Monday, January 16, 2017

Perencanaan Audit - Survey Pendahuluan

Survey pendahuluan merupakan langkah pertama pelaksanaan kegiatan audit yang dimaksudkan untuk memperoleh gambaran umum auditi serta mengidentifikasi kelemahan dan kerentanan operasional yang memerlukan penalaman lebih lanjut. 

Ilustrasi Survey Pendahuluan

Dalam merencanakan auditnya, auditor menetapkan sasaran, ruang lingkup, metodologi dan alokasi sumber daya. Selain itu, auditor perlu mempertimbangkan berbagai hal termasuk system pengendalian intern dan ketaatan auditi terhadap perundang-undangan, kecurangan dan ketidakpatutan (abuse). 

Tujuan dari Survey Pendahuluan diantaranya adalah:
  1. Lebih memahami akivitas auditee ;
  2. Mengidentifikasi area/bidang yang memerlukan penekanan khusus dalam audit ;
  3. Memperoleh informasi awal sebagai bahan untuk melaksanakan pekerjaan lapangan (field work);
  4. Menentukan apakah perlu melakukan audit lebih lanjut; dan
  5. Dengan kata lain, survey pendahuluan berguna untuk memahami lebih baik mengenai tujuan, proses, risiko dan pengendalian dari bagian/fungsi yang diaudit.
Sedikitnya ada 7 langkah yang merupakan tahapan dari Survey Pendahuluan, yaitu:
  1. Melakukan studi awal;
  2. Mendokumentasikan;
  3. Bertemu klien;
  4. Mendapatkan informasi;
  5. Mengamati;
  6. Membuat bagan alir/flow chart; dan
  7. Melaporkan.

Demikian tadi sedikit gambaran dari Survey Pendahuluan yang merupakan bagian dari perencanaan audit. Jika ada pertanyaan silahkan untuk menghubungi kontak yang telah tersedia. Sekian, Salam. 

Thursday, January 5, 2017

Kasus Suap Bupati Klaten

Diketahui, belakangan Pemkab Klaten tengah disibukkan dengan proses pengisian jabatan menyusul adanya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Dan Pemkab Klaten setidaknya melakukan pengisian jabatan sebanyak 850 jabatan eselon IIA.

Rencananya sang bupati, Sri Hartini, akan melakukan pelantikan dan pengukuhan susunan organisasi tata kerja (SOTK) yang rencananya digelar pada Jumat (30/12/2016) malam. Namun agenda tersebut tertunda lantaran sang bupati terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Pada tanggal 30 Desember 2016, Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) penerima dan pemberi suap dan menetapkan tersangka kepada Bupati Klaten Sri Hartini dan anak buahnya Sdr. Suramlan selaku Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten.

Dikutip dari tribunnews.com "KPK meningkatkan status ke penyidikan bersamaan dengan penetapan tersangka sementara dua orang, yakni SHT sebagai penerima dan SUL sebagai pemberi," ujar Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif di kantor KPK, Jakarta, Sabtu (31/12/2016). Aturan hukum yang dilanggar SHT adalah Pasal12 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Sedangkan Suramlan selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain kedua orang diatas, terdapat juga enam orang yang lain yang masih ditetapkan sebagai saksi. Ke-6 orang tersebut adalah:
  1. Ita Puspitarini (PNS),
  2. Bambang Teguh (PNS), 
  3. Slamet (PNS, Kabid Mutasi), 
  4. Panca Wardhana (Staf Honorer), 
  5. Sunarso (swasta), dan 
  6. Sukarno (swasta).
Dari rumah dinas tersebut, ditemukan barang bukti uang sebanyak Rp 2 miliar yang tersimpan dalam dua kardus besar serta 5.700 Dolar Amerika Serikat atau setara Rp76,6juta dan 2.035 Dolar Singapura atau setara Rp18,9 juta di dompet. Selain itu dari rumah Sukarno ditemukan barang bukti uang sebanyak 80 juta. Temuan uang sebanyak itu dari sang bupati diduga terkait perdagangan atau jual beli jabatan di di lingkungan Pemkab Klaten.
Foto oleh news.liputan6.com
Dalam konferensi pers yang digelar, Rabu 4 Januari 2017 malam, juru bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan uang Rp 3 miliar ini didapat dari lemari di kamar yang diduga milik Andy Purnomo. Andy adalah Ketua Komisi IV DPRD Klaten sekaligus anak dari Sri Hartini. Selain itu, penyidik juga menyita uang Rp 200 juta dari lemari kamar Sri Hartini. Sehingga jika dijumlah dengan penemuan barang bukti berupa uang hingga tanggal 4 Januari senilai Rp5,2 miliar, 5.700 Dolar Amerika dan 2.035 Dolar Singapura.

