Skip to main content

Tanam apel Fuji Buah Kaya Manfaat

Disela-sela work from home, saya menyempatkan diri untuk bermain dengan anak, bermain dengan ibunya anak-anak dan menyalurkan hobby. Salah satu hobby yang saya gandrungi adalah bercocok tanam atau berkebun. Kali ini saya akan membagikan cerita berkenaan tanaman yang baru saja menjadi koleksi halaman rumah yaitu "Apel Fuji".

Sesuai dengan namanya, apel fuji berasal dari Jepang. Warnanya yang pink atau merah merata membuatnya begitu istimewa. Berbeda dengan apel malang yang berwana hijau, apel fuji berwarna pink atau merah merata. Sangat indah sekali jika anda berhasil untuk membudidayakannya. Apel ini juga sangat digemari untuk di tanam di pekarangan karena selain menarik, apel ini juga mudah dalam perawatannya. 
Untuk mendapatkan bibitnya, anda dapat memulai dari menanam biji, okulasi atau dengan metode yang lain. Kali ini saya membeli dari pelapak seharga 35 ribu. Memiliki panjang 50 Cm dan tentu saja belum berbuah. Saya raya membutuhkan waktu yang cukup lama hingga apel fuji berbuah. Tapi tidak apa, saya menanam untuk menambah oksigen rumah saya. 
Selain sebagai penyuplai oksigen rumah, buah apel fuji ternyata memiliki banyak manfaat yaitu:
  1. Mencegah Alzheimer
  2. Membuat Gigi Lebih Putih
  3. Cegah Penyakit Parkinson
  4. Mengurangi Terkena Penyakit Diabetes
  5. Mengurangi Kadar Kolesterol
  6. Menyehatkan Organ Vital Jantung
  7. Untuk Mencegah Batu Empedu
  8. Mencegah Wasir
  9. Berat Badan Lebih Ideal
  10. Bagus untuk Sistem Kekebalan Tubuh
  11. Mengatasi Masalah Pernapasan
  12. Detoksifikasi Hati.
Dengan hanya butuh modal media tanam 10 k + Pot 25 K + Bibit 35K kita sudah dapat menanam buah apel dengan segala manfaatnya. Kita tunggu saja, apakah dengan biaya 70K kita mendapatkan tanaman yang istimewa. Jangan lupa berbagi informasi dan berbagi segala yang kita ketahui karena masimamcom mengerti karena mencari. Terimakasih banyak sudah menyempatkan diri mampir di blog saya. Salam sehat selalu.

Comments

Popular posts from this blog

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit.
Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit (audit procedure) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.”


Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya:
1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence).
2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence.
3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertulis kepada pihak internal (ma…

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

Audit internal memiliki perbedaan dengan audit eksternal dalam melakukan pekerjaannya. Auditor internal dan auditor eksternal seharusnya bertemu secara berkala (periodik) untuk mendiskusikan kepentingan bersama (yaitu efektivitas pengendalian internal) dan secara bersama-sama pula menentukan “bagian mana” dari organisasi yang memiliki potensi risiko. Adapun perbedaan tersebut menurut Sawyer’s (2009:8) adalah.
Audit Internal  Merupakan karyawan perusahaan, atau bisa saja merupakan entitas independenMelayani kebutuhan organisasi, meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan. Fokus pada kejadian-kejadian dimasa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk menyakinkan pencapaian organisasi. Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah. Independen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapi siap sedia untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan dari semua tingkatan manajemen. Menelaah aktivitas secara terus m…

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #1 Standar Atribut

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):
Standar Atribut
a. Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung jawab Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab fungsi audit internal harus dinyatakan secara formal dalam Charter Audit Internal, konsisten dengan Standar Profesi Audit Internal (SPAI), dan mendapat persetujuan dari Pimpinan dan Dewan Pengawas Organisasi.
b. Independensi dan Objektivitas Fungsi audit internal harus independen, dan auditor internal harus objektif dalam melaksanakan pekerjaannya. Independensi Organisasi, Fungsi audit internal harus ditempatkan pada posisi yang memungkinkan fungsi tersebut memenuhi tanggung jawabnya. Independensi akan meningkat jika fungsi audit internal memiliki akses komun…

Lima Peristiwa Luar Biasa Hebat (PLH) Kereta Api terburuk di Indonesia

Selama periode perjalanan kereta api di Indonesia banyak sekali peristiwa-peristiwa yang tidak terlupakan. Salah satu catatan kelam Peristiwa Luar Biasa Hebat (PLH) kereta api termasuk di dalamnya. Berikut ini merupakan rangkuman PLH sejak tahun 1940.
Sedikitnya ada lima PLH yang sangat kelam dan semoga tidak akan pernah terjadi lagi. Berikut ini PLH paling kelam dilihat dari akibat korban tewas.
1. Kecelakaan di Lembah Anai Sumatera Barat
Jalur kereta api yang melewati Lembah Anai selesai dibangun pada tahun 1881. Rel kereta di lembah anai menggunakan rel bergigi sepanjang 33,8 Km. Lokomotif kereta apinya juga lokomotif khusus untuk rel bergigi. Ini diperlukan untuk rel yang menanjak tajam seperti melewati kawasan Lembah Anai yang tinggi dan terjal. Pada tanggal 25 Desember 1944, 200 orang tewas dan 250 orang terluka ketika kereta api kehilangan rem di lembah Anai, Sumatra Barat.
2. Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987 Pada tanggal 19 Oktober 1987 sekitar jam 06.45, KA 225 Patas Mer…

