Thursday, September 22, 2016

Tahapan Audit

Bagi orang yang baru belajar menjadi seoarang Auditor mungkin perlu mengetahui tahapan-tahapan Audit. Tahapan audit adalah tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang auditor dalam melaksanakan suatu proses audit. Tiap tahap mempunyai tujuan dan manfaat tertentu untuk mencapai tujuan audit. Tiap jenis audit memiliki tahapan yang berbeda.


Menurut Arens (2007), tahapan dalam audit operasional adalah sebagai berikut:

Tahap I : Perencanaan Audit
Tahap II : Pengumpulan dan Evaluasi Bukti
Tahap III : Pelaporan dan Tindak Lanjut

Meskipun tujuan audit dan jenis audit berbeda, menurut Taylor dan Glezen (1997), secara umum tahapan audit mencakup hal-hal berikut:
  1. Perencanaan audit
  2. Pemahaman dan pengujian pengendalian intern
  3. Pengujian substantive
  4. Pelaporan

Jika digambarkan dengan bagan, tahapan audit adalah sebagai berikut:


Tahapan Audit
Pengembangan tujuan dalam proses dimulai dari Potensial Audit Objectives (PAO) yaitu pernyataan tujuan-tujuan audit dalam rumusan umum seperti ketaatan, efektivitas dan efesiensi. Setelah tahap survey pendahuluan, PAO dirinci menjadi Tentative Audit Objectives (TAO). TAO telah merinci PAO menjadi tujuan-tujuan pengujian substantive. TAO akan diseleksi dan disusun prioritas pengujian substansinya setelah evaluasi Sistem Pengendalian Intern (SPM) dilaksanakan. Setelah evaluasi SPM, TAO menjadi Firm Audit Objectives (FAO) yaitu TAO yang telah diseleksi, disusun prioritas pengujian substansinya dan dikumpulkan lebih banyak bukti melalui tahap pengujian substansi dan pengembangan temuan.
Secara sederhana, tahapan Audit Internal dapat diuraikan pada penjelasan diatas. Apabila ada pertanyaan berkaitan dengan dunia Audit silahkan kirim email pada kolom kontak yang telah disediakan. Sekian sedikit informasi mengenai Tahapan Audit, semoga bermanfaat!



Daftar Pustaka:
  • Arens, Alvin A.,et al, 2004, Auditing dan Pelayanan Verifikasi Pendekatan Terpadu, Terjemahan oleh tim Dejacarta, Edisi Kesembilan, Jilid 1 dan 2, Jakarta, Indeks.

Thursday, September 15, 2016

LinkedIn dan Manfaatnya

Beberapa waktu yang lalu disitus detik.com memberitakan seorang pesepakbola bernama Tyson berstatus free agent setelah klubnya musim lalu, Doncaster Rovers, melepasnya.Striker berusia 34 tahun itu akhirnya memilih untuk "mengiklankan" dirinya sendiri via LinkedIn. Usaha Tyson tidak sia-sia. Ia lantas dikontrak oleh klub asal Skotlandia, Kilmarnock. Kontraknya tidak lama, memang, hanya satu musim. Tapi, setidaknya, untuk saat ini Tyson tidak menganggur lagi.

Melihat dari fenomena diatas, penulis tertarik untuk mencari tahu mengenai LinkedIn, Manfaat dan cara menggunakannya. Tidak lupa juga ada beberapa tips yang mengupas tentang media sosial yang sangat berguna ini.
 
Apa itu LinkedIn?
LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional. Sampai September 2007 situs ini memiliki lebih dari 14 juta pengguna terdaftar, meliputi 150 industri dan lebih dari 400 bidang ekonomi yang diklasifikasi menurut jasanya.
CEO LinkedIn saat ini adalah Dan Nye dan kantornya berlokasi di Mountain View, California. Perusahaan ini didanai oleh Greylock, Sequoia Capital, Bessemer Venture Partners, serta European Founders Fund. 