Daftar Harga Jabatan Pemkab Klaten
Di kutip dari koran tempo, kasus suap bupati klaten memiliki beberapa harga sesuai dengan jenis jabatan yang akan di dapat. Berikut ini daftarnya:
  • Eselon II (tergantung SKPD) = Rp 80 juta - Rp 400 juta
  • Eselon III = Rp 30 juta - Rp 80 juta
  • Eselon IV = Rp 10 juta - Rp 15 juta
Di Lingkungan Dinas Pendidikan
  • Eselon II (Kepala Dinas) = Rp 400 juta
  • Eselon III (Sek dan Bidang) = Rp 100 juta - Rp 150 juta
  • Eselon IV (Subbag &Kasie) = Rp 25 juta
  • Kepala UPTD = Rp 50 juta - Rp 100 juta
  • TU UPTD = Rp 25 juta
  • Kepala Sekolah SD = Rp 75 juta - Rp 125 juta
  • TU Sekolah Dasar = Rp 30 juta
  • Kepala Sekolah SMP = Rp 80 juta - Rp 150 juta
  • Jabatan Fungsional Tertentu (Guru mutasi dalam kabupaten) = Rp 15 juta - Rp 60 juta
  • TU Puskesmas = Rp 5 juta - Rp 15 juta
  • Jabatan Tetap (Tidak mutasi) = Rp 10 juta - Rp 50 juta

Modus Opera Sabun Mandi (Operandi)

Dalam kasus suap Bupati Klaten ini diketahui bahwa kecurigaan KPK menemukan kode-kode tertentu untuk mengelabuhi pelaku kejahatan untuk menyamarkan/memuluskan aksinya. Terjadi pula dalam kasus suap jual beli jabatan bupati klaten yang menggunakan kode “Uang Syukuran”. Di kutip dari tribunnews diketahui bahwa: "Dalam penelusuran laporan masyarakat, tim KPK menemukan sesuatu yang agak menarik. Karena diperoleh ada kode 'uang syukuran', terkait indikasi pemberian suap untuk mendapatkan posisi-posisi tertentu di lingkungan Kabupaten Klaten," ujar Wakil Ketua KPK, Laode Muhhammad Syarif ddalam rilis hasil OTT Bupati Klaten, di kantor KPK, Jakarta, Sabtu (31/12/2016).

Dalam beberapa kasus korupsi yang diungkap oleh KPK ditemukan kode pengganti uang seperti, Apel Washington dan Apel Malang, Buka Gendang, Sepukul Dua Pukul dan Seikat Dua Ikat, Sekilo Dua Kilo, Tape, Kacang Pukul, Empek-empek, Ekor dan Ton Emas, Tahlilan, Liter, Daging Busuk dan Arbain miliar cash (40 miliar tunai) Arbain miliar cash (40 miliar tunai), hingga kode Jahitan Baju.



Referensi:
  1. TribunNews, Bupati Klaten dan Anak Buahnya Ditetapkan Tersangka Suap Jual Beli Jabatan, diperoleh pada tanggal 5 Januari 2017 pada: http://www.tribunnews.com/nasional/2016/12/31/bupati-klaten-dan-anak-buahnya-ditetapkan-tersangka-suap-jual-beli-jabatan
  2. TribunNews, Samarkan Duit Suap Jual Beli Jabatan, Bupati Klaten Pakai Kode 'Uang Syukuran', diperoleh pada tanggal 5 Januari 2017 pada: http://www.tribunnews.com/nasional/2016/12/31/samarkan-duit-suap-jual-beli-jabatan-bupati-klaten-pakai-kode-uang-syukuran
  3. Pikiran rakyat, Uang Rp 3 Miliar Disita dari Rumah Bupati Klaten, diperoleh pada tanggal 5 Januari 2017 pada: http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2017/01/05/uang-rp-3-miliar-disita-dari-rumah-bupati-klaten-389725
  4. Tempo, Suap Bupati, Ini Daftar Harga Jabatan di Pemkab Klaten, diperoleh tanggal 16 Januari 2017 pada: https://m.tempo.co/read/news/2017/01/06/078833341/suap-bupati-ini-daftar-harga-jabatan-di-pemkab-klaten 

