Monday, July 9, 2018

Bagaimana posisi Auditor Internal pada saat ini?

Beberapa tahun yang lalu, Auditor internal menikmati posisinya sebagai pemeriksa dimana seorang auditor dapat melakukan pemeriksaan diberbagai unit kerja dan memperoleh banyak temuan. Auditor internal akan melakukan pemeriksaan dan memastikan semua unit mematuhi aturan yang dibuat oleh perusahaan. Auditor akan memastikan peraturan yang dibuat, telah dipatuhi dan berjalan dengan efektif dan efisien. Pada akhir pemeriksaan, Auditor akan membuat Laporan Hasil Pemeriksaan yang berisi berbagai temuan, simpulan, dan rekomendasi.

Kepala unit kerja yang diperiksa tentu saja akan memerah kupingnya apabila auditor menemukan beberapa temuan negatif yang mengakibatkan kerugian perusahaan atau ditemukan fraud di Unit yang Ia pimpin. Auditor internal akan menjadi momok oleh kepala unit dan bukan rekan kerja yang dibutuhkan.



Ilustrasi: Auditor Internal dan Mitra Kerja
Lalu, bagaimana posisi Auditor Intern pada saat ini?

Sebagian Auditor Internal, perubahan diperlukan seiring dengan berkembangan organisasi perusahaan. Perubahan perusahaan begitu cepat dan begitu juga kompetitor. Agar perusahaan dapat “hidup” sesuai harapan stakeholder maka harus berubah dan memperbaiki kinerja agar lebih efektif, efisien dan ekonomis. Selera konsumen, perubahan politik, lingkungan sosial hingga teknologi harus dimaknai Auditor Internal sebagai transformasi menjadi mitra kerja. Auditor internal yang dikenal sebagai momok dan rekan kerja yang dihindari harus berubah menjadi rekan kerja yang solutif dan ikut berberan dalam perkembangan perusahaan. Perubahan Auditor Intern tersebut demi menjaga eksistensi tetap ada dan tidak punah seperti dino saurus. Hal yang perlu dilakukan adalah merubah organisasi kerja, cara dan metode kerja, hingga kompetensi Auditor demi memenuhi kebutuhan perusahaan dan stakeholder.

Internal Auditor harus membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Internal Auditor harus bersikap solutif untuk kemajuan perusahaan. Bukan sekedar mencari kesalahan dan memotret kejadian yang telah berlalu, melihat masalah hanya dari satu sisi, dan tidak substansional. Auditor Intern harus memberikan dampak yang solutif, cerdas, dan segar yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Tidak hanya kejadian dimasa silam (history), namun juga harus memberikan peryimbangan-pertimbangan bagi perusahaan dimasa yang akan datang.

Agar menjadi mitra yang baik, Auditor internal harus meningkatkan kompetensinya, berpikir analis, dan dapat memberikan solusi pada masalah yang dihadapi. Selain itu, Auditor harus juga menjadi pendengar yang baik diberbagai posisi dan memberikan penjelasan (komunikasi) yang dapat dipahami oleh mitra kerja. Namun, masih ada beberapa perusahaan yang berpikir tidak butuh Auditor Internal karena dapat menjadi beban dan menghambat operasional perusahaan. Hal yang paling utama untuk menjadikan organisasi Auditor Internal berkembang maju adalah adanya SDM yang memiliki kompetensi yang baik dengan adanya berbagai peningkatan kompetensi Audit. Jangan sampai, Auditor diperoleh dari pekerja yang tidak dibutuhkan oleh unit kerja sebelumnya (buangan) sehingga akan membuat organisasi Auditor Intern tidak kondusif dan jauh dari kompetensi yang diharapkan. Auditor tidak hanya melakukan post audit yang hanya memeriksa kejadian/transaksi-transaksi dimasa lalu, namun juga harus mencari solusi berkenaan resiko kegagalan perusahaan dimasa depan. Auditor harus menggabungkan compliance dan control centric dengan risk centric sehingga memperoleh solusi-solusi alternatif terhadap kemajuan perusahaan.

Masih banyak ruang untuk dikembangkan bagi organisasi auditor internal. Masih banyak peran yang dapat dimaksimalkan untuk maju bersama perusahaan dan mitra kerja. Posisikan Auditor internal sebagai mitra kerja yang dibutuhkan, yang memberikan saran-saran solutif, kreatif dan konstruktif. Berikan nilai tambah bagi perusahaan sehingga peran Auditor akan selalu dibutuhkan dari masa ke masa.

