Thursday, April 5, 2018

Bukti Potong Pajak Pensiunan (Taspen dan Asabri)

31 Maret, Pelaporan Pajak melalui efilling maupun manual telah selesai. Bagi teman-teman yang lapor setelah tanggal tersebut maka akan mendapat denda. Sedikit informasi saja buat Saudara yang memiliki orang tua atau saudara yang telah pensiun tidak perlu bingung untuk memperoleh bukti potong Pajak.

Seperti yang kita ketahui, bagi PNS yang telah pensiun maka pemotongan pajak akan dilakukan oleh PT Taspen, sedangkan untuk Polisi atau TNI biasanya dipotong oleh PT Asabri. Kedua Perseroan tersebut menyediakan layanan untuk Anda yang tidak memiliki banyak waktu luang yang mengharuskan pergi dan antri untuk memperoleh Bukti Potong Pajak. Anda dapat memperolehnya dengan cara sebagai berikut.

PT Taspen
  • Buat Anda yang asuransi pensiunnya ditanggung oleh PT Taspen silahkan kunjungi situs resmi perusahaan di: http://www.taspen.co.id/
  • Klik E-SPT Pajak,
  • Setelah itu, anda akan diarahkan ke halaman berikutnya untuk menginput nomor pensiun atau NPWP.
  • Klik Enter untuk mendapatkan Bukti Potong Pajak Anda.

PT Asabri
  • Untuk Anda yang Potongan pajak dilakukan oleh PT Asabri, maka silahkan kunjungi website perusahaan di: http://asabri.co.id/ 
  • Pilih Produk & Persyaratan > Form Pajak.
  • Setelah itu, silahkan isikan NIP/NRP dan pilih tahun bukti potong pajak Anda.

  • Klik Enter untuk memperoleh bukti Potong Pajak Anda.
Cukup mudah untuk memperoleh  Bukti Potong Pajak Pensiunan (Taspen dan Asabri). Semoga bermanfaat buat pembaca artikel ini. Jangan lupa koment dan subscribe ya... :)

Salam,

Wednesday, March 7, 2018

Medan Dalam Ingatan

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di Awal tahun 2016, Saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Medan. Ibu kota Sumatera Utara ini sangatlah menarik dan selalu menempel dalam ingatan. Banyak sekali destinasi wisata yang dapat dikunjungi. Berikut ini, ingatan Medan yang dapat Saya ceritakan kepada para pembaca.

Salah satu yang wajib untuk dicoba adalah kereta bandaranya!! Ketika pertama kali kaki ini menginjak bumi Kualanamu, saya menggunakan kereta bandara untuk menghantarkan ke Tengah Kota Medan. Tidak perlu waktu lama, untuk mencapai kota menggunakan kereta bandara pertama di Republik ini. Dengan ongkos berkisar Rp50.000,00 pada saat itu, Saya berkesempatan menikmati transportasi bebas macet hanya sekitar 45 menit.

Sesampai di Medan, Anda dapat memilih berbagai tujuan wisata, diantaranya penangkaran buaya, masjid raya Medan, Istana Maimun, hingga brastagi. Brastagi adalah dataran tinggi di Sumatera Utara sehingga suhunya lumayan dingin. Jika ingin mencicipi durian, Anda dapat pergi ke durian ucok. Disana Anda dapat menukar durian apabila rasa durian tidak enak (garansi).

Satu yang Saya sesali adalah belum ke Danau Toba dan Pulau Samosir. Hambar rasanya pergi ke Sumut tanpa mengunjungi Danau Toba. Yaa.. karena berbagai pertimbangan Saya memutuskan untuk tidak mengunjungi destinasi wisata tersebut. Tidak apa-apa, mungkin suatu saat jika berkesempatan ke kota winny putri lubis ini (artis instagram) lagi.

Sebagai oleh-oleh, Anda dapat membeli bika Ambon atau Bolu Meranti. Namun oleh-oleh tersebut sudah lumrah dan biasa. Oleh-oleh yang lain yang dapat dibawa adalah Kopi Sidikalang dan ikan teri Medan. Jika ingin sedikit berhemat, oleh-oleh tersebut dapat diperoleh dengan murah di pasar-pasar tradisional. 

Sebagai sedikit nostalgia Saya pada Kota bentor ini, ada sedikit puisi yang di cuplik dari Instagram @masimam18.
Medan dalam gambar,
Sruling kereta dan bentor begitu menggelegar,
Liuk jalan di bukit di hutan belukar,
Jalan searah penuh sesak nan melingkar,
Begitulah medan dalam gambar,
Walau tak cukup ungkapkan hanya dengan kelakar...