Tuesday, January 3, 2017

2008 - Pengaruh Kompetensi Auditor dan Pemahaman Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Auditor Bea dan Cukai di Wilayah Jakarta

Jurnal Internal Audit kali ini akan membahas mengenai Pengaruh Kompetensi Auditor dan Pemahaman Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Auditor Bea dan Cukai di Wilayah Jakarta. Karya ilmiah ini merupakan tesis dari Febrita Purnama Esya untuk mendapatkan gelar magister Sains pada sekolah pasca sarjana universitas Sumatera Utara.

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan mengkaji Pengaruh Kompetensi Auditor dan Pemahaman Sistem Informasi Akuntansi terhadap kinerja Auditor Bea dan Cukai di wilayah Jakarta. Variable yang digunakan dalam penelitian terdiri atas variable terikat yakni kinerja auditor dan variable bebas yang terdiri atas: kompetensi dan pemahaman. Untuk mengkaji pengaruh tersebut digunakan metode deskriptif dalam bentuk studi pengaruh (correlation studies) dengan pendekatan kuantitatif.

Objek dalam penelitian ini dibatasi pada auditor kantor Bea dan Cukai wilayah Jakarta. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 64 Orang auditor. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik semple Random Sampling. Instrumen pengumpulan data disusun dalam angket yang menggunakan skala likert. Analisis data dilakukan pada taraf signifikan 95%. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi berganda.

Hasil penelitian mendukung hipotesis pertama bahwa kompetensi berpengaruh terhadap kinerja auditor. Hal ini berarti bahwa kinerja auditor dapat dicapat jika auditor memiliki kompetensi yang baik. Hal ini diperkuat dengan hasil pengolahan data. Hasil pengujian dengan regresi berganda menunjukkan bahwa pemahaman Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor. Secara keseluruhan terdapat pengaruh yang signifikan kompetesi yang dimiliki auditor dan pemahaman terhadap sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor Bea dan Cukai.

Ilustrasi oleh : www.isigood.com

Referensi:
Esya, (2008), Pengaruh kompetensi auditor dan pemahaman sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor bea dan cukai di wilayah jakarta, tesis pasca sarjana Universitas sumatera utara, medan.

