Skip to main content

Sudah Bahagiakah Anda pada pekerjaan saat ini?

Bagi kita berusia produktif, tentu saja sebagian besar telah memiliki pekerjaan. Entah itu pekerjaan tetap, kontrak, ataupun sebagianya. Apapun pekerjaan kita, yang pasti harus memberikan kebaikan dan kebahagiaan buat diri maupun keluarga. Hal yang menarik untuk dibahas adalah tingkat kebahagiaan. Apakah anda sudah bahagia dengan pekerjaan saat ini? 

Terdapat data menarik berkaitan dengan kebahagiaan pekerja atau karyawan. Salah satunya adalah Happiness Index Survey yang dilakukan oleh JobStreet.com. Survey tersebut dilakukan untuk mengukur tingkat kebahagiaan karyawan Indonesia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Survey yang dilakukan di negara-negara asean seperti Indonesia, Malaysia, Piliphina, Thailand dan Vietnam yang melibatkan 35.513 responden ini menyebutkan bahwa di Khusus di Indonesia sebanyak 71 karyawan dari 100 orang mengatakan bahagia dengan pekerjaan saat ini. Hal ini tentu kabar yang sangat bagus. Mengingat kebahagiaan adalah sebuah hal yang dicari dalam pekerjaan selain juga materi. 

Lebih lanjut lagi, ada 3 faktor yang membuat karyawan/ pekerja bahagia atas pekerjaannya, yaitu: 

1. lokasi tempat kerja, 

2. rekan kerja, dan 

3. reputasi perusahaan. 

Sedangkan faktor yang membuah karyawan tidak bahagia adalah: 

1. kurangnya pengembangan karier, 

2. kepemimpinan, dan 

3. pelatihan dari perusahaan. 

Selain tingkat kebahigian, tentu saja terdapat pekerja yang kurang bahagia. Dimana data yang dilakukan oleh Dale Carnegie dengan Global Leadership Study (GLS) yang dilakukan tahun 2016, menunjukan bahwa > 30 % karyawan di Indonesia akan mencari pekerjaan baru dalam tempo yang dekat. 

Penyebab dari pekerja yang berkeinginan untuk mencari pekerjaan baru adalah gaya kepemimpinan atasan (immediate supervisor). Data dari GLS memperlihatkan 85% karyawan atau pekerja menganggap apresiasi dan pujian dari atasan merupakan hal yang sangat penting. Walaupun pada kenyataannya pemimpin yang melakukan hal tersebut (memberikan apresiasi dan pujian) hanya 36%. Selain apresiasi dan pujian, faktor lain yang memperngaruhi kepuasan karyawan adalah kemauan atasan untuk melihat dari sudut pandang orang lain, mau menghargai kontribusi karyawan, menjadi pendengar yang baik, dan bersedia mengakui kesalahan. 

Beberapa sumber mengatakan ada beberapa tips untuk menciptakan kebahagiaan pekerja, yaitu: 

1. Menciptakan reputasi perusahaan yang kuat dengan cara membuat kebijakan-kebijakan yang adil dan transparan; 

2. Mengatasi kesenjangan kepemimpinan dengan cara memberikan pelatihan tambahan, hal ini bertujuan untuk menambah skill atasan agar lebih “jago” daripada bawahan; 

3. Memberikan kesempatan pekerja untuk pengembangan diri dan kemajuan kariernya; 

4. Meningkatkan hubungan yang kondusif antar karyawan di tempat kerja; dan 

5. Bersikap lebih fleksibel dengan memanfaatkan gig economy, dimana pekerjaan paruh waktu atau freelance job menjadi hal yang biasa dilakukan. Perusahaan cenderung lebih mempekerjakan tenaga kerja independen untuk jangka waktu yang pendek ketimbang menjadikannya karyawan tetap. 

Referensi: 
  • Tribunnews.com dengan judul Anda Karyawan? Senangkah dengan Pekerjaan Saat Ini? Yuk Simak Hasil Survei Kebahagiaan Pekerja, diambil pada 6 Desember 2018 pada situs: http://www.tribunnews.com/lifestyle/2017/11/16/anda-karyawan-senangkah-dengan-pekerjaan-saat-ini-yuk-simak-hasil-survei-kebahagiaan-pekerja?page=3. 

  • Liputan6.com dengan judul Terkuak, 30 Persen Karyawan RI Ingin Pindah Kerja, diambil pada 6 Desember 2018 pada situs: https://www.liputan6.com/bisnis/read/3216157/terkuak-30-persen-karyawan-ri-ingin-pindah-kerja.

Comments

Popular posts from this blog

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit.
Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit (audit procedure) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.”


Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya:
1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence).
2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence.
3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertulis kepada pihak internal (ma…

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah.
Audit Internal  Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independenMelayani kebutuhan organisasi, meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan. Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi. Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah. Independen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen. Menelaah aktivitas secara terus m…

Kompetensi Auditor Internal

Dalam menunjang kinerjanya, Auditor harus memiliki Kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaannya. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17).
Terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan kompetensi auditor diantaranya adalah Mulyadi (2009:58) yang menjelaskan bahwa: “Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang di berikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti di syaratkan oleh prinsip etika.” Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely suhayati (2010:2) menjelaskan kompetensi adalah: “Kompetensi artinya auditor harus mempunyai …

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):
Standar Atribut
a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.
b. Independensi dan Objektivitas Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung jawabnya. Independensi akan meningkat jika fungsi audit internal memiliki akses komun…