Manfaat LinkedIn?
Banyak sekali manfaat yang didapat dari media sosial ini, selain fenomena dari pesepakbola diatas, berikut ini manfaatnya:
  1. Membangun profil profesional, Situs ini sangat berguna bagi para profesional yang sedang membangun profil profesionalnya karena pada situs ini Anda dapat menampilkan foto, Curriculum vitae, dan data-data yang berkaitan dengan profil profesionalmu. Tujuannya adalah untuk menampilkan presentasi diri pengguna LinkedIn.
  2. Memperoleh Koneksi, LinkedIn memberikan Anda koneksi yang luas hingga penjuru dunia. Orang-orang yang memiliki minat yang sama atau memiliki profil yang sama akan saling berkoneksi untuk memberikan kabar terbaru dengan ketertarikan yang sama tersebut.
  3. Memudahkan mendapatkan pekerjaan, Pada LinkedIn terdapat fitur yang memberikan anda referensi pekerjaan yang sesuai dengan profil yang ada. Tinggal sekali klik, maka lowongan pekerjaan diseluruh dunia akan menampilkan diri dan tentu saja Anda akan mudah mendapatkan pekerjaan. Selain itu, bagi bos-bos perusahaan bonafit juga banyak sekali yang memiliki media sosial satu ini, sehingga menjadi suatu hal yang tidak mustahil jika diri Anda mendapat tawaran pekerjaan yang lebih baik dari pada pekerjaan saat ini.  
Perlu dihindari
Begitu banyak manfaat dari situs yang sedang peulis bahas, namun perlu diingat pula ada beberapa hal yang perlu dihindari dalam penggunaan situs ini. Berikut ini beberapa hal yang perlu dihindari dalam penggunaan linkedin:
  1. Foto yang sebaiknya tidak diposting di LinkedIn termasuk di antaranya foto yang terlalu seksi, menggunakan animasi, atau yang tidak mencerminkan diri Anda dengan baik;
  2. Pisahkan mana yang urusan profesional di LinkedIn dan bersenang-senang di jejaring sosial lain. Jangan terlalu over sharing pada LinkedIn karena bisa jadi membuat koneksi Anda merasa ilfil (ilang filling);
  3. Sebaiknya Anda berhati-hati dengan siapapun yang terkoneksi dengan akun LinkedIn. Siapa tahu 'teman' Anda tersebut memiliki riwayat yang tidak bagus di dunia kerja. Jadi ketika ia dilihat ada di daftar koneksi Anda, bisa-bisa image negatif tersebut juga ikut terseret;
Setelah kita mengetahui manfaat dan hal-hal yang perlu dihindari pada linkedin. Sekarang saatnya untuk mengetahui tips dan trik untuk menjalankan LinkedIn.
  1. Manfaatkan Kata Kunci, pada dunia onlen memang sangat bergantung pada kata kunci yang diberikan sebagai branding. pastikan Anda memiliki kata kunci yang sangat baik sehingga banyak orang yang mudah menemukan Anda;
  2. Gunakan URL yang baik dan mudah diingat, contoh URL yang tidak baik adalah URL penulis di: https://id.linkedin.com/in/imam-suryono-303842123, Kenapa? Karena terlalu panjang dan menggunakan kombinasi angka;
  3. Buatlah Summary yang Menjual, ini sangat penting untuk memberitahukan kesukaan, pekerjaan yang terselesaikan dan pengalaman yang telah berhasil dilalui;
  4. Profeional website, Anda juga dapat mencantumkan website profeional yang dimiliki. Contohnya adalah situs ini masimam.com sebagai website profesional penulis.
Nah, demikian tadi sedikit pengetahuan mengenai LinkedIn. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang membaca artikel dari masimam. Salam




Daftar Pustaka:
  1. Wikipedia. LinkedIn. Diperoleh pada 19 September 2016 di situs: https://id.wikipedia.org/wiki/LinkedIn
  2. Detiknet. Kesalahan fatal bermain linkedin. Diperoleh pada tanggal 19 September 2016 di situs: http://inet.detik.com/read/2012/06/25/115132/1949910/510/5-kesalahan-fatal-bermain-linkedin
  3. Arryrahmawan. 13 tips memanfaatkan LinkedIn untuk personal branding. Diperoleh pada tanggal 19 September 2016 di situs: http://arryrahmawan.net/13-tips-memanfaatkan-linkedin-untuk-personal-branding/

