untuk ikut membantu negara mengurangi tingkat korupsi. Sangat tidak mudah untuk memberangus korupsi di negeri ini karena korupsi dilakukan dengan sistem yang sangat komplek dan sudah melibatkan banyak orang. Saya tidak akan membahas mengenai korupsi dinegeri ini, namun lebih tertarik untuk membahas dalam lingkup yang lebih kecil yaitu perusahaan. Perusahaan tempat kita bekerja sangatlah membutuhkan tenaga Audit internal. Kenapa? Banyak sekali alasan yang dapat menjawab pertanyaan kenapa perusahaan memerlukan tenaga auditor.  Salah satu fungsi Auditor internal adalah Sebagai pemberi assurance yang independen dan objektif .
Auditor dapat berfungsi sebagai pemberi informasi yang dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan dari lembaga yang independen dan objekt…

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):
Standar Atribut
a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.
b. Independensi dan Objektivitas Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung jawabnya. Independensi akan meningkat jika fungsi audit internal memiliki akses komun…

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit. Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda.

Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut:
Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut
Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan auditPemahaman dan pengujian pengendalian internPengujian substantivePelaporan
Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut:

Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujuan audit dalam rumusan umum seperti ketaatan, efektivitas …

Kode Etik Audit Internal

Definisi dari etika itu sendiri menurut A.Arens, et al. (2008:98) yang dialih bahasakan oleh Herman Wibowo adalah Etika (ethics) secara garis besar dapat diartikan sebagai serangkaian prinsip atau nilai moral.

Bagi profesi audit internal, kode etik merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan dalam pelaksanaan tugas professional terutama yang menyangkut manajemen risiko, pengendalian dan proses tatakelola.

Menurut Institute of Internal Auditors (IIA) dan dikutip oleh Moh.Wahyudin Zarkasyi (2008:25) bahwa ada dua komponen penting dalam kode etik auditinternal, diantaranya yaitu :
1.Prinsip-prinsip yang relevan dengan profesi maupun praktik audit internal.
2. Rule of conduct yang mengatur norma perilaku yang diharapkan dari auditor internal. Adapun penjelasan dari kedua komponen penting dalam kode etik audit internal tersebut yaitu :

a. IntegritasIntegritas dari auditor internal menimbulkan kepercayaan dan memberikan basis untuk mempercayai keputusannya.

b. ObjektifAuditor internal…

Fungsi dan Tanggung Jawab Audit Internal

Terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan mengenai fungsi dan tanggungjawab audit internal. Menurut Konsersium Organisasi Profesi Audit Internal (2004:11) fungsi audit internal adalah sebagai berikut: “Penanggungjawab fungsi audit internal harus mengelola fungsi audit internal secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa kegiatan fungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi organisasi.”Fungsi audit internal menurut Hiro Tugiman (2006:25) menyatakan bahwa: “Fungsi audit internal adalah suatu pengawasan yang memiliki lingkup tidak terbatas tidak pembatas sumber, informasi, kewenangan untuk memerika hal apapun pada saat kapan pun, kebebasan untuk menyatakan sesuatu, menguji, mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan, dan dukungan sepenuhnya dari pimpinan organisasi.” Sedangkan fungsi audit internal yang dikemukakan Ardeno Kurniawan (2012:53) adalah : “Fungsi audit internal adalah memberikan berbagai macam jasa kepada organisasi termasuk audit kinerja dan audit operasiona…