Sumber: wartaekonomi.co.id dengan judul memosisikan peran audit intern masa kini tanggal 20 Juli 2017.

Monday, July 2, 2018

Membuat Password Pada Excel


Kerahasiaan dan keamanan dokumen merupakan hal yang sangat penting bagi kita. Teruma dengan dokumen-dokumen yang kita anggapa penting atau rahasia. Salah satu dokumen yang menurut saya penting adalah pekerjaan yang dikerjakan menggunakan microsoft excell. Salah satu untuk melindungi data yang kita buat dalam aplikasi tersebut adalah dengan memberikan sebuat Password.
Membuat Pasword Pada Excel

Untuk membuat password pada excell adalah dengan cara sebagai berikut:
1. Silahkan klik file>Save As,

2. Pilih Tools>General Options,


3. Masukan Password untuk membuka dan pasword untuk memodifikasi, beri cecklist pada Always create backup dan Read-only jika Anda menginginkannya lalu klik OK.

4. Lakukan konfirmasi atau ketik ulang password yang dibuat pada pop up yang tersedia klik OK.


5. Klik Save,
  
6. Jika semua proses sudah dilakukan sesuai petunjuk di atas, silahkan anda coba untuk membuka file excel yang diberi password. Maka tampilannya kira-kira akan seperti ini:


Demikian, cara membuat password pada excell. Semoga menambah ilmu Pembaca sekalian. Salam Sukses!!









Thursday, April 5, 2018

Bukti Potong Pajak Pensiunan (Taspen dan Asabri)

31 Maret, Pelaporan Pajak melalui efilling maupun manual telah selesai. Bagi teman-teman yang lapor setelah tanggal tersebut maka akan mendapat denda. Sedikit informasi saja buat Saudara yang memiliki orang tua atau saudara yang telah pensiun tidak perlu bingung untuk memperoleh bukti potong Pajak.

Seperti yang kita ketahui, bagi PNS yang telah pensiun maka pemotongan pajak akan dilakukan oleh PT Taspen, sedangkan untuk Polisi atau TNI biasanya dipotong oleh PT Asabri. Kedua Perseroan tersebut menyediakan layanan untuk Anda yang tidak memiliki banyak waktu luang yang mengharuskan pergi dan antri untuk memperoleh Bukti Potong Pajak. Anda dapat memperolehnya dengan cara sebagai berikut.

PT Taspen
  • Buat Anda yang asuransi pensiunnya ditanggung oleh PT Taspen silahkan kunjungi situs resmi perusahaan di: http://www.taspen.co.id/
  • Klik E-SPT Pajak,
  • Setelah itu, anda akan diarahkan ke halaman berikutnya untuk menginput nomor pensiun atau NPWP.
  • Klik Enter untuk mendapatkan Bukti Potong Pajak Anda.

PT Asabri
  • Untuk Anda yang Potongan pajak dilakukan oleh PT Asabri, maka silahkan kunjungi website perusahaan di: http://asabri.co.id/ 
  • Pilih Produk & Persyaratan > Form Pajak.
  • Setelah itu, silahkan isikan NIP/NRP dan pilih tahun bukti potong pajak Anda.

  • Klik Enter untuk memperoleh bukti Potong Pajak Anda.
Cukup mudah untuk memperoleh  Bukti Potong Pajak Pensiunan (Taspen dan Asabri). Semoga bermanfaat buat pembaca artikel ini. Jangan lupa koment dan subscribe ya... :)

Salam,

Wednesday, March 7, 2018

Medan Dalam Ingatan

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di Awal tahun 2016, Saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Medan. Ibu kota Sumatera Utara ini sangatlah menarik dan selalu menempel dalam ingatan. Banyak sekali destinasi wisata yang dapat dikunjungi. Berikut ini, ingatan Medan yang dapat Saya ceritakan kepada para pembaca.

Salah satu yang wajib untuk dicoba adalah kereta bandaranya!! Ketika pertama kali kaki ini menginjak bumi Kualanamu, saya menggunakan kereta bandara untuk menghantarkan ke Tengah Kota Medan. Tidak perlu waktu lama, untuk mencapai kota menggunakan kereta bandara pertama di Republik ini. Dengan ongkos berkisar Rp50.000,00 pada saat itu, Saya berkesempatan menikmati transportasi bebas macet hanya sekitar 45 menit.