Thursday, September 1, 2016

Selamat Malam Jumat! Bagi yang Merayakan

Selamat malam, kebetulan sekarang ini adalah malam jumat. Kamis malam besoknya hari Jumat. Terpikir salam dari sanak sodara atau teman sebaya yang memberikan ucapan "selamat malam jumat!" Seberapa penting malam ini sehingga ada sebagian orang yang memberikan ucapan seperti itu. Sedikit penasaran dengan ucapan ini, so mari kita jelajahi malam ini.
Hal yang pertama saya lakukan pasti bertanya sama moyang google. Dengan kata kunci "Malam Jum'at". Agak sedikit tercengang karena hasil dari penelusuran simbah moyang seperti ini:
Hasil Pencarian Google
Dari gambar diatas, ada beberapa kata kunci rujukan mengenai malam jumat, yaitu Malam Jumat Sunnah Rosul, Malam jumat Lucu dan Malam jumat Kliwon. Sedikit informasi saja bahwa referensi yang disediakan oleh google diatas merupakan kata-kata yang sering dicari di mesin pencarian seperti ini. Mengingat kata-kata diatas merupakan bahasa Indonesia, berarti kita dapat sedikit menyimpulkan bahwa pencarian yang sering dicari oleh orang Indonesia (Sebagai pengguna bahasa Indonesia) adalah kata-kata diatas.

Sunnah Rosul
Tragisnya,... adalah kata yang paling pertama muncul adalah kata sunnah rosul. Mungkin karena kebanyakan orang penasaran dengan hubungan malam jumat dengan sunnah rosul. Atau sudah menjadi stikma, bahwa istilah sunnah rosul yang dilakukan dimalam jumat adalah sesuatu yang asik yang melibatkan suami istri. Tertarik dengan hal tersebut, saya mencoba mengeklik artikel yang Jaga Mulutmu!! Stop Menggunakan Kata "Sunnah Rasul" Di Malam Jumat.
Artikel Sunnah Rosul
Pada intinya, artikel dari kabarmakkah.com tersebut mengatakan atau mengingatkan bahwa hadis yang menyebutkan bahwa berhubungan suami istri dimalam jumat itu adalah palsu. Tidak jelas sumbernya dan kebenarannya. Hingga kini juga penulis belum sempat tanya kepada ustad atau mencari lebih detail mengenai hal ini. Yang jelas, selalu menjaga hubungan suami istri seperti itu merupakan hal yang baik dan dapat membuat hubungan semakin harmonis. Asalkan dilakukan dengan pasangan halal hal ini tentu saja tidak salah bukan?
Berikut ini salah satu hadis yang diambil dari quranhadis.com, mengenai pahala berhubungan suami istri:
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, "Dalam kemaluanmu itu ada sedekah." Sahabat lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?."Rasulullah menjawab, "Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala."(HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)
Jumat Kliwon
Selain hal diatas, malam jumat yang lainnya adalah dengan tambahan kliwon. Malam jumat kliwon tentu saja hanya ada di Jawa. Namun sudah dikenal seantero Indonesia. Coba cek saja, dengan hanya mengetikkan kata malam jumat kliwon, kita mendapatkan berbagai macam pilihan. Dari berbagai artikel yang membahas penampakan, ritual, dan sebagainya. Sudah tahu sendiri-lah jika bahas malam jumat yang satu ini. Berikut penampakannya:
Penelusuran Jumat Kliwon
Saya tidak akan terlalu banyak membahas yang satu ini. Karena dari anda pasti sudah tahu akan malam yang sangat dinantikan oleh sebagian orang ini. Tentu saja jika dinantikan berarti ada suatu pesta penyambutan atau perayaan. Ada yang takut (seperti saya) ada juga yang gembira dengan datangnya malam jumat weton kliwon.