Thursday, December 22, 2016

Romantika Kerja dan Keluarga

Kerja dan Keluarga merupakan kata yang berbeda makna namun sangat erat sekali hubungannya. Kita Kerja untuk Keluarga dan Keluarga bangga karena kita bekerja. Menurut Supriyadi (2003) Kerja adalah beban, kewajiban, sumber penghasilan, kesenangan, gengsi, aktualisasi diri, dan lain lain. Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga (Duvall dan Logan, 1986). Dari dua pengertian diatas terdapat hubungan antara kerja dan keluarga dimana kerja berkaitan dengan beban dan kewajiban yang harus dipikul untuk keberlangsungan budaya dan sosial dari anggota keluarga.
Ilustrasi oleh DOTS happy family cartoon
Pertanyaan yang sering timbul berkenaan dengan kata "Kerja" dan "Keluarga" diantaranya adalah:
Berapa gajimu sehingga engkau lupakan keluargamu?
Kenapa jauh-jauh cari kerja, memang tidak ada kerjaan yang dekat keluarga?
atau
Kenapa nggak minta sama boss biar bisa penempatan dekat keluarga?
Beberapa pertanyaan diatas pasti sering anda dengar bagi yang bekerja dan jauh keluarga. Beberapa hal berkenaan dengan pertanyaan diatas sudah saya analisa dan berikut ini kira-kira jawabannya.
Pertama, kenapa bekerja hingga jauh dari keluarga. Berapa sih gajimu? 
Dalam bekerja memang gaji adalah yang dicari sampai ada yang bilang "kerja ya nyari duit bukan nyari muka" heehee.. namun daripada itu beberapa faktor menjadi pertimbangan bagi sebagian orang memilih bekerja di luar kampung halaman.
  1. Gaji
    Gaji merupakan pertimbangan paling logis, Anda tidak mungkin rela meninggalkan keluarga jika gaji anda di perantauan sama dengan (=) gaji anda di kampung halaman;
  2. Prestise,
    Bekerja jauh bagi sebagian orang juga menjadi hal yang prestise (terhormat, berbeda, istimewa). Ibarat tukang bangunan di kampung dan tukang bangunan di Kota akan lebih bangga tukang bangunan di kota. Jika ditanya sama tetangga, kerja dimana mas? di Jakarta!!!;
  3. Berkembang,
    Selain itu ada sesuatu yang dapat diraih bekerja jauh dari keluarga yaitu perkembangan. Baik perkembangan karir maupun ilmu. Jauh dari keluarga akan membuat anda semakin berkonsentrasi dalam melaksanakan tugas dari pekerjaan dan dapat menggunakan waktu luang setelah bekerja dengan mengisi pengetahuan lain seperti melanjutkan sekolah, belajar musik atau menjalankan hobby yang disuka. Hal ini tentu saja menjadi sesuatu yang positif;
  4. Pengalaman,
    Pengalaman merupakan harta yang sangat sulit dicari, bahkan Anda tidak akan mendapatkan pengalaman dari bangku sekolah. Keluar dari kampung halamanlah yang akan menambah pengalaman, wawasan, relasi dan sebagainya. Pengalaman tidak akan cukup dari cerita teman atau sahabat, Anda haru mengalami sendiri untuk mendapatkan pengalaman itu sendiri.
Kedua, Siapa yang peduli dengan kerja dan keluarga?
Memang tidak akan ada yang peduli dengan pekerjaan dan keluarga selain kita sendiri. Apalagi bagi Anda seorang pria, bekerja adalah kewajiban Anda. Karena bekerja adalah salah satu kewajiban untuk menafkahi anak dan istri. Walaupun ada yang bilang "buat apa saya kerja jika tidak bisa bersama keluarga!" Pernyataan ini ada benarnya namun banyak juga salahnya. Benarnya adalah memang kita harus dekat keluarga karena kita harus tau keadaan kelaurga. Namun dengan anda dekat keluarga maka kesempatan untuk mendapatkan gaji yang layak, prestise, perkembangan dan pengalaman tidak akan diperoleh. Oke, Anda bekerja dan dekat keluarga, namun jika gaji Anda tidak cukup apa kamu akan lembur untuk mendapatkan gaji lebihi? itu juga Anda akan terbatas bertemu keluarga karena pergi pagi buta dan pulang gelap gulita. Paling juga korupsi atau pungli untuk mendapatkan uang lebih!! Astagfirullah... 
Alangkah lebih mulianya jika kita dapat melaksanakan pekerjaan sesuai tugas dan tanggungjawab dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai anggota keluarga bukan? Ingattt.. saat bekerja, kita sudah akad bahwa siap ditempatkan dimana saja dan berkewajiban melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggungjawab.

Ketiga, Jikapun harus bekerja jauh dari keluarga, dimana tempat seharusnya?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, seharusnya kita telah berpikir ada resiko ketika kit atelah akad dengan perusahaan atau instansi, termasuk penempatan dalam melaksanakan pekerjaan. Banyak orang yang juga memikirkan mengenai hal ini. Salah satu contoh orang yang bekerja di PT KAI, dia bilang "Nggak apa-apalah kerja di KAI kan cuman Jawa Sumatera". Padahal sekarang ini kereta api sedang expansi di pulau sulawesi, kalimantan bahkan papua. Saya pikir, tidak perlu mengeluh soal penempatan kerja yang penting daerah tersebut ada listrik dan internet. Itu akan membuat anda mudah berkomunikasi dengan keluarga Anda. Jika daerahnya terpencil, maka keputusan besar harus dibuat antara membawa keluarga ke daerah tempat kerja atau Anda Resign.

Keempat, Sampai kapan Anda akan jauh-jauhan dengan keluarga?
pertanyaan ini sangat penting, kenapa? karena pertanyaan ini merupakan sebuah goal yang harus diraih. Anda dapat membuat batasan/ goal mengenai pertanyaan tersebut. Seperti: sampai dapat modal buat usaha sendiri, sampai saya jadi direktur, sampai batas kemampuan saya, sampai pensiun dan sebagainya. Goal tersebut dapat Anda tentukan secepatnya!!