Sesampai di Medan, Anda dapat memilih berbagai tujuan wisata, diantaranya penangkaran buaya, masjid raya Medan, Istana Maimun, hingga brastagi. Brastagi adalah dataran tinggi di Sumatera Utara sehingga suhunya lumayan dingin. Jika ingin mencicipi durian, Anda dapat pergi ke durian ucok. Disana Anda dapat menukar durian apabila rasa durian tidak enak (garansi).

Satu yang Saya sesali adalah belum ke Danau Toba dan Pulau Samosir. Hambar rasanya pergi ke Sumut tanpa mengunjungi Danau Toba. Yaa.. karena berbagai pertimbangan Saya memutuskan untuk tidak mengunjungi destinasi wisata tersebut. Tidak apa-apa, mungkin suatu saat jika berkesempatan ke kota winny putri lubis ini (artis instagram) lagi.

Sebagai oleh-oleh, Anda dapat membeli bika Ambon atau Bolu Meranti. Namun oleh-oleh tersebut sudah lumrah dan biasa. Oleh-oleh yang lain yang dapat dibawa adalah Kopi Sidikalang dan ikan teri Medan. Jika ingin sedikit berhemat, oleh-oleh tersebut dapat diperoleh dengan murah di pasar-pasar tradisional. 

Sebagai sedikit nostalgia Saya pada Kota bentor ini, ada sedikit puisi yang di cuplik dari Instagram @masimam18.
Medan dalam gambar,
Sruling kereta dan bentor begitu menggelegar,
Liuk jalan di bukit di hutan belukar,
Jalan searah penuh sesak nan melingkar,
Begitulah medan dalam gambar,
Walau tak cukup ungkapkan hanya dengan kelakar...

Sunday, October 8, 2017

Apakah kamu suka writing?

Menulis adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menuangkan isi hati, gagasan, pemikiran kedalam sebuah tulisan. Beberapa waktu ini, saya yang memiliki beberapa blog sangat jarang menulis. Hal serupa juga terjadi dengan teman-teman masimam di akun instagram. Berdasarkan jajak pendapat yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu, dengan pertanyaan “Apakah kamu suka writing?” sebanyak 33% menjawab iya dan sisanya sebanyak 67% menjawab tidak. Survey dalam skala kecil ini membuat saya bertanya, kenapa teman-teman saya tidak suka menulis.
Hasil Survey Masimamcom
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dadang Sunendar yang di petik dari bangka tribunnews tanggal 21 November 2016 menyatakan bahwa: "Minat baca, minat menulis masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan negara di ASEAN. Lembaga survei internasional menunjuk tingkat literasi masih rendah. Dari Survei yang dilakukan PISA (Programme for International Student Assessment-red) dari 61 negara yang disurvei, Indonesia di posisi 60, satu dari yang terbawah,". Rendahnya minat menulis juga dipengaruhi dengan rendahnya minat baca di negeri ini. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Orang Indonesia lebih menyukai menonton melalui Televisi atau lain seperti youtube, Vidio, dan sebagainya.