Malam Jumat Para Santri
Beda lagi kalo kita membahas malam jumat di kota santri. Pada malam ini banyak orang melakukan berbagai amalan. Para orang tua ada yang tahlilan sekaligus rapat warga, yang muda ada yang sholawatan/ndibaan/albarjanji dan sebagainya. Ada pula yang membaca surat yasin. Malam jumat sendiri terdapat beberapa keistimewaaan. Diantaranya:
  1. Hari Jum'at adalah Hari Terbaik;
  2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a;
  3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya;
  4. Hari tatkala Allah SWT menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga;
  5. Hari besar yang berulang setiap pekan;
  6. Hari dihapuskannya dosa-dosa;
  7. Jalannya Orang yang Shalat Jum'at adalah Pahala;
  8. Orang yang Wafat pada Malam atau Hari Jum'at adalah Khusnul Khatimah;
  9. Hari paling utama di dunia karena Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya, hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga, Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi, dan Hari akan terjadinya kiamat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
"Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya. (HR. Muslim)"
Dari berbagai macam keistimewaan malam atau hari jumat tersebut, maka banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengisinya. Bebera diantaranya adalah membaca alquran, perbanyak sholawat dan sebagainya.Berikut ini hadis mengenai amalan dimalam jumat:
“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Mekkah)” (HR. Ad Darimi).

“Perbanyaklah shalawat untukku pada hari jum’ah dan malam jumah, karena barangsiapa yang bershalawat untukku dengan satu shalawat, niscaya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali” (HR. Baihaqi).
Nah, cukup rasanya membahas malm jumat. Banyak sekali hal yang dapat dilakukan dimalam ini. Tentu saja dengan amalan dan cara yang berbeda-beda pula. Apapun itu, penulis mengucapkan: "Selamat Malam Jumat, Bagi Anda yang merayakan!".



Referensi:

  1. Makintau.com, beberapa keistimewaan hari jumat dalam islam, 15 Mei 2015, diperoleh pada tanggal 1 September 2016 pada : http://www.makintau.com/2014/11/beberapa-keistimewaan-hari-jumat-dalam-islam.html 
  2. inilahrisalahislam, ini amalan sunah malam jumat yang sebenarnya, diperoleh tanggal 16 September 2016 pada: http://inilahrisalahislam.blogspot.co.id/2013/10/ini-amalan-sunah-malam-jumat-yang.html

Friday, August 19, 2016

Kinerja Auditor Internal

Kinerja secara etimologi, berasal dari kata prestasi kerja (performance). Menurut Hasibuan (2009:94) prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Definisi kinerja karyawan menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2005:9) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya.
Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dilakukan oleh seseorang yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu.
Kinerja Auditor Internal
Esya (2008) mendefiniskan Kinerja Auditor adalah sebagai ekspresi potensi kerja auditor berupa perilaku kerja seorang auditor dalam melaksanakan tugas kerja untuk mencapai hasil kerja yang optimal, yang dapat diukur melalui faktor obyektif (hasil kerja dan disiplin kerja) dan factor subjektif (inisiatif, kerjasama dan loyalitas). 

Definisi "Kinerja auditor" menurut Goldwasser (1993) dalam Fannani dkk (2008) adalah:
Kinerja auditor merupakan perwujudan kerja yang dilakukan dalam rangka mencapai hasil keria yang lebih baik atau lebih menonjol ke arah tercapainya tujuan organisasi. Pencapaian kinerja auditor yang lebih baik harus sesuai dengan standar dan kurun waktu tertentu, yaitu: (1) kualitas kerja—yaitu mutu penyelesaian pekerjaan dengan bekerja berdasar pada seluruh kemampuan dan keterampilan, serta pengetahuan yang dimiliki oleh auditor; (2) kuantitas kerja—yaitu jumlah hasil kerja yang dapat diselesaikan dengan target yang menjadi tanggung jawab pekerjaan auditor, serta kemampuan untuk memanfaatkan sarana dan prasarana penunjang pekerjaan; (3) ketepatan waktu—yaitu ketepatan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan waktu yang tersedia.”
Menurut beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian Kinerja Auditor adalah suatu hasil karya yang dicapai oleh seseorang auditor dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya secara kualitas dan kuantitas yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan waktu yang diukur dengan mempertimbangkan kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu.

Adapun dimensi dan indikator kinerja auditor menurut menurut Goldwasser (1993) dalam Fannani dkk (2008) adalah: 

1. Kualitas kerja, yaitu: 
a. Mutu penyelesaian pekerjaan dengan bekerja berdasar pada seluruh kemampuan dan keterampilan, serta
b. Pengetahuan yang dimiliki oleh auditor; 
2. Kuantitas kerja, yaitu: 
a. Jumlah hasil kerja yang dapat diselesaikan dengan target yang menjadi tanggung jawab pekerjaan auditor,
b. Serta kemampuan untuk memanfaatkan sarana dan prasarana penunjang pekerjaan; 
3. Ketepatan waktu, yaitu: 
Ketepatan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan waktu yang tersedia.