Kinerja Auditor Internal

Kinerja secara etimologi, berasal dari kata prestasi kerja (performance). Menurut Hasibuan (2009:94) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Definisi kinerja karyawan menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu. Esya (2008) mendefiniskan Kinerja Auditor adalah sebagai ekspresi potensi kerja auditor berupa perilaku kerja seorang auditor dalam melaksanakan tugas kerja untuk mencapai hasil kerja yang optimal, yang dapat diukur melalui faktor o…

Independensi Auditor Internal

Auditor juga harus bebas dari pengaruh klien dalam melaksanakan auditnya dan melaporkan temuan-temuannya. Independensi menurut Hery (2010:74) adalah suatu kemandirian yang dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan tanpa prasangka. Mulyadi (2009:26) menjelaskan bahwa independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi menurut Sawyer’s (2009:7) merupakan suatu sikap yang harus bebas dari hambatan, memberikan opini yang objektif, tidak bias, tidak dibatasi, dan melaporkan masalah yang sebenarnya, bukan berdasarkan keinginan eksekutif atau lemabaga. Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa indepensi merupakan suatu sikap yang bebas dan tidak terpengaruh, tidak memihak, dan melaporkan suatu kejadian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kumaat (2011:9) menjelaskan bahwa independensi merupakan kata kunci yang paling penting untuk menilai peran internal audit. Kumaat menambahkan b…

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit. Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda.

Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut:
Tahap I : Perencanaan Audit Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut
Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut: Perencanaan auditPemahaman dan pengujian pengendalian internPengujian substantivePelaporan
Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut:

Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujuan audit dalam rumusan umum seperti ketaatan, efektivitas …

Standar Profesi Audit Internal (SPAI) #2 Standar Kinerja

Standar profesi audit internal (SPAI) diterbitkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal membagi standar audit menjadi dua kelompok besar yaitu Standar Atribut dan Standar Kinerja. Berikut ini uraian lengkap standar profesi audit internal (SPAI) yang dikutip dari buku pusdiklat bpkp yang disusun oleh Jaafar (2008:89-103):
Standar AtributStandar Kinerja
a. Pengelolaan Fungsi Audit Internal
Penanggung jawab fungsi audit internal harus mengelola fungsi audit internal secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa kegiatan fungsi tersebut memberikan nilai tambah bagi organisasi.
1) Perencanaan
Penanggung jawab fungsi audit internal harus menyusun perencanaan yang berbasis risiko (risk-based plan) untuk menetapkan prioritas kegiatan audit internal, konsisten dengan tujuan organisasi.
Rencana penugasan audit internal harus berdasarkanpenilaian risiko yang dilakukan paling sedikit setahunsekali. Masukan dari pimpinan dan dewan pengawasorganisasi serta perkembangan terkin…

Perencanaan Audit - Program Kerja Audit

Program Kerja Audit (PKA) adalah rancangan prosedur dan teknik audit yang disusun secara sistematis yang harus diikuti/dilaksanakan oleh auditor dalam kegiatan audit untuk mencapai tujuan audit. PKA disusun setelah auditor telah memiliki pemahaman yang cukup tentang tujuan audit di setiap tahap. Pemahaman ini diperoleh sebelum penugasan, saat survey pendahuluan. Saat evaluasi Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) dan setelah pengembangan temuan sampai pada firm audit objectives
Konsep PKA disiapkan oleh ketua Tim. Kemudian, pengendalian teknis (PT) mereviu untuk memberikan tambahan informasi dan arahan. Setelah itu, PKA direviu kembali oleh pengendali mutu (PM) untuk disetujui. PKA ibarat peta bagi turis yang menunjukan tempat-tempat penting yang harus didatanginya. Bila turis tidak membaca peta, ia tidak mungkin memilih objek wisata yang paling baik dengan ekonomis, efesien dan efektif.
Tujuan dan manfaat PKA adalah sebagai berikut: Sarana pemberian tugas kepada tim audit.Sarana Penga…

Perbedaan e-commerce, m-commerce dan a-commerce

Model pemasaran dan perbelanjaan saat ini sudah meningkat dengan pesat. Di Amerika, China atau Jepang sudah sangat jarang ditemui orang berbelanja di pasar secara manual. Bertemu penjual, tawar menawar, hingga pembayaran yang dilakukan dengan uang (giral/kartal). Cara-cara konvensional tersebut sudah mulai ber-evolusi menjadi e-commerce, m-commerce dan yang terbaru adalah a-commerce
Apa bedanya? 
Berikut ini, masimamcom akan mencoba untuk memberikan gambaran perbedaan mengenai e-commerce, m-commerce dan a-commerce. 
1. e-commerce 
Merupakan kependekan dari electronic commerce dan diperkenalkan pada tahun 1970-an. Sistem ini merupakan cara penjualan dan pembelian dengan menggunakan komputer yang terhubung dengan internet sehingga tidak menggunakan kertas sama sekali. Transaksi dapat langsung dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer yang terhubung dengan internet. E-commerce sendiri dibagi menjadi 3 yaitu Bisnis ke Bisnis (contoh: Cisco), Bisnis ke Konsumen (contoh: Amazo…