Berikut ini, beberapa hal yang menyebabkan menulis menjadi hal yang tidak disukai versi masimam:
  1. Orang lebih suka menonton. Penulis melihat dalam beberapa pertunjukan musik, pentas film sangat mudah menarik penonton Indonesia dibandingkan dengan kegiatan seminar, bedah buku atau semacamnya. Contoh yang lainnya adalah dewasa ini masyarakat lebih suka menggunakan youtube dan instagram dalam mengaktualisasi diri daripada menulis pada blog. Hal ini menjadi indikator pertama yang sangat kasat mata dan mudah menilai mengapa orang tidak suka menulis.
  2.  Pekerjaan menulis kurang dihargai. Dewasa upah bagi penulis sebuah buku masih di bawah UMR untuk satu buku. Padahal dalam membuat sebuah buku dibutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan. Upah yang masih rendah ini tentu saja akan membuat penulis sedikit malas dalam menjalankan pekerjaannya.
  3. Tidak ada perpustakaan di kantor. Perpustakaan merupakan media informasi dan jendela dunia untuk mengembangkan ulmu pengetahuan. Nah, apakah dikantor Anda sudah ada perpustakaan? Jikapun telah ada perpus, apakah buku-bukunya merupakan buku terbaru? Hal ini juga dapat menjadi indikator bagi kantor Anda untuk melihat seberapa minat pekerja dalam hal menulis dan membaca.
  4. Latar belakang seseorang. Latar belakang seseorang menjadi penyebab seseorang memiliki minat dalam menulis. Jujur saja, awal mula saya menyukai dunia blogger adalah ketika teman saya dalam kesehariannya ngeblog dan menghasilkan. Disaat teman saya kuliah, dia mengerjakan beberapa tulisan untuk di post ke dalam blog miliknya. Alhasil, dia dapat membiayai kuliah dan membeli kebutuhan kampus seperti motor dan laptop. Latar belakang saya yang berkumpul dengan penulis blog ini, membuat saya tertarik untuk mengikuti kegiatan menulis di blog hingga sekarang.
  5. Pembaca. Hal yang paling mempengaruhi seseorang dalam menulis adalah Pembaca. Sebaik-baiknya tulisan kita, jika tidak ada yang mau membaca juga percuma. Tujuan menulis sebenarnya adalah untuk menyampaikan ide, gagasan, dan cerita kepada pembacanya. Jadi, jika tulisan kita tidak ada yang mau membaca, buat apa kita menulis? Tak jarang bagi seorang penulis untuk mengikuti selera pembacanya.

Bagi saya, menulis merupakan kegiatan yang harus saya kerjakan sebagai salah satu bukti bahwa saya pernah hidup didunia dan berkontribusi bagi negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mottonya adalah meninggalkan nama dalam sebuah buku. Tidak sedikit manfaat yang saya rasakan dari kegiatan menulis diantaranya:
  1. Menghasilkan beberapa buku yang terjual di Gramedia, Gunung Agung, dan toko buku lainnya;
  2. Menunjang pekerjaan saya sebagai Auditor;
  3. Menambah referensi dan wawasan dalam segala macam yang ingin saya pelajari;
  4. Mencurahkan segala ide dan gagasan melalui media tulisan (karena beberapa hal tidak dapat diceritakan dengan ucapan).
Menulis dapat dilakukan dimana saja. Raditya dika menulis saat dia menum kopi dan kemudian menulis untuk dijadikan buku atau film yang sangat diminati anak muda. Bahkan ada seorang penulis, mendapatkan ide disaat dia sedang buang hajat. Ada pula seorang penyanyi yang mendapatkan lirik yang sangat apik disaat dia mengonsumsi alkohol. Banyak sekali media, waktu, dan tempat yang dapat menghadirkan ide dan gagasan untuk dituangkan kedalam sebuah tulisan.

Bagaimana cara menulis yang baik dan benar?

Saya membuka sesi sharing knowledge bagi teman-teman yang suka menulis untuk memberikan beberapa tips berkenaan dengan cara menulis yang baik dan benar. Silahkan kirim email atau komentar di kolom yang telah disediakan. Terimakasih



Daftar Pustaka:
  • Tribunnews, 21 November 2016, minat baca dan menulis masyarakat indonesia masih rendah, di dapat pada: http://bangka.tribunnews.com/2016/11/21/minat-baca-dan-menulis-masyarakat-indonesia-masih-rendah


Tuesday, July 25, 2017

Kenapa Perusahaan Perlu adanya Audit Internal

Dewasa ini sering sekali kita mendengar kata auditor. Apalgi semenjak era reformasi, fungsi auditor sangatlah diperlukan oleh negara secara umum dan perusahaan secara khususnya. Dari masa kemasa peran auditor sangatlah besar untuk ikut membantu negara mengurangi tingkat korupsi. Sangat tidak mudah untuk memberangus korupsi di negeri ini karena korupsi dilakukan dengan sistem yang sangat komplek dan sudah melibatkan banyak orang.
Ilustrasi oleh: cdns.klimg.com
Saya tidak akan membahas mengenai korupsi dinegeri ini, namun lebih tertarik untuk membahas dalam lingkup yang lebih kecil yaitu perusahaan. Perusahaan tempat kita bekerja sangatlah membutuhkan tenaga Audit internal. Kenapa? Banyak sekali alasan yang dapat menjawab pertanyaan kenapa perusahaan memerlukan tenaga auditor.  Salah satu fungsi Auditor internal adalah Sebagai pemberi assurance yang independen dan objektif .