Friday, August 12, 2016

Terhadap Kinerja Auditor Internal, Apa Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Internal?

Indonesia merupakan negeri yang sedang berkembang yang memiliki berbagai jenis perusahaan yang beraneka ragam. Terdapat perusahaan swasta maupun perusahaan milik pemerintah yang ikut meramaikan persaingan usaha di bumi pertiwi ini. Dengan perusahaaan yang selalu berkembang, manajemen tidak bisa mengawasi secara langsung kinerja perusahaan apakah sudah berjalan secara efektif, efisien dan ekonomis. Salah satu profesi yang dapat diberdayakan oleh manajemen untuk melakukan fungsi pengawasan ini adalah Auditor Internal. Audit internal adalah sebuah aktivitas konsultasi dan keyakinan objektif yang dikelola secara independen di dalam organisasi dan diarahkan oleh filosofi penambahan nilai untuk meningkatkan operasional perusahaan (Sawyer 2009 : 8). Keberadaan Audit Internal pada BUMN sudah diatur berdasarkan Undang-undang RI No. 19 Tahun 2003 mengenai BUMN Pasal 67 yang menyebutkan bahwa pada setiap BUMN dibentuk satuan Pengawas internal yang merupakan aparat pengawas internal perusahaan. 

Audit internal membantu organisasi dalam mencapai tujuan dengan menerapkan pendekatan yang sistematis dan berdisiplin untuk mengevakuasi kontrol dan pengelolaan organisasi (Sawyer, 2009 : 8). Auditor internal 
diharapkan dapat membuat kinerja perusahaan lebih efektif, efisien dan ekonomis. Melalui pengawasan internal yang baik dapat diketahui apakah suatu perusahaan pemerintah telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya secara efektif dan efisien, serta sesuai dengan rencana, kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga perlu ditingkatkan kinerja para auditor agar dapat membatu tercapainya tujuan perusahaan.

Kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yag dibebankan kepadanya, yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Kinerja auditor merupakan perwujudan kerja yang dilakukan dalam rangka mencapai hasil kerja yang lebih baik atau lebih menonjol ke arah tercapainya tujuan organisasi. Pencapaian kinerja auditor yang lebih baik harus sesuai dengan standar dan kurun waktu tertentu. 

Menurut Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan tantangan bagi daya saing Indonesia. Sehingga, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi hal yang mutlak diperlukan, termasuk bagi internal auditor. Ia menambahkan, kesiapan aparat internal auditor dalam meghadapi MEA menjadi kunci keberhasilan indonesia ke depan. "Kalau tenaga kerja terdidik kita tidak siap, maka bisa kita bayangkan nanti tenaga internal auditor datang dari pasar bebas ASEAN," ujar Wamenkeu dalam Seminar Nasional Internal Audit 2015 di Solo, Rabu (15/04). Ungkapan dari Wamenkeu ini tentu saja menjadi pertanyaan besar apakah auditor internal telah benar-benar siap untuk menghadapi MEA, apakah kinerja auditor internal sudah siap menghadapi auditor-auditor dari pasar bebas ASEAN, dan apakah auditor internal sudah siap bersaing dengan auditor internal dari ASEAN. (http://www.kemenkeu.go.id/Berita/hadapi-mea-auditor-internal-harus-tingkatkan-daya-saing).