Kenapa Perusahaan Perlu adanya Audit Internal

Dewasa ini sering sekali kita mendengar kata auditor. Apalgi semenjak era reformasi, fungsi auditor sangatlah diperlukan oleh negara secara umum dan perusahaan secara khususnya. Dari masa kemasa peran auditor sangatlah besar untuk ikut membantu negara mengurangi tingkat korupsi. Sangat tidak mudah untuk memberangus korupsi di negeri ini karena korupsi dilakukan dengan sistem yang sangat komplek dan sudah melibatkan banyak orang. Saya tidak akan membahas mengenai korupsi dinegeri ini, namun lebih tertarik untuk membahas dalam lingkup yang lebih kecil yaitu perusahaan. Perusahaan tempat kita bekerja sangatlah membutuhkan tenaga Audit internal. Kenapa? Banyak sekali alasan yang dapat menjawab pertanyaan kenapa perusahaan memerlukan tenaga auditor.  Salah satu fungsi Auditor internal adalah Sebagai pemberi assurance yang independen dan objektif .
Auditor dapat berfungsi sebagai pemberi informasi yang dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan dari lembaga yang independen dan objekt…

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit. Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda.

Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut:
Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut
Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan auditPemahaman dan pengujian pengendalian internPengujian substantivePelaporan
Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut:

Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujuan audit dalam rumusan umum seperti ketaatan, efektivitas …

Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal

Sebagai seorang Auditor, kita harus mengetahui Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Internal. Berikut ini Beberapa sumber yang menjelaskan Tujuan dan Ruang Lingkup Auditor Internal. Sebagai berikut.
Menurut Hery (2010:39) Tujuan dari audit internal adalah sebagai berikut : “Audit internal secara umum memiliki tujuan untuk membantu segenap anggota manajemen dalam menyelesaikan tanggungjawab mereka secara efektif, dengan memberi mereka analisis, penilaian, saran dan komentar yang objektif mengenai kegiatan atau hal-hal yang diperiksa.” Pada dasarnya tujuan dari audit internal adalah membantu manajemen di dalam suatu organisasi untuk menjalankan tugas dan wewenangnya secara sistematis dan efektif dengan cara memberikan analisis, penilaian, rekomendasi, konsultasi dan informasi sehubungan dengan aktivitas yang diperiksanya.
Menurut Sawyer’s (2009:10) Ruang lingkup audit internal adalah sebagai berikut: “Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor …

Unik! Bingkai Foto dari tempat telur

Keindahan dan keunikan interior sekarang ini sedang menjadi tren. Apalagi apa yang menjadi hiasan pada interior rumah merupaan buah hasil karya sendiri. Pasti sangat membanggakan bukan? 
Salah satu yang dapat kita buat sendiri adalah bingkai foto. Bingkai foto (bahasa Inggris: photo frame) atau bingkai gambar (bahasa Inggris: picture frame) atau sering disebut pigura adalah tepi dekoratif yang dibuat untuk memasang, melindungi, dan memajang sebuah gambar, foto, atau lukisan. Bentuk bingkai biasanya persegi panjang atau oval. 
Bingkai foto atau bingkai lukisan biasanya dibuat dari kayu atau logam, dan kadang-kadang memiliki selembar kaca untuk melindungi bagian lukisan/gambar yang dipasang. Bingkai ada yang dilapisi cat ataupun kulit sintetik. Bingkai foto/gambar biasanya dipasang di dinding, atau didirikan di atas meja meja. Bingkainya sendiri sering dinilai sebagai sebuah karya seni. 
Kutipan diatas dikutip dari wikipedia bebas. bahwa dijelaskan bahwa bingkai foto berasal dari kayu …

Independensi Auditor Internal

Auditor juga harus bebas dari pengaruh klien dalam melaksanakan auditnya dan melaporkan temuan-temuannya. Independensi menurut Hery (2010:74) adalah suatu kemandirian yang dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan tanpa prasangka. Mulyadi (2009:26) menjelaskan bahwa independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi menurut Sawyer’s (2009:7) merupakan suatu sikap yang harus bebas dari hambatan, memberikan opini yang objektif, tidak bias, tidak dibatasi, dan melaporkan masalah yang sebenarnya, bukan berdasarkan keinginan eksekutif atau lemabaga. Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa indepensi merupakan suatu sikap yang bebas dan tidak terpengaruh, tidak memihak, dan melaporkan suatu kejadian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kumaat (2011:9) menjelaskan bahwa independensi merupakan kata kunci yang paling penting untuk menilai peran internal audit. Kumaat menambahkan b…

Perencanaan Audit - Program Kerja Audit

Program Kerja Audit (PKA) adalah rancangan prosedur dan teknik audit yang disusun secara sistematis yang harus diikuti/dilaksanakan oleh auditor dalam kegiatan audit untuk mencapai tujuan audit. PKA disusun setelah auditor telah memiliki pemahaman yang cukup tentang tujuan audit di setiap tahap. Pemahaman ini diperoleh sebelum penugasan, saat survey pendahuluan. Saat evaluasi Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) dan setelah pengembangan temuan sampai pada firm audit objectives
Konsep PKA disiapkan oleh ketua Tim. Kemudian, pengendalian teknis (PT) mereviu untuk memberikan tambahan informasi dan arahan. Setelah itu, PKA direviu kembali oleh pengendali mutu (PM) untuk disetujui. PKA ibarat peta bagi turis yang menunjukan tempat-tempat penting yang harus didatanginya. Bila turis tidak membaca peta, ia tidak mungkin memilih objek wisata yang paling baik dengan ekonomis, efesien dan efektif.
Tujuan dan manfaat PKA adalah sebagai berikut: Sarana pemberian tugas kepada tim audit.Sarana Penga…