Auditor dapat berfungsi sebagai pemberi informasi yang dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan dari lembaga yang independen dan objektif. Sebagai orang yang berapa di tingkat teratas manajemen (top management) pasti memerlukan laporan sebagai pertanggungjawab kepada perusahaan. Apabila laporan tersebut disajikan oleh orang yang mengerjakan pekerjaan tersebut maka disinyalir laporan pertanggungjawaban dapat "dibuat-buat". Adanya Auditor internal untuk mengurangi resiko tersebut sebagai lembaga yang independent dan objektif untuk menghasilkan laporan yang accountable. Sebagai internal audit akan memberikan rekomendasi yang diharapkan dapat memberikan perbaikan perusahaan dimasa yang akan datang.

Dengan adanya Auditor internal, minimal mengurangi risiko perusahaan mengalami kerugian karena tidak efektif, efisien dan ekonomis. Sudah banyak sekali lembaga pengembangan manajemen mutu yang mensyaratkan agar perusahaan memiliki internal audit. Namun penggunaan audit internal sendiri bergantung dengan kebutuhan perusahaan.

Sebagai contoh keberhasilan internal audit adalah pada PT Serba Mulia Auto (SMA) di Samarinda, Kalimantan Timur. Dimana auditor internalnya berhasil menemukan uang senilai Ro 25 Milyar yang ditilap oleh suami istri (pegawai) perusahan tersebut. Silahkan kunjungi link ini: https://news.detik.com/berita/3552723/tilap-duit-dealer-rp-25-m-pasutri-di-kaltim-belanja-mobil. Contoh tersebut setidaknya memberikan sedikit gambaran betapa perlunya perusahaan memiliki audit internal. Terutama bagi perusahaan yang sedang berkembang dan ingin mencapai tata kelola perusahaan yang baik.

Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan tulisan ini. Silahkan kirimkan email atau cukup memberikan komentar pada kolom yang telah disediakan. Terimakasih telah berkenan untuk membaca artikel yang jauh dari sempurna ini.

Thursday, July 13, 2017

9 Ungkapan yang Perlu Dihindari Pada Il

Dalam melaksanakan tugasnya, seorang auditor atau tim audit harus membuat sebuah laporan yang biasa disebut Laporan Hasil Audit. Pada laporan tersebut ada baiknya kita memperhatikan beberapa hal agar laporan kita diikuti oleh pemangku kepentingan (auditee). Penulisan yang tidak tepat akan membuat hubungan antara auditor internal dengan unit yang diaudit atau bahkan akan merusak reputasi seorang auditor. Hal-hal kecil yang dibuat dalam laporan akan berdampak pada rekomendasi yang disampaikan akan diterima.
Ilustrasi Laporan Auditor
Saya bukanlah seorang praktisi yang akan memberikan Anda tips dan trik berkaitan dengan pembuatan laporan audit yang baik dan benar. Namun saya akan mengutip sebuah artikel dari President dan CEO of The IIA yaitu Richard F. Chambers, CIA, QIAL, C​GAP, CCSA, CRMA yang saya terjemahkan secara bebasa. Berikut ini 9 Kata Yang Perlu Dihindari Pada Laporan Auditor.
1.       Jangan Katakan Sebaiknya Management “Mempertimbangkan”
Laporan audit harus memberikan rekomendasi yang tepat dan baku. Bila rekomendasi yang kita berikan hanya untuk mempertimbangkan sesuatu, maka keputusan yang harus diambil oleh managemen secara sepat akan menjadi samar-samar. Sebagai auditor kita ingin mendengar bahwa managemen mengatakan “Baiklah kami akan mempertimbangkan rekomendasi Saudara”.

2.       Jangan Sampaikan Pendapat Auditor
Dalam laporan auditor sebaiknya didukung dengan fakta yang dapat dipercaya. Hindari dengan anggapan-anggapan atau pendapat auditor yang tidak berdasar. Ungkapan seperti “nampaknya” atau “menurut kesan pendapat auditor” akan membuat pembaca berpendapat bahwa laporan auditor seperti hanya firasat seorang auditor.