Akibat dari kinerja auditor yang tidak baik adalah terjadinya kompromi antara koruptor dan auditor. Menurut Roy Salam seorang peneliti dari Indonesia Budget Center (IBC) “terjadi cincai-cincai (kompromi) antara auditor dengan koruptor” (sumber: http://www.jpnn.com/ read/ 2014/ 06/ 06/ 238674/ Yang-Terjadi,-Cincai-cincai-Auditor-dengan-Koruptor-). Hal ini tentu saja menjadi kabar yang kurang baik terhadap kinerja auditor. Selain itu, sepanjang semester pertama 2014 BPK menemukan 8.323 kasus ketidakpatuhan pada perundang-undangan senilai Rp 30,87 triliun dan 6.531 kasus kelemahan sistem pengendalian internal (Sumber: http://www.tempo.co). Fenomena-fenomena diatas menujukkan bahwa kinerja auditor masih rendah sehingga dibutuhkan kinerja auditor yang baik secara kualitas dan kuantitas agar negara ini terbebas dari korupsi dengan auditor-auditor yang memiliki kompetensi serta indepensi yang baik dalam melaksanakan profesinya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara dimana juga memiliki Auditor internal yang memiliki tugas untuk membantu perusahaan mencapai tujuannya. Menarik untuk diketahui bagaimana kesiapan auditor internal di PT KAI (Persero) menghadapi pasar bebas ASEAN.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja diantaranya adalah Kompetensi dan Independensi seorang auditor. Sebagai sebuah hubungan cara-cara setiap individu memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan perilakunya dalam bekerja. Kompetensi diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan ke hal-hal yang berkaitan dengan jenis tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan, dan sebagus apa pekerjaan yang dilakukan (Sawyer’s, 2009:17). Auditor internal juga harus menjaga reputasinya agar tetap objektif dan bebas dari bias. Sebagai sebuah profesi, auditor internal memiliki kerangka ilmu (Common body of knowledge). Kerangka tersebut membentuk dasar-dasar konseptual dan berlakunya sebagai standar pendidikan, pelatihan, perekrutan, dan uji kompetensi bagi yang ingin menjadi seorang auditor. Kompetensi dapat diwujudkan dalam kinerja. Jadi, kompetensi dapat dihubungkan kedalam hal-hal yang berhubungan dengan tugas kontekstual tertentu, yakni berkenaan dengan apa yang harus dikerjakan dan sebagus apa yang harus dilakukan. 
Kinerja Auditor via cybex
Selain itu, untuk memenuhi predikat auditor yang profesional seorang auditor harus memiliki independensi untuk memenuhi kewajiban profesionalnya. Auditor internal yang profesional harus memiliki independensi untuk memenuhi kewajiban profesionalnya; memberikan opini objektif, tidak bias, dan tidak dibatasi; dan melaporkan masalah apa adanya, bukan melaporkan sesuai keinginan eksekutif atau lembaga. Auditor internal harus bebas dari hambatan dalam melaksanakan auditnya. Hanya dengan begitu auditor internal bisa disebut melaksankan audit dengan profesional (Sawyer’s, 2009:35). Kompetensi dan independensi memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja para auditor internal (Oktaria dan Tjandrakirana : 2012).

Wednesday, August 10, 2016

Independensi Auditor Internal

Auditor juga harus bebas dari pengaruh klien dalam melaksanakan auditnya dan melaporkan temuan-temuannya. Independensi menurut Hery (2010:74) adalah suatu kemandirian yang dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan tanpa prasangka. Mulyadi (2009:26) menjelaskan bahwa independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain.
Independensi menurut Sawyer’s (2009:7) merupakan suatu sikap yang harus bebas dari hambatan, memberikan opini yang objektif, tidak bias, tidak dibatasi, dan melaporkan masalah yang sebenarnya, bukan berdasarkan keinginan eksekutif atau lemabaga. Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa indepensi merupakan suatu sikap yang bebas dan tidak terpengaruh, tidak memihak, dan melaporkan suatu kejadian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Kumaat (2011:9) menjelaskan bahwa independensi merupakan kata kunci yang paling penting untuk menilai peran internal audit. Kumaat menambahkan bahwa “Independensi internal audit” = keberpihakan internal audit pada kebenaran factual, yang di tinjau dari:
1. “Adanya bukti serta data material yang otentik, relevan, dan cukup
2. Adanya praktek bisnis yang menjunjung tinggi etika/moral serta memperhatika resiko terukur
3. Adanya kapasitas tanggung jawab dan wewenang seseorang yang terukur dalam organisasi bisnis
4. Adanya administrasi dan pengendalian yang memadai serta konsisten.”
Sedangkan menurut Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) (2007:24) menjelaskan bahwa Independensi adalah sebagai berikut:
“Dalam semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan pemeriksa, organisasi pemeriksa dan pemeriksa, harus bebas dalam sikap mental dan penampilan dari gangguan pribadi, ekstern, dan organisasi yang dapat mempengaruhi independensinya.”
Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Independensi sikap mental yang bebas dari pengaruh dari gangguan pribadi, ekstern dan organiasi serta melaporkan suatu kejadian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Independensi Auditor Internal
Menurut Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (2007:25-29) yang mengemukakan tiga macam gangguan terhadap independensi yaitu: 