Kelima, Apa solusi buat yang kerja jauh dari keluarga?
Solusi dari semua ini adalah transportasi. Usahakan pekerjaan Anda dekat dengan Stasiun, terminal atau bandara sehingga Anda cepat sampai dirumah. Pastikan anda bertemu keluarga secara reguler dan kualitaskan pertemuan tersebut. Selalu pantau keluarga Anda melalui telpon, whatapp, atau video call, tanya kabar, kondisi dan bercanda dengan keluarga Anda. Maksimalkanlah waktu yang Anda punya ketika dapat berjumpa dengan keluarga. Ambil cuti karena itu hak dari setiap bekerja.

Bekerja dan keluarga merupakan romantika yang tiada tara. Dengan Anda bekerja untuk keluarga itu merupakan sesuatu yang sangat mulia karena bekerja dan bekerja akan mengangkat derajat dari keluarga Anda baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Tetap bekerja dan jangan lupakan keluarga karena keluarga akan mengurusimu disaat perusahaan sudah tidak memerlukan tenagamu. 
Salam hangat untuk keluarga Anda dirumah!! 

Saturday, December 10, 2016

Kertas Kerja Audit

Menurut SA Seksi 339 Kertas Kerja paragraph 03 dalam Mulyadi (2002:100) mendefinisikan:
“Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya dan kesimpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.”

Kertas kerja pemeriksaan merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan klien dengan laporan audit. Oleh karena itu, kertas kerja pemeriksaan merupakan alat penting dalam profesi auditor.

Adapun tujuan dari dibuatnya kertas kerja pemeriksaan, Arens terjemahan Wibowo (2004:197) mengemukakan tujuan kertas kerja pemeriksaan secara menyeluruh “untuk membantu auditor memberikan keyakinan yang memadai bahwa audit yang layak telah dilakukan sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.”

Jenis kertas kerja audit adalah sebagai berikut:

a. KKA Utama adalah KKA yang berisi simpulan hasil audit untuk keseluruhan/suatu segmen/bagian/kegiatan yang diaudit. KKA utama sering juga disebut sebagai top schedule atai lead schedule. KKA utama dibuat untuk setiap segmen/bagian kegiatan yang diaudit.

b. KKA Ikhtisar adalah KKA yang berisi ringkasan informasi dari KKA yang berisi informasi yang sejenis/sekelompok tertentu. KKA ihktisar tidak harus ada dalam susunan KKA. KKA ikhtisar hanya disusun jika diperlukan untuk membantu pemahaman permasalahan agar menjadi lebih sederhana.

c. KKA Pendukung (supporting Schedul) adalah KKA yang berisi data daasar yang digunakan untuk mendukung KKA utama. KKA pendukung merupakan bukti audit yang diperoleh langsung selama pelaksanaan kegiatan audit, sehingga KKA pendukung berisi informasi rinci dari setiap permasalahan. KKA pendukung dibuat setiap lembar untuk suatu permasalahan. KKA pendukung disusun selama proses audit dilaksanakan dengan mengikuti PKA dan menuliskan referensi PKA-nya.

Kertas Kerja Audit



Daftar Pustaka:
  • Arens, Alvin A.,et al, 2004, Auditing dan Pelayanan Verifikasi Pendekatan Terpadu, Terjemahan oleh tim Dejacarta, Edisi Kesembilan, Jilid 1 dan 2, Jakarta, Indeks.
  • Ikatan Akuntan Indonesia, 2001, Standar Profesional Akuntan Publik, Jakarta, Salemba Empat.

Monday, October 3, 2016

Perencanaan Audit - Program Kerja Audit

Program Kerja Audit (PKA) adalah rancangan prosedur dan teknik audit yang disusun secara sistematis yang harus diikuti/dilaksanakan oleh auditor dalam kegiatan audit untuk mencapai tujuan audit. PKA disusun setelah auditor telah memiliki pemahaman yang cukup tentang tujuan audit di setiap tahap. Pemahaman ini diperoleh sebelum penugasan, saat survey pendahuluan. Saat evaluasi Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) dan setelah pengembangan temuan sampai pada firm audit objectives

Konsep PKA disiapkan oleh ketua Tim. Kemudian, pengendalian teknis (PT) mereviu untuk memberikan tambahan informasi dan arahan. Setelah itu, PKA direviu kembali oleh pengendali mutu (PM) untuk disetujui. PKA ibarat peta bagi turis yang menunjukan tempat-tempat penting yang harus didatanginya. Bila turis tidak membaca peta, ia tidak mungkin memilih objek wisata yang paling baik dengan ekonomis, efesien dan efektif.