3.       Gunakan kata atau ungkapan dengan hemat
Penulisan sebuah laporan sebetulnya tidak perlu banyak karena pada prinsipnya pembaca internal auditor telah mengetahui proses bisnis perusahaan. Cukup dengan kondisi yang bertolak belakang dengan kreiteria. Penggunaan kata yang efektif juga akan membuat pembaca tidak berangan-angan. Seperti contohnya kata 10% atau Rp3M adalah sebuah fakta. Namun menggunakan kata “sangat besar” tidak akan memberikan gambaran yang jelas.

4.       Masalah yang ada sangat umum terjadi
 Pengungkapan masalah kedalam laporan sebaiknya menghindari kata “tidak pernah”, “Selalu”, “Tidak Ada”. Sangat tidak enak dibaca ketika seorang auditor menulis “Anda Tidak Pernah” “Anda selalu” dan sebagainya. Hal tersebut akan membuat pembaca akan mencari pembenaran kebiasaan yang telah dilakukan daripada memahami masalah yang terjadi (yang bertentangan dengan kreiteria). Lebih baik anda mengatakan dari 10 dokumen yang disampling dan semuanya tidak ada materai, kurang aman jika anda mengatakan dokumen tidak ada materai.

5.       Hindari laporan yang menyalahkan
Tujuan pembuatan laporan audit adalah untuk membawa perubahan yang positif, bukan untuk menyalahkan seseorang. Lebih baik auditor bersikap dengan netral dan tidak konfrontatif, tujuannya untuk mendapatkan akar permasalahan atau penyebab masalah terjadi. Memang tidak ada masalah dengan adanya laporan yang mencari seorang yang harus bertanggungjawab, untuk memberikan rekomendasi yang tepat. Namun sebaiknya hindari untuk menyalahkan seorang seperti “semua itu adalah salahnya freddy”.

6.       Jangan katakan bahwa “Management gagal”
Membuat pernyataan bahwa management telah gagal dalam menerapkan kontrol yang memadai akan membuat mereka terganggu dan membuat “down” bagi mereka yang ingin melakukan perbaikan. Sebagai auditor kita hanya cukup untuk menuliskan kondisi sesuai fakta yang ada dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi tanpa menghakimi keputusan management. Hal tersebut akan membuat hubungan kita dengan management tetap baik karena sebagai auditor internal, kita akan bertemu kembali pada saat mendapat penugasan di wilayah mereka.

7.       Kata “Auditee” sudah kuno
Beberapa tahun yang lalu kita menggunakan kata “auditee” untuk menyebut management yang kita periksa. Saat ini, kata auditee telah menjadi ungkapan yang berkonotasi negatif karena berarti bahwa auditee menyiratkan seseorang yang melakukan sesuatu dan perlu diaudit oleh auditor. Audit internal telah mengalami proses kolaboratif dan istilah “klien audit”,  “pelanggan audit” atau “mitra audit” menunjukan bahwa auditor internal bekerja untuk management tidak mengerjainya.

8.       Hindari kata-kata yang terlalu teknis
Setipa profesi membutuhkan jargon teknis, namun ketita kita berusahan menghindari kata-kata teknis yang hanya kita pahami oleh salah satu prefesi maka harapan kita bahwa dalam laporan pesannya jelas. Jika anda menggunakan lebih dari satu frase seperti “metodologi bertingkat” atau “menggunakan Probability sampling”, jangan terkejut saat beberapa pembaca Anda memeriksanya tanpa membaca Akhir laporan.

9.       Jangan menggungkapkan “telah ditemukan”
Sangat menggoda untuk menggunakan ungkapan “audit internal menemukan” atau “kami temukan”. Dengan ungkapan tersebut, management akan beranggapan bahwa auditor internal mendapatkan sesuatu yang luput dari pengawasan management.


Laporan audit harusnya bisa diterima dengan baik oleh pembacanya, pesan yang ingin disampikan oleh auditor dapat dipahami tanpa adanya pertanyaan mengenai ungkapan-ungkapan yang ada. Artikel ini jauh dari kata sempurna dan kemungkinan ada beberapa pemahaman penulis yang tidak sesuai. Dari itu, mohon untuk diberikan komentarnya apabila ada pertanyaana atau beberapa hal yang dapat kita diskusikan.