1. “Gangguan Pribadi 

Organisasi pemeriksa harus memiliki sistem pengendalian mutu intern untuk membantu menentukan apakah pemeriksa memiliki gangguan pribadi terhadap independensi. Organisasi pemeriksa perlu memperhatikan gangguan pribadi terhadap independensi petugas pemeriksanya .Gangguan pribadi yang disebabkan oleh suatu hubungan dan pandangan pribadi mungkin mengakibatkan pemeriksa membatasi lingkup pertanyaan dan pengungkapan atau melemahkan temuan dalam segala bentuknya. Pemeriksa bertanggung jawab untuk memberitahukan kepada pejabat yang berwenang dalam organisasi pemeriksanya apabila memiliki gangguan pribadi terhadap independensi. Gangguan pribadi dari pemeriksa secara individu meliputi antara lain: 
  • a. Memiliki hubungan pertalian darah ke atas, ke bawah, atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan jajaran manajemen entitas atau program yang diperiksa atau sebagai pegawai dari entitas yang diperiksa, dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh langsung dan signifikan terhadap entitas atau program yang diperiksa. 
  • b. Memiliki kepentingan keuangan baik secara langsung maupun tidaklangsung pada entitas atau program yang diperiksa. 
  • c. Pernah bekerja atau memberikan jasa kepada entitas atau program yangdiperiksa dalam kurun waktu dua tahun terakhir. 
  • d. Mempunyai hubungan kerjasama dengan entitas atau program yang diperiksa. 
  • e. Terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan obyek pemeriksaan, seperti memberikan asistensi, jasa konsultasi, pengembangan sistem, menyusun dan/ atau mereviu laporan keuangan entitas atau program yang diperiksa. 
  • f. Adanya prasangka terhadap perorangan, kelompok, organisasi atau tujuan suatu program, yang dapat membuat pelaksanaan pemeriksaan menjadiberat sebelah. 
  • g. Pada masa sebelumnya mempunyai tanggung jawab dalam pengambilankeputusan atau pengelolaan suatu entitas, yang berdampak pada pelaksanaan kegiatan atau program entitas yang sedang berjalan atau sedang diperiksa. 
  • h. Memiliki tanggung jawab untuk mengatur suatu entitas atau kapasitasyang dapat mempengaruhi keputusan entitas atau program yang diperiksa, misalnya sebagai seorang direktur, pejabat atau posisi senior lainnya dari entitas, aktivitas atau program yang diperiksa atau sebagai anggota manajemen dalam setiap pengambilan keputusan, pengawasan atau fungsi monitoring terhadap entitas, aktivitas atau program yang diperiksa. 
  • i. Adanya kecenderungan untuk memihak, karena keyakinan politik atau sosial, sebagai akibat hubungan antar pegawai, kesetiaan kelompok, organisasi atau tingkat pemerintahan tertentu. 
  • j. Pelaksanaan pemeriksaan oleh seorang pemeriksa, yang sebelumnya pernah sebagai pejabat yang menyetujui faktur, daftar gaji, klaim, dan pembayaran yang diusulkan oleh suatu entitas atau program yang diperiksa. 
  • k. Pelaksanaan pemeriksaan oleh seorang pemeriksa, yang sebelumnya pernah menyelenggarakan catatan akuntansi resmi atas entitas/unit kerja atau program yang diperiksa. 
  • l. Mencari pekerjaan pada entitas yang diperiksa selama pelaksanaanpemeriksaan. 