Tujuan dan manfaat PKA adalah sebagai berikut:
  1. Sarana pemberian tugas kepada tim audit.
  2. Sarana Pengawas pelaksanaan audit secara berjenjang mulai dari ketua tim sampai dengan pengendalian mutu.
  3. Pedoman kerja/pegangan bagi auditor.
  4. Landasan untuk membuat ikhtisar/ringkasan hasil audit.
  5. Sarana untuk mengawasi mutu audit.
Foto oleh: projectsmart.co.uk

Sebuah audit harus direncanakan sedemikian rupa agar sebagian besar kegiatan audit berfokus pada area-area yang memiliki faktor-faktor risiko tertinggi. Ada tiga jenis risiko dalam melakukan audit, yaitu:
  1. Risiko Inheren adalah toleransi atas risiko yang material dengan mempertimbangkan ketidakberadaan pengendalian. Contohnya, sebuah system yang menerapkan pemrosesan on-line, jaringan, software database, telekomunikasi,’ dan bentuk teknologi canggih lainnya, memiliki lebih banyak risiko inheren daripada suatu sistem pemrosesan batch yang tradisional.
  2. Risiko Pengendalian adalah risiko yang timbul dari kesalahan penyajian yang material dan berdampak hingga ke struktur pengendalian internal serta ke laporan keuangan. Sebuah.perusahaan yang memiliki pengendalian internal lemah memiliki lebih banyak risiko pengendalian daripada perusahaan dengan pengendalian internal yang kuat. Risiko pengendalian dapat ditetapkan dengan cara melakukan tinjauan atas lingkungan pengendalian dan mempertimbangkan kelemahan pengendalian yang diidentifikasi dalam audit terdahulu, dan dengan mengevaluasi bagaimana kelemahan-kelemahan tersebut telah diperbaiki.
  3. Risiko Pendeteksian adalah risiko yang timbul akibat tidak dapat terdeteksinya sebuah kesalahan atau kesalahan penyajian oleh auditor dan prosedur audit yang dibuatnya.

Thursday, September 29, 2016

Prosedur, Teknik dan Bukti Audit

Dalam pelaksanaan audit, auditornharus melakukan pengumpulan bukti. Urutan langkah yang ditempuh oleh auditor dalam rangka memperoleh bukti disebut prosedur audit.

Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bahwa “prosedur audit (audit procedure) adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh dan menilai suatu bukti.”


Sedangkan, jenis-jenis prosedur audit yang dipergunakan dalam pemeriksaan diantaranya:

1. Inspecting, meliputi pemeriksaan atau penelitian secara cermat atas dokumen dan catatan secara detail. Juga meliputi pemeriksaan fisik atas aktiva berwujud untuk memperoleh pengetahuan langsung mengenai eksistensi dan kondisi (menilai physical evidence).

2. Confirming, suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya yang independen. Prosedur audit ini menghasilkan confirmation evidence.

3. Inquiring, suatu bentuk pengajuan pertanyaan lisan atau tertulis kepada pihak internal (manajemen) atau eksternal (pengacara) perusahaan. Prosedur audit ini menghasilkan oral evidence atau written representation.

4. Counting, teknik pemeriksaan dengan melakukan penghitungan kembali atas aktiva berwujud, misalnya penghitungan kas atau persediaan. Prosedur audit ini digunakan untuk menilai physical evidence.

5. Observing, yaitu cara memeriksa dengan mengamati langsung suatu aktivitas dimana subjek pemeriksaannya meliputi personel, prosedur, dan proses. Prosedur audit ini memungkinkan auditor memperoleh pengetahuan langsung atas aktiva dalam bentuk physical evidence.