2. Gangguan Ekstern 

Gangguan ekstern bagi organisasi pemeriksa dapat membatasi pelaksanaan pemeriksaan atau mempengaruhi kemampuan pemeriksa dalammenyatakan pendapat atau simpulan hasil pemeriksaannya secara independen dan obyektif. Independensi dan obyektifitas pelaksanaan suatu pemeriksaan dapat dipengaruhi apabila terdapat: 
  • a. Campur tangan atau pengaruh pihak ekstern yang membatasi atau mengubah lingkup pemeriksaan secara tidak semestinya. 
  • b. Campur tangan pihak ekstern terhadap pemilihan dan penerapan prosedur pemeriksaan atau pemilihan sampel pemeriksaan. 
  • c. Pembatasan waktu yang tidak wajar untuk penyelesaian suatu pemeriksaan. 
  • d. Campur tangan pihak ekstern mengenai penugasan, penunjukan, dan promosi pemeriksa. 
  • e. Pembatasan terhadap sumber daya yang disediakan bagi organisasi pemeriksa, yang dapat berdampak negatif terhadap kemampuan organisasi pemeriksa tersebut dalam melaksanakan pemeriksaan. 
  • f. Wewenang untuk menolak atau mempengaruhi pertimbangan pemeriksa terhadap isi suatu laporan hasil pemeriksaan. 
  • g. Ancaman penggantian petugas pemeriksa atas ketidaksetujuan dengan isi laporan hasil pemeriksaan, simpulan pemeriksa, atau penerapan suatu prinsip akuntansi atau kriteria lainnya. 
  • h. Pengaruh yang membahayakan kelangsungan pemeriksa sebagai pegawai, selain sebab-sebab yang berkaitan dengan kecakapan pemeriksa atau kebutuhan pemeriksaan. 

3. Gangguan Organisasi 

Independensi organisasi pemeriksa dapat dipengaruhi oleh kedudukan, fungsi, dan struktur organisasinya. Dalam hal melakukan pemeriksaan, organisasi pemeriksa harus bebas dari hambatan independensi. Pemeriksa yang ditugasi oleh organisasi pemeriksa dapat dipandang bebas dari gangguan terhadap independensi secara organisasi, apabila melakukan pemeriksaan di luar entitas tempat ia bekerja.”

Thursday, August 4, 2016

Cara Mencetak (Print) Artikel Menjadi Sebuah Buku (Booklet)

Membaca sebuah artikel pada sebuah laptop atau PC dengan membaca langsung di Buku amatlah berbeda. Saya rasakan membaca melalui media laptop dan PC lebih cepat membuat mata lelah dan tidak dapat menandai apa yang kita baca. Apalagi artikel yang di baca ber-format .pdf. Beda lagi membaca melalui buku. Jika membaca langsung dari buku amatlah mudah dan dapat diberikan tanda seperti sekat/pembatas dan di beri mark menggunakan pensil atau pensil warna.
Booklet via fedex
Nah, berbicara hal tersebut, saya memiliki sedikit tips jika Anda menginginkan membaca artikel dari hasil download atau file berjenis digital dan menjadikannya buku. Bagaimana cara mencetak (print) artikel menjadi sebuah buku arga mudah dibaca, ditandai dan dibawa sebagai pengingat. Silahkan ikuti cara sebagai berikut ini.

1. Buka dokumen/file berbentuk digital anda baik berbentuk dokumen dari microsoft office ataupun pdf;
2. Setelah file terbuka pencet CTRL+P pada keyboard atau PRINT;

3. Setting print dan Pilih BOOKLET;
4. Pastikan page setup dokumen sama dengan kertas dokumen yang akan mencetak file dan Anda dapat mengatur dengan beberapa pilihan didalamnya; 
5. Setelah semua settingan terpilih, klik OK lalu klik tombol PRINT;
6. Proses mencetak akan dilakukan secara bertahap karena booklet atau buku yang dibuat halamnnya bolak-balik;
7. Tahap pertama, cetakan dengan urutan ganjil. 
8. Tahap kedua, pada layar monitor akan terbuka jendela (Warning Printer) untuk mencetak halaman genap. Perhatikan cara menaruh kertas hasil cetakan tahap pertama dengan posisi seperti yang ditampilkan pada layar.

9. Setelah semua tercetak Anda hanya perlu melipat dan mensteples hasil print agar nampak seperti buku.


Dengan beberapa langkah diatas, buku yang dapat mempermudah Anda dalam proses membaca telah selesai. Perlu diingat bahwa ketika proses mencetak (Print) pastikan tidak ada kertas yang slip karena dapat membuat pekerjaan mencetak buku/booklet berantakan. Demikian sedikit tips dari masimam (dot) com semoga bermanfaat!