6. Tracing, teknik pemeriksaan dengan cara menelusuri proses suatu kegiatan untuk menentukan apakah transaksi telah dicatat dengan benar. Arah pengujian dari dokumen ke catatan. Prosedur audit ini berhubungan dengan documentary evidence, untuk mendeteksi completeness.

7. Vouching, teknik pemeriksaan dengan menginspeksi dokumen yang digunakan sebagai dasar pencatatan untuk menentukan validitas dan kecermatan pencatatan. Arah pengujian dari catatan ke dokumen. Prosedur audit ini untuk mendeteksi existence.

8. Reperforming, teknik pemeriksaan dengan cara mengulang kembali penghitungan dan rekonsiliasi yang telah dibuat oleh klien, misalnya menghitung kembali penjumlahan dan perkalian. Prosedur audit ini menghasilkan mathematical evidence.

9. Analytical procedures, studi dan perbandingan hubungan antara data meliputi penggunaan ratio, analisa, perbandingan, dan strategi regresi. Prosedur audit ini menghasilkan analytical evidence.

10. Computer Assisted Audit Techniques, penggunaan program software untuk membantu auditor dalam melaksanakan prosedur-prosedur audit tertentu bagi klien yang akuntansinya telah computerized.

Bukti audit adalah semua media atau simpulan informasi yang digunakan oleh auditor untuk mendukung argumentasi, pendapat atau simpulan dan rekomendasinya dalam meyakinkan tingkat kesesuaian antara kondisi dan criteria.

Ada penulis yang menyatakan bahwa syarat-syarat bukti audit ada 3 yaitu:
  • Relevan (RE)
  • Kompeten (KO)
  • Cukup (CU)
Tetapi ada juga yang menyatakan 4 karena ditambah dengan:
  • Material (MA)
Jika digabungkan, kita tinggal mengingat REKOCUMA, penjelasannya adalah sebagai berikut:

Relevan

Bukti yang relevan maksudnya adalah bukti yang secara logis mempunyai hubungan dengan permasalahannya. Bukti yang tidak ada kaitannya dengan permasalahan (kondisi) tentu tidak ada gunanya karena tidak dapat dipakai guna mendukung argumentasi, pendapat atau simpulan dan rekomendasi dari auditor. Relevansi bukti dapat dilihat dari setiap informasi. Tiap informasi sekecil apapun harus relevan dengan permasalahannya.

Kompeten

Kompeten atau tidaknya bukti dipengaruhi oleh sumber bukti, cara mendapatkan bukti dan kelengkapan persyaratan yuridis bukti tersebut. Dilihat dari sumbernya, bukti tentang kepegawaian yang didapat dari bagian kepegawaian lebih kompeten disbanding dengan bukti yang didapat dari pihak lain.bukti yang jelas sumbernya lebih kompeten daripada bukti yang didapat dari sumber yang tidak jelas sumbernya.

Cukup

Bukti yang cukup berkaitan dengan jumlah/kuantitas dan/atau nilai keseluurhan bukti. Bukti yang cukup berarti dapat mewakili/menggambarkan keseluruhan keadaan/kondisi yang dipermaslaahkan.

Material

Bukti yang material adalah bukti yang mempunyai nilai yang cukup berarti dan penting bagi pencapaian tujuan organisasi. Mempunyai arti tersebut harus ditinjau baik dari kuantitas maupun kualitas.

Sedangkan Arens terjemahan Wibowo (2004:242) mendefinisikan bukti audit sebagai berikut: “Bukti audit adalah setiap informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi (asersi) yang diaudit disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.”

Jenis-jenis bukti audit dikelompokkan menjadi 2 bagian:

a. Bukti pendukung laporan keuangan
  • Journal, ledger, subledger;
  • Pedoman akuntansi; dan
  • Memorandum, worksheets, rekonsiliasi.
b. Bukti penguat (corroborating evidence)
  • Dokumen-dokumen seperti faktur, cek, dan kontrak
  • Konfirmasi dan pernyataan tertulis lainnya
  • Informasi yang diperoleh melalui inquiry, observation, inspection.”



Daftar Pustaka:
  • Arens, Alvin A.,et al, 2004, Auditing dan Pelayanan Verifikasi Pendekatan Terpadu, Terjemahan oleh tim Dejacarta, Edisi Kesembilan, Jilid 1 dan 2, Jakarta, Indeks.